Kompas.com - 30/11/2018, 19:26 WIB

WASHINGTON DC, KOMPAS.com - Amerika Serikat (AS) memperingatkan Iran mereka tak segan-segan untuk mengambil opsi menggelar operasi militer.

Pernyataan tersebut disampaikan Utusan Khusus Kementerian Luar Negeri untuk Iran Brian Hook dalam konferensi pers di Markas Gabungan Anacostia-Bolling.

Baca juga: Presiden Iran Sebut Negaranya Siap Bantu Arab Saudi Lepas dari AS

Diwartakan Newsweek Kamis (29/11/2018), dalam pangkalan itu dipamerkan berbagai jenis potongan benda yang diduga senjata milik Iran.

Di antaranya adalah rudal balistik maupun perlengkapan tempur dari kelompok paramiliter yang berhubungan dengan Iran.

Hook berargumen Teheran sudah menyediakan banyak persenjataan kepada kelompok tersebut baik di Yaman, Suriah, hingga Irak.

Hook mengutip ucapan Presiden Donald Trump yang menjanjikan aksi "cepat dan menentukan" dan meminta Iran untuk memahaminya.

"Sepertinya kami sudah menyampaikan dengan jelas kepada rezim Iran bahwa kami tak ragu untuk menggunakan operasi militer jika kepentingan kami terancam," terang Hook.

"Saya rasa saat ini ketika kami mempunyai opsi militer di meja, kami harus menggunakan semua senjata kami dengan benar," lanjutnya.

Presentasi Hook terjadi setahun setelah Duta Besar AS untuk PBB Nikki Haley menggelar kegiatan serupa di tempat yang sama.

Haley menggelar pernyataan resmi setelah Houthi menembakkan rudal balistik jarak dekat Burkan H2 dengan target Bandara King Khaled November 2017 lalu.

Arab Saudi mengklaim sistem pertahanan anti-serangan udaranya berhasil mencegat rudal yang ditembakkan dari Yaman tersebut.

Houthi menguasai Yaman setelah melengserkan Presiden Abd-Rabbo Mansour Hadi yang diakui dunia internasional, dan membuat Saudi melakukan intervensi pada 2015.

Baca juga: Iran Ancam Rudalnya Bisa Serang Pangkalan AS di Kawasan Teluk

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Sumber Newsweek
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.