Kompas.com - 22/11/2018, 20:02 WIB
Foto bertanggal 3 Juli 2012 yang menunjukkan rudal jarak dekat Iran, Fateh 110, yang diluncuran saat latihan militer. AFP / ARASH KHAMOUSHI / ISNA NEWS AGENCYFoto bertanggal 3 Juli 2012 yang menunjukkan rudal jarak dekat Iran, Fateh 110, yang diluncuran saat latihan militer.

TEHERAN, KOMPAS.com - Pemerintah Iran mengancam bakal melancarkan serangan ke pangkalan Amerika Serikat yang ada di kawasan Teluk.

Ancaman tersebut datang seiring meningkatkan ketegangan antara Washington dengan Teheran.

Amirali Hajizadeh, kepala divisi ruang udara Garda Revolusioner Iran, mengatakan, pangkalan AS di wilayah Teluk dan Afghanistan berada dalam jarak jangkauan rudal Iran.

Hajizadeh bangkan secara khusus menyebut pangkalan dan kapal induk AS yang ada di Uni Emirat Arab, Qatar, dan Afghanistan sebagai sasaran yang memungkinkan.

"Mereka berada dalam jangkauan (rudal) kami dan kami dapat menyerang mereka jika mereka (AS) bergerak," katanya, dilansir The New Arab dari Reuters, Kamis (22/11/2018).

Baca juga: AS Peringatkan Semua Pelabuhan dan Asuransi agar Tak Layani Kapal Iran

Ancaman Iran tersebut disampaikan dengan mengacu pada AS yang mengatakan bakal menggunakan kekuatan militernya terhadap Teheran.

Jenderal Iran itu mengatakan bahwa rudal-rudal kendali milik Teheran dengan presisi tinggi dapat menghantam pangkalan udara al-Udaid di Qatar, markas al-Dhafra di UEA, serta pangkalan Kandahar di Afghanistan.

Selain tiga pangkalan tersebut, AS juga memiliki pangkalan lain di kawasan tersebut, serta Armada Kelima yang ada di Bahrain.

Sebelumnya, AS telah kembali memberlakukan sanksi terhadap Iran yang bertujuan untuk melumpuhkan perekonomian Teheran.

Sanksi yang mulai diberlakukan 5 November lalu itu menargetkan ekspor minyak Iran dan perbankannya.

Iran sebelumnya juga telah mengancam akan menargetkan pengiriman melalui jalur laut yang melalui Selat Hormuz.

Presiden Iran Hassan Rouhani juga telah memperingatkan Washingtoon akan peluang situasi perang apabila sanksi terus dilanjutkan.

Baca juga: Presiden Iran: Sanksi AS Tidak Berdampak pada Perekonomian Negara Kami



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X