Kasus Pembunuhan Khashoggi, Warga Tunisia Tolak Kunjungan MBS - Kompas.com

Kasus Pembunuhan Khashoggi, Warga Tunisia Tolak Kunjungan MBS

Kompas.com - 26/11/2018, 14:40 WIB
Pangeran Mohammed bin Salman.AFP/FAYEZ NURELDINE Pangeran Mohammed bin Salman.

TUNIS, KOMPAS.com - Sekelompok warga dan politisi Tunisia dilaporkan bakal menggelar demonstrasi jelang rencana kunjungan Putra Mahkota Arab Saudi Mohammed bin Salman ( MBS).

Kunjungan tersebut terjadi di tengah penyelidikan kasus pembunuhan yang menimpa jurnalis Jamal Khashoggi di Istanbul, Turki.

Juru bicara pemerintah Saida Qarash diwartakan Al Jazeera menuturkan, MBS direncanakan bakal berkunjung pada Selasa (27/11/2018).

Baca juga: MBS Jalani Tur ke Negara Arab, Pertama Kali sejak Kasus Khashoggi

Qarash menyatakan Tunisia mengutuk pelaku pembunuhan Khashoggi, dan menuntut agar dalang kasus itu bisa diungkap ke publik dan diadili.

Mantan pemimpin Partai al-Irada Tarek Kahlawi berkata, ratusan orang direncanakan bakal berkumpul di depan istana kepresidenan di Carthage.

Dia berujar adalah hal memalukan bagi Tunisia, yang mengalami revolusi melawan tirani dan transisi demokrasi, menerima MBS.

Dia menyebut putra mahkota berusia 33 tahun itu sebagai kriminal yang telah ternoda oleh darah Khashoggi maupun warga Yaman.

"Aksi unjuk rasa itu merupakan inisiatif warga, dan saya meminta semua pihak untuk menentang rencana kunjungannya (MBS)," tegas Kahlawi.

Juru bicara partai oposisi Front Populer Hamma Hammami juga mengecam kunjungan MBS itu dengan menyebutnya sebagai aksi provokasi terhadap rakyat Tunisia.

Ketua partai Emad al-Daimi melalui unggahan Facebook memperingatkan Presiden Beji Caid konsekuensi jika nekat menerima kunjungan MBS.

Sementara sekelompok advokat Tunisia mengumumkan mereka bakal mengajukan gugatan, disponsori oleh blogger maupun jurnalis yang menentang kedatangan MBS.

Dalam surat terbuka, kelompok pengacara itu menjelaskan kunjungan MBS adalah "membersihkan rekam jejak kotornya atas pelanggaran HAM".

Di surat tersebut, MBS dikatakan sebagai ancaman baik bagi keamanan maupun perdamaian kawasan, serta musuh sebenarnya kebebasan berpendapat.

"Darah Khashoggi masih belum kering. Pangeran Mohammed bin Salman ditolak masuk ke Tunisia," kata Presiden Sindikat Jurnalis Tunisia Naji Baghouri.

Baca juga: Trump: CIA Tak Simpulkan MBS yang Perintahkan Bunuh Khashoggi

MBS disorot sejak kasus pembunuhan Khashoggi, yang saat itu hendak mengurus dokumen pernikahan di konsulat, mencuat dalam satu bulan terakhir.

Badan Intelijen Amerika Serikat (CIA) dalam laporan yang dirilis The Washington Post meyakini perintah pembunuhan berasal dari Khashoggi.

Dalam laporan itu, Direktur CIA Gina Haspel memberi tahu otoritas Turki bahwa mereka memperoleh rekaman telepon adanya perintah dari MBS untuk "membungkam" Khashoggi.

Laporan itu dibantah Saudi yang menegaskan putra mahkota yang menjabat sejak 2017 itu tak ada kaitannya dengan pembunuhan jurnalis 59 tahun tersebut.

Baca juga: Erdogan Mungkin akan Bertemu MBS di Argentina Pekan Depan


Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:

Terkini Lainnya

Kemenkumham Umumkan Hasil Akhir CPNS, Ini Hal yang Perlu Diketahui

Kemenkumham Umumkan Hasil Akhir CPNS, Ini Hal yang Perlu Diketahui

Nasional
8 Keluarga di Lokasi Longsor Toba Samosir Diungsikan

8 Keluarga di Lokasi Longsor Toba Samosir Diungsikan

Regional
5 Fakta di Balik Kematian Eril Dardak, Dugaan Salah Eksperimen hingga Duka Penjaga Rumah

5 Fakta di Balik Kematian Eril Dardak, Dugaan Salah Eksperimen hingga Duka Penjaga Rumah

Regional
5 Fakta Pesta Seks di Yogyakarta, Sudah 4 Kali 'Pertunjukan' hingga Uang Tunai Rp 1,5 Juta

5 Fakta Pesta Seks di Yogyakarta, Sudah 4 Kali "Pertunjukan" hingga Uang Tunai Rp 1,5 Juta

Regional
BMKG Ingatkan Potensi Gelombang 4 Meter di Perairan Talaud

BMKG Ingatkan Potensi Gelombang 4 Meter di Perairan Talaud

Regional
Aparat Diminta Cepat Tuntaskan Kasus Perusakan Polsek Ciracas, Demi Menjaga Sinergitas TNI-Polri

Aparat Diminta Cepat Tuntaskan Kasus Perusakan Polsek Ciracas, Demi Menjaga Sinergitas TNI-Polri

Nasional
7 Fakta Ratusan Warga Tertipu Penjualan Rumah Rp 130 Juta di Tangsel

7 Fakta Ratusan Warga Tertipu Penjualan Rumah Rp 130 Juta di Tangsel

Megapolitan
Truk Terguling ke Jurang, Sopir Selamat setelah Melompat ke Luar

Truk Terguling ke Jurang, Sopir Selamat setelah Melompat ke Luar

Regional
Kunjungi Aceh, Ini Agenda Jokowi Hari Ini...

Kunjungi Aceh, Ini Agenda Jokowi Hari Ini...

Nasional
Istri Merencanakan Pembunuhan Suami karena Korban Sering Selingkuh

Istri Merencanakan Pembunuhan Suami karena Korban Sering Selingkuh

Regional
Pemeriksaan Lanjutan Dahnil Anzar sebagai Saksi Kasus Dana Kemah Ditunda

Pemeriksaan Lanjutan Dahnil Anzar sebagai Saksi Kasus Dana Kemah Ditunda

Megapolitan
Antisipasi Intimidasi, Pemilih Penyandang Disabilitas Didampingi saat Mencoblos

Antisipasi Intimidasi, Pemilih Penyandang Disabilitas Didampingi saat Mencoblos

Regional
KRL Jakarta Kota-Bekasi Alami Gangguan karena Operasional Kereta Barang

KRL Jakarta Kota-Bekasi Alami Gangguan karena Operasional Kereta Barang

Megapolitan
Senat AS Setuju Hentikan Bantuan Militer ke Saudi untuk Konflik Yaman

Senat AS Setuju Hentikan Bantuan Militer ke Saudi untuk Konflik Yaman

Internasional
Banjir di Kota Bandung, Sopir Taksi Online Terjebak di Mobil dan Diselamatkan Warga

Banjir di Kota Bandung, Sopir Taksi Online Terjebak di Mobil dan Diselamatkan Warga

Regional

Close Ads X