Trump: CIA Tak Simpulkan MBS yang Perintahkan Bunuh Khashoggi

Kompas.com - 23/11/2018, 12:29 WIB
Presiden Amerika Serikat Donald Trump (kanan) memperlihatkan grafik penjualan peralatan pertahanan dengan Pangeran Mahkota Arab Saudi Mohammed bin Salman di Oval Office, Gedung Putih, Selasa (20/3/2018). (AFP/Mandel Ngan) Presiden Amerika Serikat Donald Trump (kanan) memperlihatkan grafik penjualan peralatan pertahanan dengan Pangeran Mahkota Arab Saudi Mohammed bin Salman di Oval Office, Gedung Putih, Selasa (20/3/2018). (AFP/Mandel Ngan)

PALM BEACH, KOMPAS.com — Presiden Amerika Serikat (As) Donald Trump mengomentari laporan Badan Pusat Intelijen Amerika Serikat (CIA) terkait pembunuhan jurnalis Arab Saudi, Jamal Khashoggi.

Dilansir BBC pada Jumat (23/11/2018), Trump menyebut CIA tak menyalahkan Putra Mahkota Saudi Pangeran Mohammed bin Salman ( MBS).

Baca juga: Trump: Dunia Harus Disalahkan atas Kasus Pembunuhan Khashoggi

Dalam konferensi pers di kediamannya di Mar-a-Lago Florida, Trump mengatakan, pihaknya sudah menerima laporan analisis CIA.

"Mereka tak menyimpulkan demikian," katanya. Dia menjelaskan, CIA masih belum merasa yakin MBS perintahkan melenyapkan Khashoggi.

"Mereka belum sampai pada kesimpulan tersebut. Saya tidak jika ada seseorang di sana yang menyimpulkan Putra Mahkota melakukannya," tutur Trump.

Sabtu pekan lalu (17/11/2018), Sekretaris Pers Sarah Sanders menyatakan, Trump percaya kepada CIA menyusul diskusi dengan Direktur Gina Haspel dan Menteri Luar Negeri Mike Pompeo.

Sebelumnya, Washington Post mengutip sumber melaporkan bahwa CIA menyimpulkan perintah pembunuhan Khashoggi datang dari MBS.

BBC memberitakan, sumber itu mengakui tidak ada bukti yang mengarah kepada pangeran 33 tahun itu. Namun, mereka percaya operasi itu membutuhkan persetujuannya.

Riyadh merespons dengan membantah laporan tersebut, dan menegaskan MBS sama sekali tak ada hubungannya dengan kematian jurnalis 59 tahun itu.

Meski demikian, media Turki, Hurriyet, mewartakan Haspel mengungkapkan kepada otoritas Turki bahwa CIA punya rekaman saat MBS memberikan instruksi untuk "menetralkan" Khashoggi.

"Saya tak ingin membicarakannya. Kalian harus bertanya langsung kepada mereka," ujar Trump merespons pertanyaan awak media.

Presiden dari Partai Republik itu pada Selasa (20/11/2018) memilih untuk mengumumkan dukungannya secara langsung kepada Riyadh.

Trump beralasan, Saudi merupakan partner strategis bagi AS, yang antara lain membantu menstabilkan harga minyak dunia dan salah satu konsumen senjata utama.

Pada Kamis (22/11/2018), MBS melakukan kunjungan kenegaraan perdana pasca-kematian Khashoggi dengan bertandang ke Uni Emirat Arab.

Baca juga: Tanggapi Kasus Jamal Khashoggi, Denmark Tangguhkan Penjualan Senjata ke Saudi

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Sumber BBC
Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Internasional
Virus Corona di Iran Menyebar Cepat, 54 Orang Meninggal

Virus Corona di Iran Menyebar Cepat, 54 Orang Meninggal

Internasional
Paus Fransiskus Muncul untuk Pertama Kalinya sejak Dikabarkan Sakit

Paus Fransiskus Muncul untuk Pertama Kalinya sejak Dikabarkan Sakit

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X