Kandidat asal Korea Selatan Terpilih sebagai Presiden Baru Interpol

Kompas.com - 21/11/2018, 18:32 WIB
Presiden baru Interpol, Kim Jong-yang. AFP / HANDOUT / KOREAN NATIONAL POLICE AGENCYPresiden baru Interpol, Kim Jong-yang.

DUBAI, KOMPAS.com - Organsisasi polisi kriminalitas internasional, Interpol telah resmi menunjuk Kim Jong-yang sebagai presiden baru mereka.

Penunjukan Kim diumumkan langsung oleh Interpol pada Rabu (21/11/2018). Kim terpilih dalam pertemuan delegasi negara-negara anggota yang digelar di Dubai.

Kim, asal Korea Selatan, menggantikan presiden interpol sebelumnya, Meng Hongwei, asal China yang hilang pada September lalu dan diumumkan mengundurkan diri setelah dituduh menerima suap.

Terpilihnya Kim sekaligus mengalahkan kandidat yang dicalonkan Rusia, Alexander Prokopchuk, yang sebelumnya menjadi wakil presiden Interpol.

Sementara Prokopchuk akan melanjutkan perannya sebagai wakil presiden Interpol.

Baca juga: Direktur Interpol Dilaporkan Hilang Saat Berkunjung ke China

Kim terpilih setelah mendapat dukungan mayoritas negara anggota Interpol, termasuk AS.

Melansir dari AFP, Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo, pada Selasa (20/11/2018), telah menyatakan dukungannya terhadap Kim yang akan melanjutkan masa jabatan Meng hingga 2020.

"Kami mendorong kepada semua negara dan organisasi yang menjadi bagian dari Interpol dan yang menghormati aturan hukum untuk memilih pemimpin yang berintegritas. Kami percaya Tuan Kim akan memenuhi harapan itu," kata Pompeo saat itu.

Terpilihnya Kim sedikit banyak turut dipengaruhi adanya kekhawatiran negara anggota akan kandidat Rusia yang jika terpilih dapat menyalahgunakan perannya untuk menargetkan lawan-lawan politik Rusia.

Dalam sebuah surat terbuka, kelompok bipartisan senator AS mengatakan, memilih Prokopchuk diibaratkan menempatkan rubah untuk menjaga kandang ayam.

"Rusia telah secara rutin menyalahgunakan Interpol untuk tujuan mengalahkan dan melecehkan lawan politik, pembangkang dan juga jurnalis," tulis surat tersebut.

Anggota parlemen di kantor luar negeri Inggris, Harriett Baldwin, mengatakan pada parlemen bahwa London lebih baik mendukung Kim.

Juru bicara Dewan Keamanan Nasional AS, Garrett Marquis juga turut menyuarakan dukungan terhadap Kim.

"Seperti yang ditunjukkan oelh peristiwa baru-baru ini, pemerintah Rusia menyalahgunakan proses Interpol untuk melecehkan lawan politiknya," tulisnya di Twitter.

Baca juga: China: Mantan Presiden Interpol Ditahan karena Penyuapan



Sumber AFP
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kisah Tiga Negara Penikmat Reklamasi

Kisah Tiga Negara Penikmat Reklamasi

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Internasional
Virus Corona di Iran Menyebar Cepat, 54 Orang Meninggal

Virus Corona di Iran Menyebar Cepat, 54 Orang Meninggal

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X