Tak Lama Lagi China Bisa Tentukan Waktu dan Lokasi Turunnya Hujan

Kompas.com - 08/11/2018, 20:38 WIB
ilustrasi hujanshutterstock ilustrasi hujan

BEIJING, KOMPAS.com - Pemerintah China sedang mengembangan sistem modifikasi cuaca untuk mengatur waktu dan lokasi turunnya hujan.

Proyek Tianhe atau artinya "Sungai Angkasa" memungkinkan manusia memindahkan uap air dalam jumlah besar dari wilayah barat China yang basah ke wilayah utara yang kering lewat "koridor udara" buatan manusia.

Sebanyak enam satelit kini tengah dikembangkan Akademi Teknologi Luar Angkasa Shanghai untuk keperluan proyek ini.

Baca juga: Sejak Juni, Telah Ditaburkan 284,9 Ton Garam untuk Hujan Buatan


Dua satelit di antaranya sudah dapat diluncurkan pada 2020. Demikian dikabarkan media milik pemerintah.

Model satelit pertama yang merupakan bagian dari fase awal proyek ini sudah ditampilkan dalam Pameran Angkasa Luar dan Penerbangan Internasional China ke-12 di kota Zhuhai.

Pda 2022, diharapkan keenam satelit ini sudah bisa dioperasikan. Nantinya keenam satelit itu akan melintas di Sanjiangyuan, provinsi Qinghai setiap jam untuk membantu pemindahan uap air.

Kawasan Sanjiangyuan merupakan hulu dari tiga sungai besar Asia yaitu Sungai Kuning, Yangtze, dan Mekong.

Ketiga sungai ini, yang berasal dari dataran tinggi Tibet, bersumber dari gletser dan salju yang meleleh lalu mengalir ke tanah-tanah pertanian.

Ilmuwan China, Wang Guangqian dan timnya mengidentifikasi potensi kanal uap air dari sisi barat Samudera Hindia, sisi timur Samudera Hindia, dataran tinggi Yunnan-Guizhou, dan Asia Tengah.

Dalam teorinya, proyek ini diharapkan bisa mengalihkan 5 miliar kubik air setiap tahun untuk mengurangi kekurangan pasokan air di lembah Sungai Kuning dan sungai pedalaman lainnya.

Satelit yang digunakan dalam proyek Tianhe ini dilengkapi berbagai peralatan seperti alat pengukur kelembaban dan suhu gelombang mikro, radar penghitung curah hujan, dan detektor awan.

Baca juga: Jelang Penutupan Asian Games, Hujan di GBK Tak Kunjung Reda

Praktik untuk menciptakan hujan buatan bukan barang baru di China.

Saat ini, pemerintah tengah mengembangkan sebuah proyek penyemaian awan skala besar untuk meningkatkan curah hujan di dataran tinggi Tibet hingga 10 miliar kubik meter setahun.

Upaya ambisius lainnya adalah upaya memodifikasi kondisi alami Bumi. Kota Chengdu rencananya akan diluncurkan sebuah bulan buatan untuk menggantikan lampu jalanan di waktu malam.




Terkini Lainnya

Istana Filipina: Dirumorkan Masuk Rumah Sakit, Duterte Tertawa

Istana Filipina: Dirumorkan Masuk Rumah Sakit, Duterte Tertawa

Internasional
Fakta Unik Pilot Pionir Charles Lindbergh, Aksi Akrobat hingga Bayinya Diculik

Fakta Unik Pilot Pionir Charles Lindbergh, Aksi Akrobat hingga Bayinya Diculik

Internasional
Mahathir: Saya Ucapkan Selamat kepada Bapak Jokowi atas Kemenangan sebagai Presiden Republik Indonesia

Mahathir: Saya Ucapkan Selamat kepada Bapak Jokowi atas Kemenangan sebagai Presiden Republik Indonesia

Internasional
Setelah Capai Puncak, Pemanjat Menara Eiffel Ditangkap 6 Jam Kemudian

Setelah Capai Puncak, Pemanjat Menara Eiffel Ditangkap 6 Jam Kemudian

Internasional
Bayar Orang untuk Serang Kekasih Ratu Kecantikan, Pengusaha Singapura Dibui

Bayar Orang untuk Serang Kekasih Ratu Kecantikan, Pengusaha Singapura Dibui

Internasional
Kalah Pemilu, Partai Buruh Australia Langsung Suksesi Kepemimpinan

Kalah Pemilu, Partai Buruh Australia Langsung Suksesi Kepemimpinan

Internasional
Usai Diperkosa Beramai-ramai, Perempuan Ini Disiram Cairan Asam

Usai Diperkosa Beramai-ramai, Perempuan Ini Disiram Cairan Asam

Internasional
Saat Kampanye, Pidato Trump Berulang Kali Dihentikan Fans yang Pingsan

Saat Kampanye, Pidato Trump Berulang Kali Dihentikan Fans yang Pingsan

Internasional
Saudi Klaim Pemberontak Houthi Kirim Misil ke Mekah

Saudi Klaim Pemberontak Houthi Kirim Misil ke Mekah

Internasional
Seorang Bayi Berusia Sehari Tertinggal di Dalam Taksi

Seorang Bayi Berusia Sehari Tertinggal di Dalam Taksi

Internasional
Filipina Berencana Kembali Larang Warganya Bekerja di Kuwait

Filipina Berencana Kembali Larang Warganya Bekerja di Kuwait

Internasional
Murid SMP Sajikan Crepes Campur Air Kencing dan Sperma ke Gurunya

Murid SMP Sajikan Crepes Campur Air Kencing dan Sperma ke Gurunya

Internasional
Pendiri Huawei: AS Meremehkan Kekuatan Kami

Pendiri Huawei: AS Meremehkan Kekuatan Kami

Internasional
Pelaku Bom Bunuh Diri Sri Lanka Pakai Peledak yang Disukai ISIS

Pelaku Bom Bunuh Diri Sri Lanka Pakai Peledak yang Disukai ISIS

Internasional
Saat Kampanye, Pemimpin Partai Brexit di Inggris Dilempari 'Milkshake'

Saat Kampanye, Pemimpin Partai Brexit di Inggris Dilempari "Milkshake"

Internasional

Close Ads X