Terkait Kematian Khashoggi, Jaksa Saudi Kunjungi Turki

Kompas.com - 26/10/2018, 22:13 WIB
Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan. AFP / ATTILA KISBENEDEKPresiden Turki Recep Tayyip Erdogan.
|

ANKARA, KOMPAS.com - Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan, Jumat (26/10/2018), mengatakan, jaksa agung Arab Saudi akan berkunjung ke Istanbul untuk bertemu pemerintah Turki.

"Kalian harus menunjukkan jenazah Khashoggi," ujar Erdogan dalam pidatonya di Ankara.

Pertemuan itu digelar, Minggu (28/10/2018), terkait proses investigasi pembunuhan jurnalis Jamal Khashoggi yang terjadi pada 2 Oktobr lalu.

Baca juga: Erdogan: Kami Masih Punya Bukti Pembunuhan Jamal Khashoggi

Pernyataan Erdogan ini muncul sehari setelah jaksa Saudi mengatakan, pembunuhan terhadap Khashoggi telah direncanakan.

Sebelumnya, Saudi mengatakan sudah menahan 18 orang yang diduga kuat terlibat dalam kasus pembunuhan tersebut dan Erdogan meminta mereka diadili di Turki.

"Pelakunya ada di antara mereka. Jika tidak, maka siapa konspirator lokalnya? Anda harus menjelaskan," ujar Erdogan.

"Jika Anda tidak menjelaskan, maka Arab Saudi tetap akan terus dicurigai," lanjut Erdigan.

Pengakuan Riyadh soal pembunuhan berencana terhadap Khashoggi ini menjadi perkembangan baru dari sejumlah peryataan Saudi.

Awalnya, pemerintah Saudi bersikukuh Khashoggi meninggalkan gedung konsulat dalam kondisi tak kurang satu apapun.

Kemudian Saudi meralat pernyataan itu dan mengakui Khashoggi tewas di dalam kantor konsulat setelah sebuah perdebatan memuncak menjadi perkelahian.

Sementara itu, tunangan Khashoggi, Hatice Cengiz sambil berlinangan air mata mengatakan, dia tak akan membiarkan Khashoggi masuk ke konsulat jika mencurigai adanya rencana pembunuhan itu.

Baca juga: Jamal Khashoggi Dipancing untuk Datang ke Turki Sebelum Dibunuh

"Saya menuntut agar semua yang terlibat dalam kejahatan ini baik di level tertinggi hingga yang paling rendah dihukum dan diseret ke pengadilan," ujar Hatice dalam wawancara denngan stasiun televisi Haberturk.

Hatice menambahkan, dia belum dihubungi pemerintah Arab Saudi dan dia menegaskan belum tentu akan berangkat ke Saudi untuk menghadiri pemakaman Khashoggi meski jenazahnya bisa ditemukan.



Sumber AFP
Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X