Hari Ini, Kanada Resmi Legalkan Ganja untuk Rekreasi

Kompas.com - 17/10/2018, 12:51 WIB
Warga Kanada berkumpul dalam acara konser pada malam menjelang pelegalan penggunaan ganja rekreasional di Toronto, Selasa (16/10/2018). AFP / IAN WILLMS / GETTY IMAGES NORTH AMERICAWarga Kanada berkumpul dalam acara konser pada malam menjelang pelegalan penggunaan ganja rekreasional di Toronto, Selasa (16/10/2018).

OTTAWA, KOMPAS.com - Kanada resmi melegalkan dan mengatur penjualan serta penggunaan ganja untuk tujuan rekreasional mulai Rabu (17/10/2018).

Kanada menjadi negara kedua di dunia yang melegalkan ganja setelah Uruguay.

Langkah legalisasi ganja tersebut mendapat sambutan positif dari para penggemar dan investor. Namun kekhawatiran juga muncul dari pakar kesehatan dan juga politisi yang cemas akan penyalahgunaan tanaman psikotropika itu.

Kendati demikian, Perdana Menteri Kanada Justin Trudeau tetap melanjutkan proses legalisasi ganja dengan alasan agar dapat mengatur penggunannya.

"Kami melegalkan ganja bukan karena kami pikir itu baik untuk kesehatan. Kami melakukan ini karena kami tahu itu tidak baik untuk anak-anak kita," kata Trudeau pada malam jelang pelegalan, Selasa (16/10/2018).

Baca juga: Penumpang Penerbangan di Kanada Akan Diizinkan Bawa Ganja ke Dalam Pesawat

"Kami tahun kita harus bekerja dengan lebih baik untuk melindungi anak-anak kita dan menghilangkan atau mengurangi secara besar-besaran keuntungan yang didapat kelompok penjahat," tambahnya dilansir dari AFP.

Legalisasi ganja itu juga sekaligus memenuhi janji kampanye Trudeau pada pemilu 2015 lalu.

Selanjutnya, pelaksanaan Undang-Undang Ganja akan diawasi dan dipelajari penerapannya oleh warga Kanada menjelang pemiu pada 2019, serta negara-negara lain yang mungkin akan mengikuti jika langkah tersebut terbukti berhasil.

Menurut regulasi baru tersebut, warga Kanada yang telah berusia 18 tahun akan diizinkan untuk membeli hingga 30 gram ganja. Selain itu setiap rumah tangga boleh menanam hingga empat pohon ganja.

Sedangkan untuk bentuk turunannya, seperti makanan yang memakai bahan ganja, baru akan dilegalkan tahun depan.

Sementara untuk memenuhi permintaan, ratusan petani ganja telah mendapatkan lisensi menanam tanaman tersebut dalam jumlah banyak, bahkan beberapa ada yang menggunakan rumah kaca.

Diperkirakan, penjualan ganja akan meningkarkan pertumbuhan ekonomi hingga 1,1 miliar dolar (sekitar Rp 16 triliun) dan memberikan pajak penghasilan kepada pemerintah hingga 400 juta dolar (sekitar Rp 6 triliun). Demikian menurut Statistik Kanada.

Baca juga: Perusahaan di Kanada Ini Buka Lowongan Kerja sebagai Tester Ganja

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Sumber AFP
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Bantu Ibunya Lolos Tes Menyetir, Pria Ini Menyamar Jadi Perempuan

Bantu Ibunya Lolos Tes Menyetir, Pria Ini Menyamar Jadi Perempuan

Internasional
Komite DPR AS Setujui 2 Pasal Pemakzulan untuk Trump

Komite DPR AS Setujui 2 Pasal Pemakzulan untuk Trump

Internasional
Salah Buat Berita, Jurnalis China Ini Dimaafkan Netizen Setelah Fotonya Beredar

Salah Buat Berita, Jurnalis China Ini Dimaafkan Netizen Setelah Fotonya Beredar

Internasional
Diselundupkan ke AS, Warga China Dimasukkan Dalam Mesin Cuci

Diselundupkan ke AS, Warga China Dimasukkan Dalam Mesin Cuci

Internasional
Ratusan Pengacara Serang Rumah Sakit di Pakistan, 3 Pasien Meninggal

Ratusan Pengacara Serang Rumah Sakit di Pakistan, 3 Pasien Meninggal

Internasional
Pria Uganda Mengaku Bisa Bunuh Nyamuk dengan Kentut, Ini Faktanya

Pria Uganda Mengaku Bisa Bunuh Nyamuk dengan Kentut, Ini Faktanya

Internasional
Pria Thailand Kisahkan Cacing Pita Diduga Sepanjang 10 Meter Keluar dari Anus Saat BAB

Pria Thailand Kisahkan Cacing Pita Diduga Sepanjang 10 Meter Keluar dari Anus Saat BAB

Internasional
Menang Telak di Pemilu Inggris, Apa Resep Kemenangan Boris Johnson?

Menang Telak di Pemilu Inggris, Apa Resep Kemenangan Boris Johnson?

Internasional
Keluarga Gajah Terekam Menginvasi Hotel di Zambia untuk Sarapan

Keluarga Gajah Terekam Menginvasi Hotel di Zambia untuk Sarapan

Internasional
Trump Kritik Greta Thunberg: Pergilah Menonton Film Bersama Teman!

Trump Kritik Greta Thunberg: Pergilah Menonton Film Bersama Teman!

Internasional
Perdana Menteri Boris Johnson Raih Kursi Mayoritas di Pemilu Inggris

Perdana Menteri Boris Johnson Raih Kursi Mayoritas di Pemilu Inggris

Internasional
Myanmar Dituduh Genosida Rohingya, Ini Peringatan Aung San Suu Kyi

Myanmar Dituduh Genosida Rohingya, Ini Peringatan Aung San Suu Kyi

Internasional
AS Uji Coba Rudal Balistik ke Samudra Pasifik

AS Uji Coba Rudal Balistik ke Samudra Pasifik

Internasional
[POPULER INTERNASIONAL] AU AS Unggul dari Rusia dan China | Bocah Tendang Mobil yang Tabrak Ibunya

[POPULER INTERNASIONAL] AU AS Unggul dari Rusia dan China | Bocah Tendang Mobil yang Tabrak Ibunya

Internasional
Studi: Angkatan Udara AS Unggul Jauh dari Rusia dan China

Studi: Angkatan Udara AS Unggul Jauh dari Rusia dan China

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X