Kompas.com - 16/10/2018, 17:17 WIB

ISTANBUL, KOMPAS.com - Otoritas Arab Saudi diduga telah membiarkan tim petugas kebersihan memasuki gedung konsulat di Istanbul sebelum tim penyelidik datang untuk melakukan inspeksi terkait hilangnya jurnalis Jamal Khashoggi.

Diberitakan kantor berita Anadolu, tim kebersihan terlihat memasuki gedung konsulat saat istirahat makan siang dengan membawa sejumlah besar zat kimia, pada Senin (15/10/2018).

Tim kebersihan itu masuk beberapa jam sebelum Arab Saudi akhirnya mengizinkan tim penyelidik Turki masuk ke gedung konsulat, dua pekan setelah Khashoggi dilaporkan hilang usai memasuki gedung tersebut.

Orang-orang yang diduga petugas kebersihan itu sempat terekam kamera dan video-nya telah diunggah ke internet.

Baca juga: Inggris, Perancis dan Jerman Dukung Penyelidikan Kasus Jurnalis yang Hilang

Melansir The New Arab, tim penyelidik gabungan kerja sama antara Turki dengan Arab Saudi itu datang pada Senin (15/10/2018) malam dengan menggunakan mobil kepolisian dan langsung masuk ke dalam gedung tanpa memberi keterangan kepada wartawan yang telah menanti di depan konsulat.

Sebelumnya, otoritas Saudi tidak mengizinkan tim penyelidik memasuki gedung konsulat mereka yang ada di Istanbul, setelah adanya perbedaan laporan dari kedua belah pihak seputar kasus hilangnya jurnalis tersebut.

Pejabat Turki meyakini bahwa Khashoggi telah dibunuh dan dimutilasi oleh sekelompok pria Arab Saudi yang datang dan pergi dari Istanbul pada hari yang sama dengan hilangnya jurnalis itu.

Mereka juga mengklaim adanya bukti rekaman suara yang menunjukkan saat jurnalis pengkritik pemerintahan Putra Mahkota Pangeran Mohammed bin Salman itu diinterogasi dan akhirnya dibunuh di dalam gedung konsulat.

Baca juga: Saudi Disebut Bakal Akui Jurnalis yang Hilang Tewas Saat Diinterogasi

Sementara pihak Kerajaan Saudi menyebut tuduhan tersebut tidak berdasar, namun tidak memberikan bukti bahwa Khashoggi telah meninggalkan gedung konsulat.

Kasus hilangnya jurnalis The Washington Post itu telah mengusik hubungan antara Arab Saudi dengan sekutu-sekutunya, termasuk AS, yang memiliki kesepakatan pembelian senjata dengan kerajaan Saudi.

Kasus itu turut mengancam upaya Pangeran Mohammed yang tengah berupaya menjadi penguasa yang modern.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

 
Pilihan Untukmu


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.