Kompas.com - 14/10/2018, 23:30 WIB
Massa demonstran menuntut pembebasan jurnalis Arab Saudi Jamal Khashoggi yang dikabarkan hilang sejak memasuki gedung konsulat Saudi di Istanbul pada Selasa (2/10/2018). AFP / OZAN KOSEMassa demonstran menuntut pembebasan jurnalis Arab Saudi Jamal Khashoggi yang dikabarkan hilang sejak memasuki gedung konsulat Saudi di Istanbul pada Selasa (2/10/2018).

LONDON, KOMPAS.com - Desakan terhadap pengungkapan kasus hilangnya jurnalis Arab Saudi Jamal Khashoggi terus bermunculan.

Terkini, tiga negara, yakni Inggris, Perancis dan Jerman, sepakat untuk menyerukan agar dilakukannya penyelidikan yang kredibel terhadap kasus ini.

Menteri Luar Negeri Inggris Jeremy Hunt, bersama dengan Menlu Perancis Jean-Yves Le Drian dan Menlu Jerman Heiko Maas, telah menandatangani pernyataan bersama di Kantor Luar Negeri di London, Minggu (14/10/2018).

Dalam pernyataan bersama tersebut, ketiga menteri menegaskan bahwa siapa pun yang berada di balik hilangnya jurnalis Arab Saudi harus bertanggung jawab.

"Membela kebebasan berekspresi dan kebebasan pers, serta memastikan perlindungan terhadap jurnalis adalah prioritas utama bagi Jerman, Inggris dan Perancis," tulis pernyataan bersama ketiga menteri, dilansir AFP.

Baca juga: Turki Sebut Saudi Gagal Bekerja Sama dalam Penyelidikan Jurnalis yang Hilang

Ketiga menteri luar negeri juga mendesak agar kasus hilangnya Khashoggi segera diungkapkan dan harus ada penanganan yang sungguh-sungguh.

"Perlu ada penyelidikan yang kredibel untuk menetapkan kebenaran tentang apa yang sebenarnya terjadi."

"Serta mengidentifikasi mereka yang bertanggung jawab atas hilangnya Jamal Khashoggi, serta memastikan bahwa mereka akan dimintai pertanggungjawaban," lanjut pernyataan bersama tersebut.

Selain menyatakan dukungan terhadap upaya bersama yang dilakukan Saudi dengan Turki untuk mencari jurnalis tersebut, ketiga menteri turut mendesak Riyadh agar memberikan respon yang lengkap dan rinci.

Jurnalis yang bekerja untuk media AS, The Washington Post, tersebut terakhir kali terlihat saat memasuki gedung konsulat Arab Saudi di Istanbul pada 2 Oktober lalu.

Otoritas Turki sebelumnya meyakini bahwa Khashoggi telah dibunuh oleh sekelompok pria Saudi yang datang ke konsulat di Istanbul pada saat yang sama dengan Khashoggi.

Sementara Presiden AS Donald Trump mengatakan bakal menjatuhkan sanksi kepada Saudi apabila benar jurnalis yang hilang telah dibunuh.

Namun Riyadh memperingatkan pada Minggu (14/10/2018) akan melakukan aksi balasan apabila sanksi dijatuhkan kepada Arab Saudi, hal yang dikhawatirkan bakal mengganggu pasar saham negara kerajaan kaya minyak itu.

Baca juga: Trump Janjikan Hukuman jika Saudi Terbukti Bunuh Jurnalis yang Hilang



Sumber AFP
Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X