Kompas.com - 15/10/2018, 21:58 WIB

WASHINGTON, KOMPAS.com - Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengatakan dirinya telah berbicara dengan Raja Arab Saudi Salman bin Abdulaziz al-Saud dan membahas kasus hilangnya jurnalis Jamal Khashoggi di Istanbul.

Dilansir dari AFP, Trump mengatakan jika Raja Salman telah mengaku kepada dirinya bahwa dirinya tidak tahu mengenai apa yang mungkin terjadi terhadap jurnalis Arab Saudi tersebut.

"Baru saja berbicara dengan Raja Salman yang menyangkal mengetahui apa yang mungkin terjadi pada 'warga Arab Saudi kami'," kata Trump dalam akun Twitter-nya, pada Senin (15/10/2018).

Trump menambahkan bahwa dirinya akan segera mengutus Menteri Luar Negeri Mike Pompeo untuk bertemu dengan raja Saudi.

Presiden Trump telah bertindak hati-hati dalam kasus hilangnya Khashoggi, yang terakhir kali terlihat saat memasuki kantor konsulat Arab Saudi di Istanbul, Turki.

Baca juga: Trump Janjikan Hukuman jika Saudi Terbukti Bunuh Jurnalis yang Hilang

Namun presiden berusia 72 tahun itu sempat mengancam bakal menjatuhkan "hukuman berat" apabila terbukti jurnalis Saudi itu telah dibunuh dan jenazahnya dibuang.

Kendati demikian, Trump menegaskan bahwa dirinya tidak akan mengambil risiko yang dapat mengancam kesepakatan bernilai miliaran dolar dalam penjualan senjata ke Kerajaan Saudi, yang disebutnya sebagai sekutu strategis di Timur Tengah.

Sementara, para pejabat Saudi dikabarkan telah mengizinkan untuk dimulainya penyelidikan dan proses pencarian oleh tim penyelidik Turki untuk memasuki gedung konsulat di Istanbul pada Senin (15/10/2018).

Sumber diplomatik Turki mengatakan, diharapkan proses pencarian yang turut menggandeng pemerintah Saudi itu dapat dilakukan menjelang malam.

Sebelumnya, kepolisian Turki menyimpulkan bahwa jurnalis Saudi yang hilang telah dibunuh dan tubuhnya dimutilasi sebelum dibuang.

Klaim tersebut diperkuat dengan pengakuan adanya bukti rekaman suara yang menunjukkan saat-saat Khashoggi diinterogasi dan dibunuh.

Turki menuduh pelaku eksekusi adalah sekelompok pria warga Saudi yang datang dan berada di dalam konsulat di Istambul pada saat yang sama dengan Khashoggi.

Baca juga: Cari Jurnalis yang Hilang, Turki Akan Geledah Konsulat Arab Saudi

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Sumber AFP
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.