Trump Janjikan Hukuman jika Saudi Terbukti Bunuh Jurnalis yang Hilang - Kompas.com

Trump Janjikan Hukuman jika Saudi Terbukti Bunuh Jurnalis yang Hilang

Kompas.com - 13/10/2018, 20:37 WIB
Presiden AS Donald Trump.AFP/JIM WATSON Presiden AS Donald Trump.

WASHINGTON DC, KOMPAS.com - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump berkata Arab Saudi bisa saja berada di balik kasus hilangnya seorang jurnalis sejak pekan lalu.

Jamal Khashoggi tak diketahui keberadaannya sejak masuk ke dalam gedung Konsulat Saudi di Istanbul, Turki, pada 2 Oktober.

Dalam wawancara dengan program CBS 60 Minutes dikutip AFP Sabtu (13/10/2018), Trump berujar pihaknya bakal menyelidiki kasus itu hingga menemukan kebenarannya.

Baca juga: Kasus Jurnalis Saudi yang Hilang, Trump Bakal Telepon Raja Salman

Saat itu, Trump mendapat pertanyaan apakah dia punya pikiran bahwa Khashoggi dibunuh oleh Saudi sendiri di dalam gedung konsulat mereka.

"Sampai momen ini, mereka terus menyangkalnya dengan menggebu-gebu. Apakah pelakunya mereka? Bisa saja," kata presiden 72 tahun tersebut.

"Kami bakal menuntaskan kasus itu. Tentu bakal ada hukuman," lanjut presiden dari Partai Republik itu. Dia berkata kasus Khashoggi menjadi ramai karena dia merupakan jurnalis.

Namun, saat ditanya bentuk hukuman seperti apa yang bakal diberikan, Trump menjelaskan dia tidak berniat untuk menangguhkan penjualan senjata.

Presiden ke-45 dalam sejarah AS itu memaparkan, setiap negara produsen senjata seperti Rusia atau China menginginkan pesanan Saudi.

Dia berkilah tidak ingin menghancurkan bisnis dari pabrikan senjata seperti Boeing, Lockheed Martin, Raytheon, dan menghancurkan lapangan pekerjaan yang dibuat mereka.

"Saya yakin ada banyak cara untuk memberikan sanksi. Menggunakan ucapan yang sangat keras. Itu bisa dibenarkan," beber Trump.

Sejumlah Senator AS telah menyatakan bakal memblokade kesepakatan pembelian senjata tersebut jika Riyadh terbukti menjadi dalang menghilangnya Khashoggi.

Khashoggi yang merupakan kontributor The Washington Post dilaporkan hilang ketika hendak mengurus dokumen pernikahannya dengan si tunangan, Hatice Cengiz.

Pihak Saudi bersikukuh bahwa Khashoggi telah keluar dari gedung dengan selamat. Namun pernyataan berbeda disampaikan pejabat anonim Turki.

Baca juga: Menteri Saudi: Tuduhan Kami Membunuh Jurnalis di Turki Bohong

Pejabat tersebut menjelaskan Khashoggi dilaporkan disiksa dan dibunuh 15 orang, di mana salah satunya merupakan pakar forensik yang bertugas memutilasi jenazahnya.

Otoritas Ankara mengklaim telah mendapatkan rekaman suara bahwa Khashoggi dibunuh. Sementara Presiden Recep Tayyip Erdogan juga memberikan kritikan.

Pasalnya, klaim Saudi yang menyatakan bahwa kamera pengawas tak berfungsi di hari Khashoggi dikabarkan menghilang disebut Erdogan tak masuk akal.

Khashoggi, yang notabene mantan penasihat pemerintah, melarikan diri dari Saudi dan tinggal di Amerika Serikat (AS) sejak September 2017.

Dalam ulasannya di The Post, jurnalis berumur 59 tahun itu acap mengkritik kebijakan Putra Mahkota Pangeran Mohammed bin Salman maupun keterlibatan Saudi di Yaman.

Baca juga: Turki Klaim Punya Bukti Rekaman Suara Pembunuhan Jurnalis Saudi


Close Ads X