Biografi Tokoh Dunia: Clare Hollingworth, Perempuan Wartawan Perang Dunia II

Kompas.com - 10/10/2018, 17:21 WIB
Clare Hollingworth, jurnalis asal Inggris yang banyak meliput perang, termasuk yang pertama melaporkan tentang Perang Dunia II pada 1939. INDEPENDENT.co.ukClare Hollingworth, jurnalis asal Inggris yang banyak meliput perang, termasuk yang pertama melaporkan tentang Perang Dunia II pada 1939.

KOMPAS.com - Nama Clare Hollingworth mulai dikenal pada 1939, tepatnya pada masa awal pecahnya Perang Dunia II.

Hal tersebut lantaran Hollingworth merupakan jurnalis yang pertama kali mengabarkan pergerakan pasukan Jerman yang akan menginvasi Polandia.

Clare Hollingworth lahir pada 10 Oktober 1911 di Knighton, selatan Leicester, Inggris. Dia adalah putri dari pasangan Daisy dan Albert Hollingworth.

Saat Perang Dunia I pecah, keluarga mereka pindah ke pertanian di Shepshed.

Sejak kecil Hollingworth telah bercita-cita untuk menjadi seorang penulis, meski harus mendapat tentangan dari ibunya.

Baca juga: Biografi Tokoh Dunia: Elijah Muhammad, Pemimpin Pergerakan Muslim Kulit Hitam AS

Sementara ketertarikannya terhadap kisah perang bermula saat dirinya diajak oleh sang ayah mengunjungi situs-situs bekas lokasi perang yang berada di Inggris dan Perancis.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Sebelum memasuki dunia jurnalis, Hollingworth sempat bekerja sebagai sekretaris di Liga PBB pada awal 1930-an.

Menjadi Jurnalis Perang

Hollingworth mengawali karir menulisnya dengan menjadi penulis lepas untuk sebuah majalah mingguan Inggris, New Statesman.

Dia juga pernah bergabung dengan organisasi kemanusiaan di Inggris yang membantu para pengungsi dari Sudetenland, bagian dari Cekoslovakia yang telah dicaplok Nazi Jerman, untuk ke tempat yang aman melalui Polandia.

Pengalamannya itu membawanya berkenalan dengan Arthur Watson, seorang editor di The Daily Telegraph, yang kemudian mempekerjakannya.

Belum genap sepekan sejak bergabung dengan The Telegraph, Hollingworth dikirim ke Polandia untuk melaporkan situasi yang semakin memanas di Eropa, berkaitan dengan risiko pecahnya peperangan.

Dia pun membujuk Konsul-Jenderal Inggris di Katowice, kota di selatan Polandia, untuk meminjamkan padanya kendaraan dan sopir agar membawanya ke Jerman untuk misi pencarian fakta.

Pada 28 Agustus 1939, saat melintasi perbatasan Jerman dengan Polandia di kota Gleiwitz, Hollingworth melihat barisan tentara Jerman, tank dan kendaraan berat yang bergerak menuju ke Polandia.

Baca juga: Biografi Tokoh Dunia: John Lennon, Musisi dan Pendiri The Beatles

Hollingworth melaporkan apa yang disaksikannya, yang langsung menjadi berita utama di halaman depan Daily Telegraph keesokan harinya.

Pada 1 September 1939, Hollingworth menghubungi kedutaan Inggris di Warsaw untuk melaporkan invasi Jerman ke Polandia. Dia bahkan memperdengarkan suara pasukan Jerman yang bergerak di luar hotelnya untuk meyakinkan mereka.

Laporan kesaksian Hollingworth itu menjadi yang pertama diterima Kantor Asing Inggris tentang invasi Polandia.

Tak hanya melaporkan Perang Dunia II, Hollingworth yang dikenal sebagai seorang perempuan jurnalis pemberani, juga telah banyak meliput konflik dan peperangan di negara lain.

Pada 1940, dia bekerja untuk Daily Express dan menuju Bucharest di Rumania untuk melaporkan aksi penurunan paksa Raja Carol II dari takhta yang berujung terjadinya kerusuhan.

Pasca-Perang Dunia II

Setelah Perang Dunia II berakhir, Hollingworth masih tetap melaporkan konflik dari garis depan. Dia tercatat pernah melaporkan konflik di Palestina, Aljazair, China, Yaman dan Vietnam.

Pada 1946, bersama dengan suaminya, Geoffrey Hoare, Hollingworth berada di Yerusalem, saat terjadinya insiden pemboman Hotel King David yang menewaskan hingga 91 orang.

Setelah kejadian itu, Hollingworth dia dikabarkan menolak berjabat tangan dengan pemimpin paramiliter Israel Irgun, Menachem Begin, yang beberapa tahun kemudian menjadi Perdana Menteri Israel, karena perannya dalam serangan tersebut.

Baca juga: Biografi Tokoh Dunia: Mahatma Gandhi, Sang Jiwa Agung Pecinta Damai

Pada 1950, Hollingworth pindah ke Paris dan bergabung bersama The Guardian. Selanjutnya dia mulai mengunjungi Aljazair dan menjalin kontak dengan Front Pembebasan Nasional Aljazair.

Hingga pada awal 1960-an, Hollinworth melaporkan tentang Perang Aljazair.

Salah satu reportase fenomenal Hollingworth lainnya adalah saat dia membongkar identitas Kim Philby, koresponden untuk Observer, yang ternyata adalah seorang agen Soviet.

Pada 1967, Hollingworth kembali menulis untuk The Telegraph dan berkat ambisinya untuk melaporkan langsung di wilayah konflik daripada hanya menulis tentang kebijakan luar negeri pemerintah membawanya ke Vietnam untuk melaporkan tentang Perang Vietnam.

Pada 1973, Hollingworth menjadi koresponden Telegraph di China. Dia pun sempat bertemu dengan istri dari Mao Zedong, yang bernama Jiang Qing.

Akhir Kehidupan

Tahun 1981, di usia 70 tahun, Hollingworth memutuskan untuk pensiun dan menetap di Hong Kong, yang kala itu masih menjadi bagian dari Inggris.

Meski telah pensiun, hari-hari Hollingworth tak pernah jauh dari dunia jurnalisme. Dia hampir setiap hari mendatangi Klub Koresponden Asing (FCC), yang merupakan tempat berkumpulnya para jurnalis asing di Hong Kong.

Pada 10 Januari 2017, Hollingworth ditemukan dalam kondisi tidak responsif di flat miliknya yang berada di Central, distrik pusat bisnis di Hong Kong.

Meski sempat dilarikan ke rumah sakit di Ruttonjee Hospital, Hong Kong, dia dinyatakan meninggal dunia di usia 105 tahun.

Baca juga: Biografi Tokoh Dunia: Yip Man, Master Wing Chun Pelatih Bruce Lee

.

.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.