Kompas.com - 09/10/2018, 22:15 WIB
Warga Afghanistan berjalan di bawah spanduk kandidat anggota parlemen jelang dilangsungkannya pemilihan yang akan digelar pada 20 Oktober mendatang. AFP / WAKIL KOHSARWarga Afghanistan berjalan di bawah spanduk kandidat anggota parlemen jelang dilangsungkannya pemilihan yang akan digelar pada 20 Oktober mendatang.

KABUL, KOMPAS.com - Teror bom bunuh diri mengguncang Afghanistan jelang pelaksanaan pemilihan parlemen. Setidaknya delapan orang dilaporkan menjadi korban tewas, termasuk seorang kandidat pemilihan.

Serangan bom bunuh diri tersebut terjadi di dalam kantor kampanye Saleh Mohammad Asikzai di kota Lashkar Gah, Selasa (9/10/2018). Asikzai dilaporkan tewas dalam serangan tersebut.

"Sementara dilaporkan setidaknya 11 orang lainnya mengalami luka-luka akibat serangan," kata juru bicara kantor gubernur provinsi Helmand, Omar Zhwak kepada AFP.

Asikzai merupakan politisi muda yang baru pertama kali maju di dalam pemilihan dan dia mengkampanyekan tentang perubahan positif.

Belum ada pihak yang mengaku bertanggung jawab atas serangan bom bunuh diri tersebut.

Namun sebelumnya, kelompok militan Taliban telah bersumpah akan menggelar serangan yang bertujuan untuk menggagalkan pemilihan yang dijadwalkan dilangsungkan pada 20 Oktober mendatang.

Baca juga: Taliban Ancam Bakal Serang Ajang Pemilihan Parlemen di Afghanistan

Presiden Afghanistan, Ashraf Ghani mengutuk keras serangan bom bunuh diri yang menelan korban jiwa itu. Dia juga mengatakan, warga Afghanistan yang yakin pada demokrasi tidak akan membiarkan aksi terorisme menghentikan jalannya pemilihan.

Serangan bunuh diri tersebut menjadi yang kedua kalinya terjadi dengan menargetkan kandidat anggota parlemen yang ikut serta dalam pemilihan sejak dimulainya masa kampanye pada 28 September lalu.

Sebelumnya, sebuah serangan terhadap aksi kampanye yang digelar di Provinsi Nangarhar timur pada 2 Oktober lalu telah menewaskan 13 orang dan melukai lebih dari 40 orang. Serangan tersebut diklaim oleh ISIS.

Otoritas Afghanistan meyakini, aksi kekerasan yang menargetkan kandidat pemilihan akan terus meningkat telah dilaksanakannya pemungutan suara.

Halaman:


Video Pilihan

Sumber AFP
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.