Afghanistan Tuduh Rusia Manfaatkan Taliban untuk Lawan ISIS

Kompas.com - 24/08/2018, 00:31 WIB
Pasukan Taliban.AFP PHOTO Pasukan Taliban.

KABUL, KOMPAS.com - Pemerintah Afghanistan menuduh Rusia bertujuan untuk menggunakan kelompok gerilyawan Taliban untuk memerangi ISIS.

Tuduhan tersebut disampaikan Duta Besar Afghanistan untuk Rusia, Abdul Qayyum Kochai dan langsung dibantah oleh Menteri Luar Negeri Rusia, Sergey Lavrov.

Kelompok afiliasi ISIS di Afghanistan telah melancarkan sejumlah serangan yang menghancurkan dalam beberapa tahun terakhir dan telah berulang kali terlibat bentrok dengan Taliban.

Baca juga: Rusia Siapkan Pembicaraan Damai antara Afghanistan dengan Taliban

Kelompok tersebut dianggap berbahaya dan mengancam Rusia karena sebagian besar anggotanya merupakan militan Uzbekistan yang telah ditempa banyak peperangan.

"Saya bahkan tidak dapat membayangkan bagaimana Rusia dapat memanfaatkan Taliban untuk memerangi ISIS," kata Lavrov dalam konferensi pers, Rabu (22/8/2018).

"Kami melawan ISIS dengan segala cara yang ada, kami mendukung Suriah dalam perjuangannya."

"Kami membantu melengkapi pasukan Irak untuk tujuan yang sama dan kami tentu ingin melihat rakyat Afghanistan dapat menyingkirkan ISIS," tambahnya, dilansir The New Arab.

Dalam pernyataan terpisah, Kementerian Luar Negeri Rusia turut mengecam tuduhan pemerintah Afghanistan dan menyebutnya hanya didasari sindiran dan telah benar-benar mengubah arti kebijakan Rusia terhadap Afghanistan.

"Sangat disayangkan bahwa alih-alih membantu mempertahankan kemitraan dan saling percaya antara Rusia dengan Afghanistan, duta besar mereka justru telah mengambil langkah yang menuju ke arah yang berlawanan," kata kementerian dalam pernyataannya.

Rusia saat ini tengah mempersiapkan pertemuan untuk membahas perdamaian di Afghanistan dengan mengundang pihak Taliban dan sejumlah negara lainnya, termasuk AS.

Pertemuan yang diklaim akan dihadiri perwakilan Taliban tersebut diagendakan digelar di Moskwa pada awal September mendatang.

Baca juga: Presiden Afghanistan Serukan Gencatan Senjata selama Tiga Bulan dengan Taliban



Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Terkini Lainnya

Inilah 7 Fakta Menarik Ketegangan AS dan Iran

Inilah 7 Fakta Menarik Ketegangan AS dan Iran

Internasional
Korut Peringatkan Seoul Tak Campur Tangan Pembicaraan dengan AS

Korut Peringatkan Seoul Tak Campur Tangan Pembicaraan dengan AS

Internasional
Ayah dan Anak Migran Tewas Tenggelam, Trump Salahkan Demokrat

Ayah dan Anak Migran Tewas Tenggelam, Trump Salahkan Demokrat

Internasional
Pasca ISIS Kalah, Terorisme Jadi Ancaman Utama Asia Tenggara

Pasca ISIS Kalah, Terorisme Jadi Ancaman Utama Asia Tenggara

Internasional
Gunung Ulawun di Papua Nugini Muntahkan Lava, 5.000 Orang Dievakuasi

Gunung Ulawun di Papua Nugini Muntahkan Lava, 5.000 Orang Dievakuasi

Internasional
Antara Trump dan Kim Jong Un Sudah Saling Bertukar 12 Surat

Antara Trump dan Kim Jong Un Sudah Saling Bertukar 12 Surat

Internasional
Hari Ini dalam Sejarah: Perjalanan Keliling Dunia Melalui Lautan Seorang Diri

Hari Ini dalam Sejarah: Perjalanan Keliling Dunia Melalui Lautan Seorang Diri

Internasional
Seorang Mahasiswa asal Australia Dikhawatirkan Ditahan di Korea Utara

Seorang Mahasiswa asal Australia Dikhawatirkan Ditahan di Korea Utara

Internasional
'Candy Bomber', Saat AS Berupaya Menarik Hati Warga Jerman akibat Blokade Uni Soviet

"Candy Bomber", Saat AS Berupaya Menarik Hati Warga Jerman akibat Blokade Uni Soviet

Internasional
Pemerintah Venezuela Klaim Gagalkan Upaya Pembunuhan Presiden Maduro

Pemerintah Venezuela Klaim Gagalkan Upaya Pembunuhan Presiden Maduro

Internasional
Ditanya Rencana Pembicaraan dengan Putin, Trump: Bukan Urusan Anda

Ditanya Rencana Pembicaraan dengan Putin, Trump: Bukan Urusan Anda

Internasional
Pangeran William Mengaku Tak Keberatan Jika Anaknya Menjadi Gay

Pangeran William Mengaku Tak Keberatan Jika Anaknya Menjadi Gay

Internasional
[POPULER INTERNASIONAL] Kisah Joanna Paldini Diburu ISIS | Anak-anak Dimasukkan Plastik untuk ke Sekolah

[POPULER INTERNASIONAL] Kisah Joanna Paldini Diburu ISIS | Anak-anak Dimasukkan Plastik untuk ke Sekolah

Internasional
Permintaan Terakhir Nenek 93 Tahun Ini: Ditangkap Polisi

Permintaan Terakhir Nenek 93 Tahun Ini: Ditangkap Polisi

Internasional
2020, Negara Bagian Australia Ini Larang Ponsel di Sekolah Negeri

2020, Negara Bagian Australia Ini Larang Ponsel di Sekolah Negeri

Internasional

Close Ads X