4 Orang Tewas dan 200 Lainnya Terluka Akibat Topan Trami di Jepang

Kompas.com - 02/10/2018, 08:52 WIB
Suasana di jalanan Tokyo usai topan Trami menghantam wilayah Jepang pada Minggu (30/9/2018). (AFP/Martin Bureau) Suasana di jalanan Tokyo usai topan Trami menghantam wilayah Jepang pada Minggu (30/9/2018). (AFP/Martin Bureau)

TOKYO, KOMPAS.com - Korban tewas akibat topan Trami di Jepang bertambah menjadi empat orang. Sementara korban cedera tercatat lebih dari 200 orang.

Sebanyak empat orang tewas di prefektur Yamanashi, Shiga, Kyoto, dan Tottori. Satu orang dilaporkan hilang di Miyazaki.

Melansir Japan Today, Selasa (2/10/2018), topan Trami melintasi bagian timur dan utara pulau Honshu, setelah mencapai daratan Jepang barat.

Baca juga: Topan Trami Terjang Jepang, 1 Tewas dan 80 Orang Terluka

Sementara, dampak dari topan membuat gangguan lalu lintas di sejumlah wilayah, termasuk Tokyo, terutama pada pagi hari yang sibuk.

Perjalanan komuter pagi di ibu kota itu mengalami gangguan sehingga memaksa operator transportasi umum untuk menutup operasional pada Minggu (30/9/2018).

Pada Senin (1/10/2018) pagi, layanan transportasi sudah aktif kembali dan pihak berwenang mulai melakukan pemeriksaan keamanan dan menangani pohon-pohon yang tumbang.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

AFP mewartakan, lebih dari 400.000 rumah tangga terutama di Jepang timur masih tidak dialiri listrik hingga Senin pagi.

Kekuatan maksimum embusan topan Trami mencapai 216 km/jam, namun melemah ketika sampai ke daratan.

Kendati demikian, angin dan hujan deras menyebabkan sejumlah wilayah, termasuk Tokyo, terdampak oleh topan.

Topan Trami merupakan serangkaian cuaca ekstrem dan bencana alam yang melanda Jepang, yang sebelumnya menghadapi banjir, gempa, dan gelombang panas dalam beberapa bulan terakhir.

Baca juga: Kisah Warga Jepang Dijanjikan Surga jika Tinggal di Korea Utara

Beberapa wilayah di barat masih belum pulih dari Topan Jepi yang menghantam pada awal September lalu. Badai itu disebut yang paling kuat melanda Jepang dalam 25 tahun terakhir.

Curah hujan tinggi yang menimpa Jepang barat awal tahun ini juga telah menewaskan lebih dari 200 orang.

Bulan lalu, gempa berkekuatan 6,6 magnitudo mengguncang pulau Hokkaido, memicu tanah longsor dan menewaskan lebih dari 40 orang.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.