Topan Mangkhut Hantam Filipina Tewaskan 2 Orang - Kompas.com

Topan Mangkhut Hantam Filipina Tewaskan 2 Orang

Kompas.com - 15/09/2018, 18:50 WIB
Tentara Filipina membantu sebuah keluarga yang membawa anak mereka yang sedang sakit ke kendaraan pemerintah setelah ambulans tak bisa sampai karena amukan Topan Mangkhut menutupi jalan. Topan tersebut dilaporkan telah menewaskan dua orang.AFP/TED ALJIBE Tentara Filipina membantu sebuah keluarga yang membawa anak mereka yang sedang sakit ke kendaraan pemerintah setelah ambulans tak bisa sampai karena amukan Topan Mangkhut menutupi jalan. Topan tersebut dilaporkan telah menewaskan dua orang.

MANILA, KOMPAS.com - Pemerintah Filipina mengonfirmasi dua orang tewas sebagai korban pertama Topan Mangkhut yang menghantam kawasan utara.

Dilaporkan AFP via CNN Sabtu (14/9/2018), dua korban semuanya adalah perempuan yang tertimpa longsoran lereng bukit.

Siklon tropis dengan nama lokal Ompong itu tiba di Baggao, timur laut Filipina, pada pukul 13.40 waktu setempat.

Baca juga: Siklon Tropis Mangkhut Bakal Terjang Filipina, Ribuan Orang Mengungsi

Kehilangan kecepatannya di darat, Mangkhut mengalami degradasi level dari semula adalah topan super menjadi badai topan level 4.

Topan tersebut mempunyai diameter awan sekitar 900 kilometer dan saat ini menuju ke arah barat dengan kecepatan 30 kilometer per jam.

Organisasi Meteorologi Dunia (WMO) dilansir BBC menyatakan Mangkhut sebagai siklon tropis terkuat di 2018 ini.

Meski jumlah kematian diprediksi bakal bertambah, pejabat dinas pengendali bencana mengaku lega karena kerusakannya tak serius yang dibayangkan.

"Sejujurnya, kami sempat berpikiran buruk soal ini," kata Edgar Posadas, juru bicara Dewan Manajemen Risiko Bencana dan Pencegahan Nasional (NDRRMC).

Sejak Topan Super Haiyan yang menghantam di 2013 dan menewaskan lebih dari 7.000 orang, pemerintah melakukan serangkaian persiapan.

Penerbangan maupun perjalanan di laut dilarang. Selain itu peringatan telah diberikan ke seluruh provinsi dengan militer meningkatkan kesigapan.

"Saya sempat berdoa, berharap, dan khawatir akan jumlah korban yang mungkin keluar. Namun masih di bawah kendali kami," tutur Posadas.

Saat ini, Mangkhut dilaporkan bakal melewati Laut China Selatan, dan menyasar Hong Kong serta kawasan selatan China.

Namun, dalam perjalanan menuju Hong Kong, kecepatan Mangkhut bakal bertambah, dan diprediksi bakal menjadi topan super kembali.

Badan prakiraan cuaca menyatakan, topan tersebut bakal menjadi yang terkuat sejak mereka melakukan pencatatan di 1940-an.

Baca juga: Siklon Tropis Mangkhut Terbentuk, Akankah ada Gelombang Tinggi Lagi?


Komentar

Terkini Lainnya

Keragaman Budaya Gorontalo, Modal Utama Kembangkan Pariwisata

Keragaman Budaya Gorontalo, Modal Utama Kembangkan Pariwisata

Regional
Pakai Sistem Online, Penerimaan CPNS 2018 Tak Bisa Ditipu Calo

Pakai Sistem Online, Penerimaan CPNS 2018 Tak Bisa Ditipu Calo

Regional
1.700 Pelajar di Depok Terancam Putus Sekolah, Rata-rata Tingkat SMA

1.700 Pelajar di Depok Terancam Putus Sekolah, Rata-rata Tingkat SMA

Regional
Warga: Apa Jaminannya Mantan Koruptor yang Nyaleg Enggak Korupsi Lagi?

Warga: Apa Jaminannya Mantan Koruptor yang Nyaleg Enggak Korupsi Lagi?

Megapolitan
Tindak Lanjut Rekomendasi KASN, Ada Eks Pejabat DKI yang Dijadikan Komisaris dan Pengawas BUMD

Tindak Lanjut Rekomendasi KASN, Ada Eks Pejabat DKI yang Dijadikan Komisaris dan Pengawas BUMD

Megapolitan
Pindah ke Partai Politik Lain, 2 Anggota DPRD Gunungkidul di-PAW

Pindah ke Partai Politik Lain, 2 Anggota DPRD Gunungkidul di-PAW

Regional
Rampok yang Perkosa PRT di Cimanggis Mantan Pekerja Selokan di Lingkungan Korban

Rampok yang Perkosa PRT di Cimanggis Mantan Pekerja Selokan di Lingkungan Korban

Megapolitan
5 BERITA POPULER NUSANTARA: Rektor Unhas Minta Maaf hingga 2 Bandara di DIY

5 BERITA POPULER NUSANTARA: Rektor Unhas Minta Maaf hingga 2 Bandara di DIY

Regional
Jokowi Ajak Ikuti Pilpres Tanpa Fitnah dan Hinaan, PDI-P Buat Aturan Internal

Jokowi Ajak Ikuti Pilpres Tanpa Fitnah dan Hinaan, PDI-P Buat Aturan Internal

Nasional
Pak Guru Achmad Fahmi Kini Menjadi Wali Kota Sukabumi

Pak Guru Achmad Fahmi Kini Menjadi Wali Kota Sukabumi

Regional
Misbakhun: Kwik Kian Gie Loyal pada Pemikiran, Bukan Orang

Misbakhun: Kwik Kian Gie Loyal pada Pemikiran, Bukan Orang

Nasional
Presiden Venezuela akan Minta Rp 7 Triliun pada PBB untuk Pulangkan Warganya

Presiden Venezuela akan Minta Rp 7 Triliun pada PBB untuk Pulangkan Warganya

Internasional
Singapore Airlines Berhenti Kirim Kargo Tulang Singa dari Afrika Selatan

Singapore Airlines Berhenti Kirim Kargo Tulang Singa dari Afrika Selatan

Internasional
Presiden PKS Klaim Telah Ganti Caleg Eks Koruptor yang Masuk DCT

Presiden PKS Klaim Telah Ganti Caleg Eks Koruptor yang Masuk DCT

Nasional
Jokowi Sebut Prabowo-Sandiaga 'Sahabat Lama', Ini Kata PDI-P

Jokowi Sebut Prabowo-Sandiaga "Sahabat Lama", Ini Kata PDI-P

Nasional
Close Ads X