Kemungkinan Diracun, Aktivis Pussy Riot di Rusia Masuk Rumah Sakit - Kompas.com

Kemungkinan Diracun, Aktivis Pussy Riot di Rusia Masuk Rumah Sakit

Kompas.com - 14/09/2018, 10:15 WIB
Anggota dari kelompok punk Pussy Riot, Pyotr Verzilov, berjalan dengan polisi selama sidang pengadilan di gedung pengadilan di Moskwa, Rusia, pada 31 Juli 2018. (AFP/Vasily Maximov) Anggota dari kelompok punk Pussy Riot, Pyotr Verzilov, berjalan dengan polisi selama sidang pengadilan di gedung pengadilan di Moskwa, Rusia, pada 31 Juli 2018. (AFP/Vasily Maximov)

MOSKWA, KOMPAS.com - Seorang aktivis dari kelompok musik punk di Rusia, Pussy Riot, harus dilarikan ke rumah sakit karena diduga telah diracuni.

AFP mewartakan pada Kamis (13/9/2018), Pyotr Verzilov, yang diklaim Kanada sebagai warga negaranya, menjalani perawatan di rumah sakit setelah menghadiri persidangan pada Selasa.

Demikian pernyataan dari kekasihnya, Veronika Nikulshina, yang juga merupakan anggota Pussy Riot.

Baca juga: Aktivis Pussy Riot Kabur dari Rusia untuk Tampil di Festival Seni

"Penglihatannya memburuk. Pertama, kami menganggapnya hanya kelelahan, namun dia makin memburuk dan kehilangan daya untuk berbicara," kata Nikulshina.

"Dia tidak mengenali saya lagi, dia juga tidak bereaksi terhadap pesan," ucapnya.

Anggota kelompok Pussy Riot, diaman oleh petugas keamanan pada pertandingan final Piala Dunia 2018  di Stadion Luzhniki di Moskwa, Rusia, Minggu (25/7/2018). (AFP/Mladen Antonov) Anggota kelompok Pussy Riot, diaman oleh petugas keamanan pada pertandingan final Piala Dunia 2018 di Stadion Luzhniki di Moskwa, Rusia, Minggu (25/7/2018). (AFP/Mladen Antonov)
Verzilov dipindahkan pada Kamis sore ke rumah sakit Sklifosovsky Moskwa yang memiliki unit perawatan intensif untuk kasus-kasus keracunan.

Seorang operator telepon di rumah sakit mengkonfirmasi kepada AFP, bahwa pria itu berada dalam kondisi serius.

Nikulshina dan Verzilov sama-sama menjalani hukuman 15 hari penjara dengan dua anggota Pussy Riot lainnya, karena melakukan aksi berlari ke lapangan final Piala Dunia 2018.

Tindakan itu merupakan protes yang bertujuan untuk menyoroti pelanggaran oleh polisi Rusia.

Verzilov hadir di pengadilan pada Selasa lalu, ketika dua anggota Pussy Riot lainnya, termasuk Nikulshina, dijatuhi hukuman atas tuduhan tidak mematuhi seorang perwira polisi.

Baca juga: Gagal Cegat Pussy Riot, Petugas Keamanan Final Piala Dunia Diberi Sanksi

Akun resmi Twitter Pussy Riot juga mengunggah pernyataan mengenai kemungkinan Verzilov diracun.

"Hidupnya dalam bahaya. Kami berpikir, dia diracun," tulisnya.

Pussy Riot menarik perhatian internasional mulai 202 ketika kelompok tersebut melakukan protes di gereja, di Moskwa. Dua anggotanya dijebloskan ke penjara, sementara lainnya diberi hukuman percobaan.



Close Ads X