Aktivis Pussy Riot Kabur dari Rusia untuk Tampil di Festival Seni

Kompas.com - 11/08/2018, 12:36 WIB
Nadezhda Tolokonnikova (tengah kanan) dan Maria Alyokhina (tengah kiri), anggota kelompok punk Rusia Pussy Riot pada Februari 2014 di Sochi. (AFP via BBC) Nadezhda Tolokonnikova (tengah kanan) dan Maria Alyokhina (tengah kiri), anggota kelompok punk Rusia Pussy Riot pada Februari 2014 di Sochi. (AFP via BBC)

EDINBURGH, KOMPAS.com - Salah satu aktivis Rusia yang juga anggota band punk Pussy Riot, Maria Alyokhina kabur dari Rusia untuk tampil di Festival Fringe di Edinburgh, Skotlandia.

Maria Alyokhina mengklaim, pemerintah Rusia telah melarangnya meninggalkan negara itu. Namun, dia menentang larangan tersebut dan nekat pergi ke ibu kota Skotlandia.

Ke Edinburg, dia menjadi pembicara untuk menceritakan kisah aksi protes pada 2012 dan pemenjaraannya.

"Penting bagi kami untuk menceritakan kisah ini karena kami yakin kisah ini dapat menjadi contoh bagi Anda untuk melakukan aksi Pussy Riot Anda sendiri," ucapnya.

"Butuh beberapa waktu untuk sampai ke sini karena dua hari yang lalu saya tidak diizinkan meninggalkan negara," ujarnya.

Baca juga: Baru Bebas dari Penjara, Anggota Pussy Riot Kembali Ditangkap Polisi

"Kami menemukan cara untuk sampai di sini dengan beberapa petualangan di sepanjang jalan," imbuhnya.

Alyokhina meraih ketenaran pada 2012 setelah tampil di Katedral Moskwa untuk melakukan aksi protes kepada gereja dan pemerintah. Dia dijatuhi hukuman dua tahun penjara, namun dibebaskan lebih awal.

Penampilan kelompok itu di Cathedral of Christ the Saviour pada 2012 lalu, bertujuan untuk menentang dukungan gereja ortodoks Rusia terhadap Presiden Vladimir Putin.

Alyokhina dibebaskan pada Desember 2013, di bawah amnesti yang disebutnya sebagai aksi propaganda untuk meningkatkan citra Presiden Putin menjelang Olimpiade Musim Dingin Sochi 2014.

Anggota kelompok Pussy Riot, diaman oleh petugas keamanan pada pertandingan final Piala Dunia 2018  di Stadion Luzhniki di Moskwa, Rusia, Minggu (25/7/2018). (AFP/Mladen Antonov) Anggota kelompok Pussy Riot, diaman oleh petugas keamanan pada pertandingan final Piala Dunia 2018 di Stadion Luzhniki di Moskwa, Rusia, Minggu (25/7/2018). (AFP/Mladen Antonov)
Sejak dibebaskan, gerakan aktivisme Pussy Riot berhasil menghimpun lebih banyak anggota, beberapa di antaranya membuat kericuhan kecil final Piala Dunia yang digelar bulan lalu.

Baca juga: Gagal Cegat Pussy Riot, Petugas Keamanan Final Piala Dunia Diberi Sanksi

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X