Gagal Cegat Pussy Riot, Petugas Keamanan Final Piala Dunia Diberi Sanksi

Kompas.com - 21/07/2018, 11:20 WIB
Anggota kelompok Pussy Riot, diaman oleh petugas keamanan pada pertandingan final Piala Dunia 2018  di Stadion Luzhniki di Moskwa, Rusia, Minggu (25/7/2018). (AFP/Mladen Antonov) Anggota kelompok Pussy Riot, diaman oleh petugas keamanan pada pertandingan final Piala Dunia 2018 di Stadion Luzhniki di Moskwa, Rusia, Minggu (25/7/2018). (AFP/Mladen Antonov)

MOSKWA, KOMPAS.com - Petugas keamanan yang gagal menghentikan aksi personel band Pussy Riot di laga Final Piala Dunia 2018 akan menghadapi sanksi.

Demikian pernyataan dari penyelenggara turnamen yang digelar di Rusia tersebut.

Melansir dari Sky News pada Jumat (20/7/2018), ketua panitia penyelenggara Piala Dunia Rusia, Alexei Sorokin, menyatakan kelompok Pussy Riot telah berperilaku tanpa menghargai kerja ribuan orang.

Namun, dia menekankan aksi menyusup ke lapangan itu seharusnya dapat dihentikan oleh para petugas keamanan.

Baca juga: Pussy Riot, Band Anti-Putin yang Menyusup ke Final Piala Dunia

"Ini merupakan pelanggaran. Petugas keamanan akan dikenai tindakan disiplin," ucapnya.

Pada laga pamungkas Piala Dunia, Minggu (15/7/2018), petugas berusaha mengejar anggota Pussy Riot yang bahkan sempat tos dengan penyerang muda Perancis Kylian Mbappe.

Petugas kemudian menangkap dan mengeluarkan perempuan dari band feminis yang anti-Putin tersebut.

Kritikan pun menyasar kepada petugas keamanan karena dinilai telalu kasar dalam mengamankan kelompok Pussy Riot.

"Ya, para petugas keamanan tidak profesional. Tapi tidak adil menuduh mereka terlalu kasar. Mereka yang menyusup ke lapangan terlalu licik," ucap Sorokin.

Seperti diketahui, empat demonstran dari band punk feminis menyerbu lapangan di stadion Luzhniki, Moskwa, ketika pertandingan antara Prancis dan Kroasia sedang berlangsung.

Mereka mengenakan seragam polisi palsu dan menyebabkan pertandingan berhenti sebentar selama pertandingan.

Baca juga: Mengenal Presiden Kroasia yang Curi Perhatian di Final Piala Dunia

Padahal, laga tersebut turut disaksikan oleh Presiden Vladimir Putin dan pemimpin negara timnas yang bertanding, serta pejabat lainnya.

Pussy Riot memprotes pelanggaran hak asasi manusia yang terjadi di Rusia.

Aksi menyusup ke pertandingan final Piala Dunia untuk menghormati kematian Dimitriy Prigov, seorang penyair dan pembangkang selama era Soviet.



Sumber Sky News
Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X