Diancam oleh AS, Mahkamah Kriminal Internasional Tak Gentar

Kompas.com - 11/09/2018, 19:53 WIB
Gedung Mahkamah Kriminal Internasional di Den Haag, Belanda.Thinkstock Gedung Mahkamah Kriminal Internasional di Den Haag, Belanda.

DEN HAAG, KOMPAS.com - Mahkamah Kriminal Internasional (ICC) menyatakan tak gentar dengan ancaman sanksi yang dilontarkan Amerika Serikat ( AS).

Respon tersebut keluar setelah AS melalui Penasihat Keamanan Nasional John Bolton berkoar siap menjatuhkan sanksi jika ICC "mengusik" AS dan sekutu mereka.

Dalam pernyataan tertulis seperti dikutip AFP Selasa (11/9/2018), ICC merupakan lembaga yudisial yang tak memihak dan independen.

Baca juga: AS Ancam Beri Sanksi kepada Mahkamah Kriminal Internasional

"ICC tak akan gentar, dan terus melanjutkan pekerjaannya sesuai dengan hukum yang berlaku," ujar badan peradilan yang berbasis di Den Haag, Belanda itu.

Sebelumnya, Bolton mengungkapkan Washington bakal menjatuhkan sanksi kepada para hakim dan jaksa penuntut ICC.

Pernyataan itu disampaikan setelah ada dua isu penting yang kini bersiap dihadapi ICC. Pertama adalah tudingan kejahatan perang yang dilakukan AS di Afghanistan.

2017 lalu, Jaksa Penuntut ICC Fatou Bensouda meminta akses penyelidikan penuh untuk menyeret sejumlah maupun pejabat intelijen Washington.

Kemudian yang kedua adalah langkah Palestina untuk membawa Israel ke ICC atas tuduhan pelanggaran HAM dan kejahatan perang di Jalur Gaza dan Tepi Barat.

Mantan Duta Besar AS untuk PBB itu menyebut, Negeri "Paman Sam" tidak mengakui lembaga hukum lain yang melebihi konstitusi mereka.

Bolton mengancam, AS bakal membekukan dana pejabat ICC yang ada di wilayah mereka, dan menggugat mereka sesuai dengan hukum AS.

"Kami tidak akan membantu ICC secuil pun. Lagipula dengan segala tujuannya, kami menganggap ICC sudah mati," koar Bolton.

"Jika mereka (ICC) berani menandatangi kami ataupun sekutu kami, jelas AS tidak akan duduk manis," lanjut politisi 69 tahun tersebut.

ICC dibentuk pada 1 Juli 2002 setelah pengadopsian Statuta Roma empat tahun sebelumnya. Hingga saat ini, ICC memiliki 123 negara anggota.

Lembaga tersebut mempunyai kewenangan menyidangkan kejahatan perang terburuk di dunia seperti genosida maupun pelanggaran kemanusiaan.

Meski begitu, mereka tak punya kewenangan untuk menangkap pelaku, dan berharap kerja sama dari setiap negara anggota.

AS merupakan salah satu negara yang tidak ikut menandatangani statuta tersebut, dan di 2002, Kongres mengesahkan undang-undang.

Peraturan itu mengizinkan pemerintah melakukan intervensi ke Belanda jika ada warganya yang diproses ICC.

Baca juga: AS Berencana Tutup Kantor Misi Diplomatik Palestina di Washington



Terkini Lainnya

Sampaikan Dukacita, Erdogan Sebut Morsi sebagai Martir

Sampaikan Dukacita, Erdogan Sebut Morsi sebagai Martir

Internasional
Mantan Presiden Mesir Mohamed Morsi Meninggal di Tengah Persidangan

Mantan Presiden Mesir Mohamed Morsi Meninggal di Tengah Persidangan

Internasional
Ledakan Misterius Terjadi di Perbatasan China dan Korea Utara

Ledakan Misterius Terjadi di Perbatasan China dan Korea Utara

Internasional
Dilanda Kekeringan, Namibia Bakal Jual 1.000 Satwa Liar

Dilanda Kekeringan, Namibia Bakal Jual 1.000 Satwa Liar

Internasional
Diundang Kim Jong Un, Xi Jinping Akan Kunjungi Korea Utara Pekan Ini

Diundang Kim Jong Un, Xi Jinping Akan Kunjungi Korea Utara Pekan Ini

Internasional
Protes Kekerasan oleh Pasien, Ribuan Dokter di India Gelar Aksi Mogok

Protes Kekerasan oleh Pasien, Ribuan Dokter di India Gelar Aksi Mogok

Internasional
Kisah Peluncuran 'Discovery STS-51G', Bawa Astronot Muslim Pertama

Kisah Peluncuran "Discovery STS-51G", Bawa Astronot Muslim Pertama

Internasional
Cadangan Uranium Iran Bakal Melebihi Batas pada 27 Juni

Cadangan Uranium Iran Bakal Melebihi Batas pada 27 Juni

Internasional
Viral soal Pengendara Tertib Berlalu Lintas di India, Ini Penjelasannya

Viral soal Pengendara Tertib Berlalu Lintas di India, Ini Penjelasannya

Internasional
Jumlah Hulu Ledak Nuklir di Dunia Dilaporkan Menurun tapi Lebih Modern

Jumlah Hulu Ledak Nuklir di Dunia Dilaporkan Menurun tapi Lebih Modern

Internasional
Pemerintah Saudi Tutup Kelab Malam 'Halal' di Hari Pembukaannya

Pemerintah Saudi Tutup Kelab Malam "Halal" di Hari Pembukaannya

Internasional
Otoritas Bangladesh Ubah Menu Sarapan di Penjara Setelah 200 Tahun

Otoritas Bangladesh Ubah Menu Sarapan di Penjara Setelah 200 Tahun

Internasional
Mencoba Trik Sulap Houdini, Pesulap Ini Malah Menghilang di Sungai

Mencoba Trik Sulap Houdini, Pesulap Ini Malah Menghilang di Sungai

Internasional
Presiden Brasil: Kriminalisasi Homofobia Justru Rugikan Kaum Gay

Presiden Brasil: Kriminalisasi Homofobia Justru Rugikan Kaum Gay

Internasional
Gelar Misa Perdana di Gereja Notre Dame, Uskup Agung Paris Pakai Helm Putih

Gelar Misa Perdana di Gereja Notre Dame, Uskup Agung Paris Pakai Helm Putih

Internasional

Close Ads X