Racuni Skripal, Dua Terduga Mata-mata Rusia Menyamar Jadi Pebisnis

Kompas.com - 07/09/2018, 17:46 WIB
Yulia Skripal (kiri) dan ayahnya, Sergei Skripal. Mereka ditemukan tidak sadar di Salisbury, Inggris, pada 4 Maret lalu. Sergei Skripal merupakan mantan mata-mata Rusia yang membelot ke Inggris. via BBCYulia Skripal (kiri) dan ayahnya, Sergei Skripal. Mereka ditemukan tidak sadar di Salisbury, Inggris, pada 4 Maret lalu. Sergei Skripal merupakan mantan mata-mata Rusia yang membelot ke Inggris.

LONDON, KOMPAS.com - Penyelidikan mengenai serangan racun saraf terhadap mantan agen ganda Rusia Sergei Skripal di Inggris mengungkapkan fakta baru.

Laporan pada Jumat (7/9/2018) seperti yang diwartakan AFP, dua terduga mata-mata Rusia yang menyerang Skripal dapat memasuki Inggris dengan menyamar sebagai pebisnis.

Dengan begitu, mereka mendapat izin visa untuk mengunjungi Inggris dan mengeksekusi rencana tersebut.

Surat kabar The Daily Telegraph mengutip seorang sumber pejabat keamanan secara anonim, yang mengatakan dua pria bernama Alexander Petrov dan Ruslan Boshirov mendapat visa dari konsulat Inggris di Saint Petersburg.

Baca juga: Begini Cara Dua Mata-mata Rusia Racuni Skripal dengan Novichok

Padahal, kedua pelaku itu merupakan anggota militer intelijen Rusia. Mereka disebut mengaku kepada otoritas terkait, bekerja pada bidang perdagangan internasional.

Keduanya juga menunjukkan kartu nama dan data rekening bank untuk membuktikan aset yang mereka miliki guna memperoleh visa.

Polisi menyatakan, kedua pria tersebut bepergian dengan menggunakan paspor Rusia sebagai Petrov dan Boshirov. Namun diketahui, itu bukan nama sebenarnya.

Pihak terkait sudah mengantongi nama asli keduanya. Kini, otoritas Inggris mengeluarkan peringatan kepada Eropa untuk menangkap mereka.

Petrov dan Boshirov dituding berupaya membunuh Skripal dan putrinya, Yulia, dengan novichok di kota Salisbury, Inggris, pada 3 Maret lalu.

Baca juga: Investigasi Ungkap Novichok dalam Botol Parfum Bisa Tewaskan 4.000 Orang

Operasi tersebut diyakini oleh Inggris telah didukung oleh pemerintah Rusia.

Halaman:
Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Sumber AFP
Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Internasional
Virus Corona di Iran Menyebar Cepat, 54 Orang Meninggal

Virus Corona di Iran Menyebar Cepat, 54 Orang Meninggal

Internasional
Paus Fransiskus Muncul untuk Pertama Kalinya sejak Dikabarkan Sakit

Paus Fransiskus Muncul untuk Pertama Kalinya sejak Dikabarkan Sakit

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X