Terjebak Topan Jebi, Turis Taiwan Harus Jadi WN China agar Dievakuasi

Kompas.com - 07/09/2018, 08:16 WIB
Sejumlah penumpang yang tertahan di Bandara Internasional Kansai mengantre bus yang akan mengalihkan mereka ke bandara di Kota Izumisano, Prefektur Osaka, Rabu (5/9/2018). Topan Jebi yang disebut sebagai topan terkuat dalam 25 tahun di Jepang menghantam pesisir negara tersebut pada Selasa, 4 September tengah hari, membawa angin dengan kecepatan maksimal 216 km/jam disertai hujan lebat. AFP PHOTO/JIJI PRESS/JAPAN OUTSejumlah penumpang yang tertahan di Bandara Internasional Kansai mengantre bus yang akan mengalihkan mereka ke bandara di Kota Izumisano, Prefektur Osaka, Rabu (5/9/2018). Topan Jebi yang disebut sebagai topan terkuat dalam 25 tahun di Jepang menghantam pesisir negara tersebut pada Selasa, 4 September tengah hari, membawa angin dengan kecepatan maksimal 216 km/jam disertai hujan lebat.
|

TOKYO, KOMPAS.com — Para turis Taiwan yang terjebak di Jepang saat angin topan Jebi menghantam diminta menyatakan diri sebagai warga negara China sebelum dievakuasi petugas Kedubes China.

Sebanyak 3.000 turis, termasuk 750 orang asal China dan 500 lainnya dari Taiwan, telantar Bandara Kansai sejak Selasa (4/9/2018).

Mereka telantar karena semua penerbangan dibatalkan. Landasan pacu tergenang air sebagai akibat terjangan topan Jebi.

Baca juga: INFOGRAFIK: Kembalinya Topan Jebi

Di saat Pemerintah Jepang menyediakan evakuasi dengan menggunakan bus atau perahu tanpa memedulikan kewarganegaraan para turis itu, hal sebaliknya dilakukan China.

Menurut harian Global Times terbitan Kamis (6/9/2018), Kedutaan Besar China hanya menyediakan bus evakuasi khusus untuk wisatawan asal negeri itu.

Harian itu mendapat pengakuan dari para turis yang dievakuasi bahwa mereka sebenarnya  berasal dari Taiwan.

Mereka harus mengaku sebagai warga negara China jika ingin naik ke atas bus evakuasi tersebut.

Meski faktanya Taiwan memiliki pemerintahan sendiri, Beijing menganggap negeri pulau itu sebagai provinsinya yang memisahkan diri.

"Beberapa turis Taiwan bertanya apakah mereka bisa menumpang bus yang disediakan Kedubes China," ujar seorang saksi mata yang merupakan warga China.

"Para petugas mengatakan, tentu saja boleh jika kalian menyatakan diri sebagai warga China," tambah saksi tersebut.

Halaman Selanjutnya
Halaman:


Sumber SCMP
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X