Kompas.com - 06/09/2018, 19:00 WIB

RAMALLAH, KOMPAS.com - Otoritas Palestina mengumumkan akan "segera" membuka kantor kedutaan besarnya di Paraguay.

Pengumuman tersebut disampaikan Menteri Luar Negeri Palestina, Riyad al-Maliki, pada Rabu (5/9/2018), menyusul langkah pemerintah Paraguay yang memindahkan kembali kantor kedutaan besarnya untuk Israel dari Yerusalem ke Tel Aviv.

Maliki menyebut pengumuman mengejutkan yang dikeluarkan Asuncion tersebut sebagai hasil lobi-lobi dan pendekatan yang dilakukannya, sembari menambahkan Presiden Palestina Mahmoud Abbas memuji pembalikkan pemindahan kedutaan besar itu sebagai langkah yang berani.

"Langkah berani yang ditunjukkan Pemerintah Paraguay ini menjadi contoh bagi semua negara dalam menghadapi keserakahan Israel dan upaya pemerintah Amerika yang memaksakan keputusan pemindahan kedutaan besarnya ke Yerusalem yang disebut-sebut sebagai kesepakatan abad ini," kata Maliki dilansir The Times of Israel.

Baca juga: Presiden Baru Paraguay Kembalikan Kedutaan di Israel ke Tel Aviv

Dilaporkan kantor berita Wafa, kedutaan besar Palestina di Paraguay nantinya akan menggantikan kantor diplomat Israel yang diperintahkan Perdana Menteri Benjamin Netanyahu untuk ditutup karena kecewa dengan langkah yang diambil Presiden Mario Abdo Benitez.

Keputusan pembalikkan kantor kedutaan besar Paraguay itu diambil hanya berselang empat bulan usai mantan presiden Horacio Cortez memindahkannya dari Tel Aviv ke Yerusalem, mengikuti langkah pemerintah AS di bulan Mei.

Jika rencana Palestina membuka kedutaan besar di Paraguay terlaksana, maka hal itu akan mempererat hubungan antara Ramallah dengan Asuncion, yang telah mengakui Palestina sebagai sebuah negara.

Menurut Wafa, Maliki telah memperingatkan kepada Asuncion akan membawa masalah kedutaan besar di Yerusalem ke Pengadilan Internasional di Den Haag, seperti yang akan mereka lakukan terhadap AS dan juga Guatemala yang telah membuka kedubes mereka di Yerusalem.

Keputusan Paraguay memindahkan kedubesnya dari Yerusalem menjadi pukulan keras pada upaya Perdana Menteri Benjamin Netanyahu yang ingin agar dunia internasional mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Israel.

"Israel melihat dengan serius keputusan tak biasa yang dilakukan Paraguay, yang berpotensi memperkeruh hubungan bilateral," kata Netanyahu dalam sebuah pernyataan.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.