Pelajaran Menulis Paling Berharga dari Peraih Nobel Sastra VS Naipaul

Kompas.com - 04/09/2018, 19:45 WIB
 V.S. Naipaul, peraih nobel sastra, meninggal dunia pada 11 Agustus 2018 di usia ke-85. AFP PHOTO / RAVEENDRAN V.S. Naipaul, peraih nobel sastra, meninggal dunia pada 11 Agustus 2018 di usia ke-85.

Beberapa tahun kemudian ketika saya membaca bukunya Finding the Centre: Two Narratives (esai yang menjelaskan caranya meneliti dan menulis), saya mulai mengerti bahwa pendekatannya – pencarian tak berujung akan suatu tatanan atau pusat atau rumah – adalah dasar pencariannya tentang kebenaran.

Ini juga mengungkapkan sisi lembut yang mengejutkan – kerendahan hati seorang pria yang pada saat itu memiliki reputasi yang tidak tertandingi karena mudah tersinggung dan cenderung mementingkan diri sendiri.

Kenyataanya adalah, VS Naipaul menyukai setiap orang. Ia menemukan ketenangan dalam cerita mereka.

Baca juga: Evolusi Musik Molam di Tengah Pusaran Politik Thailand

Apa yang ia tak sukai adalah kekakuan dari teori, sistem, dan filosofi keagamaan yang ditegakkan oleh orang-orang dalam kehidupan mereka. Ia sangat mengutuknya.

Novelnya yang paling sukses mengisahkan tentang Mohun Biswas dan Salim, pedagang dari pesisir timur Afrika, yang mencoba menegaskan kemerdekaan dan integritas mereka di tengah sistem yang mendikte dan tak kenal ampun.

Ketika saya memperhatikannya berkelakar tentang cerita, pengamatan, pemahaman, dan emosi dari teman bicaranya, saya mulai menyadari signifikansi dan maksud atas apa yang segala ia lakukan.

Bagi VS Naipaul, sang penulis, hal itu cukup mudah. Ia mempunyai target: memahami lalu menulis tentang negeri-negeri Muslim non-Arab ini. Untuk itu, ia mengumpulkan semua cerita dan narasi yang dapat membantunya ‘membaca’ tanah yang asing ini.

Namun ia tidak senantiasa hanya menanyakan tentang iman dan kepercayaan mereka. Detail rinci tentang keseharian dan kebiasaan dalam hidup penduduk lokal memberikannya sebuah fondasi yang darinya dibangun narasi dan argumen.

Dengan ‘menelan’ kehidupan dan ‘menyerap’ kisah sumbernya, ia dapat memahami dunia mereka luar dalam.

Saat saya pertama kali menemuinya di Kuala Lumpur pada tahun 1990-an, saya sudah mulai menulis kolom saya ‘Ceritalah’. Setelah mengamati caranya membangun materi, saya tersadar bahwa saya sendiri ternyata juga melakukan hal yang sama, terutama karena saya mulai lebih sering bepergian di sekitar Asia Tenggara.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku
Komentar


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Israel Klaim 1 Lagi Komandan Jihad Islam dan Keluarganya Tewas dalam Serangan

Israel Klaim 1 Lagi Komandan Jihad Islam dan Keluarganya Tewas dalam Serangan

Internasional
Berdebat dengan Demonstran Hong Kong, Kepala Pria 70 Tahun Dilempar Batu Bata

Berdebat dengan Demonstran Hong Kong, Kepala Pria 70 Tahun Dilempar Batu Bata

Internasional
Dianggap Terlalu Awal, Keluarga di Texas Ini Diminta Copot Hiasan Natal

Dianggap Terlalu Awal, Keluarga di Texas Ini Diminta Copot Hiasan Natal

Internasional
Ekor Anak Anjing Ini Tumbuh di Kepala

Ekor Anak Anjing Ini Tumbuh di Kepala

Internasional
Komandannya Tewas Diserang, Jihad Islam Tembakkan Roket Tiap 7 Menit ke Israel

Komandannya Tewas Diserang, Jihad Islam Tembakkan Roket Tiap 7 Menit ke Israel

Internasional
Hadapi Polisi, Pelajar Hong Kong Mempersenjatai Diri dengan Panah dan Tombak

Hadapi Polisi, Pelajar Hong Kong Mempersenjatai Diri dengan Panah dan Tombak

Internasional
Menlu Retno: Saatnya Wanita Bekerja Bersama Membawa Panji Toleransi

Menlu Retno: Saatnya Wanita Bekerja Bersama Membawa Panji Toleransi

Internasional
Datang ke AS, Erdogan Mengaku Kembalikan Surat yang Ditulis Trump

Datang ke AS, Erdogan Mengaku Kembalikan Surat yang Ditulis Trump

Internasional
Mantan Pemimpin ISIS Baghdadi Pasang Koneksi Internet di Persembunyiannya

Mantan Pemimpin ISIS Baghdadi Pasang Koneksi Internet di Persembunyiannya

Internasional
Ribuan Burung Mati Misterius di Danau Pedalaman India

Ribuan Burung Mati Misterius di Danau Pedalaman India

Internasional
[POPULER INTERNASIONAL] Sungai di Korsel Berubah Merah karena Darah Babi | Pria Diborgol karena Sandwich

[POPULER INTERNASIONAL] Sungai di Korsel Berubah Merah karena Darah Babi | Pria Diborgol karena Sandwich

Internasional
Pemimpin Oposisi Inggris Sebut Eks Pemimpin ISIS Baghdadi Harus Ditangkap Hidup-hidup

Pemimpin Oposisi Inggris Sebut Eks Pemimpin ISIS Baghdadi Harus Ditangkap Hidup-hidup

Internasional
Istrinya Habis Rp 600 Juta di Harbolnas China, Pria Ini Ingin Bunuh Diri

Istrinya Habis Rp 600 Juta di Harbolnas China, Pria Ini Ingin Bunuh Diri

Internasional
Kasus 2 Remaja Tewas Ditabrak Mobil di Jakarta, Bagaimana Hukum Penggunaan Skuter Listrik di Negara Lain?

Kasus 2 Remaja Tewas Ditabrak Mobil di Jakarta, Bagaimana Hukum Penggunaan Skuter Listrik di Negara Lain?

Internasional
Lakukan Pelecehan Seksual, Pelaku Malah Salahkan Korban

Lakukan Pelecehan Seksual, Pelaku Malah Salahkan Korban

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X