Arab Saudi Anggarkan Rp 11 Triliun untuk Pisahkan Qatar dari Daratan

Kompas.com - 01/09/2018, 12:32 WIB
Lokasi perbatasan wilayah Arab Saudi dengan Qatar di Abu Samrah. Lokasi tersebut telah ditutup sejak Juni 2017 menyusul blokade yang dijalankan pemerintah Saudi terhadap Qatar. AFP/KARIM JAAFARLokasi perbatasan wilayah Arab Saudi dengan Qatar di Abu Samrah. Lokasi tersebut telah ditutup sejak Juni 2017 menyusul blokade yang dijalankan pemerintah Saudi terhadap Qatar.

RIYADH, KOMPAS.com — Arab Saudi mengisyaratkan bakal melanjutkan rencana menggali kanal yang akan mengubah Semenanjung Qatar menjadi pulau yang terpisah dari daratan Arab.

Isyarat tersebut datang dari pernyataan salah satu pejabat senior Kerajaan Saudi, Saud al-Qahtani, yang juga merupakan penasinat Putra Mahkota Arab Saudi Mohammed bin Salman.

"Saya sudah tidak sabar untuk menantikan rincian tentang proyek Pulau Salwa yang akan mengubah geografis kawasan itu," kata al-Qahtani melalui akun Twitter-nya.

Melansir dari AFP, proyek yang dinamakan Pulau Salwa itu secara fisik akan memisahkan wilayah Semenanjung Qatar dengan daratan Saudi. Hal ini akan menandai konflik terbaru dalam perselisihan selama 14 bulan yang terjadi antara kedua negara.

Baca juga: Dukung Turki, Qatar Janjikan Investasi Langsung Rp 219 Triliun

Pada April lalu, situs berita pro-pemerintah Saudi, Sabq, memberitakan rencana pemerintah yang akan menggali saluran sepanjang 60 kilometer dengan lebar 200 meter di sepanjang perbatasan wilayah kerajaan dengan negara Qatar.

Proyek pembuatan kanal itu diperkirakan menelan anggaran hingga 2,8 miliar riyal atau sekitar Rp 11 triliun.

Sebagian dari kanal itu nantinya akan digunakan untuk fasilitas pengolahan limbah nuklir. Demikian diberitakan situs tersebut.

Sementara Juni lalu, surat kabar Makkah melaporkan, lima perusahaan yang bergerak di bidang penggalian telah diundang untuk mengajukan penawaran terkait proyek bersejarah tersebut dan pengumuman pemenang dijadwalkan pada September.

Otoritas Saudi tidak menanggapi permintaan untuk berkomentar mengenai proyek tersebut, sementara belum ada tanggapan dari pemerintah Qatar.

Arab Saudi bersama dengan Uni Emirat Arabm Bahrain dan Mesir telah memutuskan hubungan diplomatik maupun perdagangan dengan Qatar sejak Juni 2107 lalu.

Negara-negara Arab tersebut menuduh Qatar telah mendukung terorisme dan berhubungan terlalu dekat dengan rival Saudi, Iran. Tuduhan itu telah berulang kali dibantah oleh Doha.

Baca juga: Qatar Sebut Warganya Gagal Ikuti Musim Haji Tahun Ini

Akibat perselisihan tersebut, Qatar kini terisolasi dengan perbatasan darat satu-satunya dengan Saudi ditutup, maskapai penerbangan pun dilarang melewati wilayah udara negara tetangga dan warganya di luar negeri telah diusir paksa.

Upaya mediasi untuk mendamaikan kedua kubu telah dilakukan Kuwait dan juga AS, yang memiliki pangkalan udara di Qatar. Namun, hingga kini hal itu belum mampu menyelesaikan perselisihan.



Sumber AFP
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X