AS Potong Bantuan untuk Gaza dan Tepi Barat Rp 2 Triliun

Kompas.com - 25/08/2018, 11:27 WIB
Hani al-Laham terlihat menyapu jalanan di dekat kios kopi di Gaza City pada 4 Juni lalu. Selama berbulan-bulan, pegawai pemerintah di bagian keamanan itu tidak menerima gajinya karena konflik internal Otoritas Palestina (PA). AFP/MOHAMMED ABEDHani al-Laham terlihat menyapu jalanan di dekat kios kopi di Gaza City pada 4 Juni lalu. Selama berbulan-bulan, pegawai pemerintah di bagian keamanan itu tidak menerima gajinya karena konflik internal Otoritas Palestina (PA).

WASHINGTON DC, KOMPAS.com - Amerika Serikat ( AS) dilaporkan memotong bantuan yang diperuntukkan ke Jalur Gaza dan Tepi Barat.

Dilaporkan USA Today Jumat (24/8/2018), nominal sebesar 200 juta dolar AS, sekitar Rp 2,9 triliun, bakal dialihkan ke proyek yang menguntungkan.

Langkah pemotongan itu diambil setelah Kementerian Luar Negeri meninjau apakah bantuan tersebut sesuai dengan kebijakan AS dan keinginan para pembayar pajaknya.

Baca juga: PBB: Gaza Mulai Kehabisan Pasokan Bahan Bakar

Dalam keterangan resminya, Kemenlu AS menyatakan tantangan yang dihadapi oleh dunia internasional adalah berkuasanya Hamas di Gaza.

"Keberadaan Hamas mengancam penduduk Gaza, dan semakin menurunkan situasi ekonomi maupun kemanusiaan yang sudah mengerikan," tutur Kemenlu AS.

Langkah itu mendapat protes dari para politisi Demokrat. Mereka berkata pemerintahan Presiden Donald Trump semakin menjauhkan AS dari usaha perdamaian Israel- Palestina.

"Selama satu tahun dan delapan bulan menjabat, Trump tak mengumumkan sebuah kebijakan jelas untuk mengatasi konflik dua negara," jelas Senator Patrick Leahy.

BBC memberitakan, hubungan antara Palestina dan Negeri "Paman Sam" memburuk sejak Trump menjabat di Januari 2017.

6 Desember 2017, Trump membuat pernyatan mengejutkan dengan mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Israel, dan memindahkan kedutaan dari Tel Aviv ke sana.

Palestina membalas dengan menyatakan bahwa AS sudah tidak lagi memiliki peran dalam proses mediasi, dan menangguhkan kontak dengan mereka.

Setelah itu, AS membuat kebijakan dengan menghentikan bantuan kepada Palestina melalui Undang-undang Taylor Force Juni lalu.

Undang-undang itu bertujuan mendesak Otoritas Palestina (PA) menangguhkan pembayaran bagi keluarga atau individu yang dituduh melakukan aksi teror ke Israel.

Baca juga: 45 Sekolah Palestina di Tepi Barat Terancam Dihancurkan Israel

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Sumber BBC,USA Today
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Manajer Sidang Pemakzulan: Trump Menipu guna Menangi Pilpres AS 2020

Manajer Sidang Pemakzulan: Trump Menipu guna Menangi Pilpres AS 2020

Internasional
Pemakzulan Trump: Demokrat Tolak Tawaran 'Pertukaran Saksi'

Pemakzulan Trump: Demokrat Tolak Tawaran "Pertukaran Saksi"

Internasional
Tak Sengaja Berikan Kunci Mobil Saat Kampanye, Politisi Peru Ini Minta Bantuan Netizen

Tak Sengaja Berikan Kunci Mobil Saat Kampanye, Politisi Peru Ini Minta Bantuan Netizen

Internasional
Berkunjung ke Gereja di Yerusalem, Presiden Perancis Berteriak ke Keamanan Israel

Berkunjung ke Gereja di Yerusalem, Presiden Perancis Berteriak ke Keamanan Israel

Internasional
[POPULER INTERNASIONAL] Kesaksian Pengantin Pesanan China | Gadis di Gresik Tulis Surat ke PM Australia

[POPULER INTERNASIONAL] Kesaksian Pengantin Pesanan China | Gadis di Gresik Tulis Surat ke PM Australia

Internasional
Ibu di India Ini Jual Rambut Rp 28.000 demi Beri Makan 3 Anaknya

Ibu di India Ini Jual Rambut Rp 28.000 demi Beri Makan 3 Anaknya

Internasional
Berhubungan Seks Saat Jam Kerja, Polisi di New York Ini Dipindahtugaskan

Berhubungan Seks Saat Jam Kerja, Polisi di New York Ini Dipindahtugaskan

Internasional
Korban Meninggal Virus Corona di China Bertambah Jadi 9 Orang, Disebut Bisa Bermutasi

Korban Meninggal Virus Corona di China Bertambah Jadi 9 Orang, Disebut Bisa Bermutasi

Internasional
Debat Lebih dari 12 Jam, Senat AS Setujui Aturan Sidang Pemakzulan Trump

Debat Lebih dari 12 Jam, Senat AS Setujui Aturan Sidang Pemakzulan Trump

Internasional
Pengakuan Pengantin Pesanan di China: 2 Kali Menikah, Sering Dipukuli

Pengakuan Pengantin Pesanan di China: 2 Kali Menikah, Sering Dipukuli

Internasional
Putra Mahkota MBS Dituding Retas Ponsel Jeff Bezos, Arab Saudi Beri Jawaban

Putra Mahkota MBS Dituding Retas Ponsel Jeff Bezos, Arab Saudi Beri Jawaban

Internasional
Permalukan Orang Pakai Piyama di Jalan, Kota di China Meminta Maaf

Permalukan Orang Pakai Piyama di Jalan, Kota di China Meminta Maaf

Internasional
Putra Mahkota Arab Saudi Disebut Retas Ponsel Orang Terkaya Dunia pada 2018

Putra Mahkota Arab Saudi Disebut Retas Ponsel Orang Terkaya Dunia pada 2018

Internasional
Kisah Pengantin Pesanan China: Anak Saya Diejek Anak Pelacur

Kisah Pengantin Pesanan China: Anak Saya Diejek Anak Pelacur

Internasional
Keluarga Editor Mongabay Philip Jacobson yang Ditahan di Indonesia Sudah Diberi Tahu

Keluarga Editor Mongabay Philip Jacobson yang Ditahan di Indonesia Sudah Diberi Tahu

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X