45 Sekolah Palestina di Tepi Barat Terancam Dihancurkan Israel - Kompas.com

45 Sekolah Palestina di Tepi Barat Terancam Dihancurkan Israel

Kompas.com - 05/02/2018, 20:47 WIB
Anak-anak Palestina tengah menghangatkan diri di luar rumah mereka di Beit Hanun, sebuah kota yang terletak di utara Jalur Gaza (28/1/2018).EPA Photo/Daily Sabah Anak-anak Palestina tengah menghangatkan diri di luar rumah mereka di Beit Hanun, sebuah kota yang terletak di utara Jalur Gaza (28/1/2018).

RAMALLAH, KOMPAS.com - Kantor PBB untuk Koordinasi Bidang Kemanusiaan (OCHA) melansir, 45 sekolah di Palestina terancam dihancurkan oleh militer Israel.

Anadolu via Daily Sabah melaporkan Senin (5/2/2018), kebanyakan sekolah yang bakal dihancurkan diklaim tidak mempunyai izin dari Israel.

"Jelas, sangat sulit bagi mereka untuk mendapatkan izin tersebut," kata Koordinator OCHA untuk Palestina, Roberto Valent.

Valent memaparkan, terdapat 45 sekolah yang terletak di Tepi Barat dengan rincian 37 di Area C, dan delapan di Yerusalem Timur.

Baca juga : Terpisah oleh Tembok Israel, Keluarga Palestina Ini Dirikan Republik

Sesuai dengan Perjanjian Oslo yang diteken pada 1995, Tepi Barat dibagi menjadi wilayah A, B, dan C.

Wilayah A diberikan sepenuhnya kepada Palestina. Untuk wilayah B, pemerintahan dipegang Palestina, namun keamanannya menjadi tanggung jawab Israel. Sedangkan wilayah C mutlak milik Israel.

Valent menjelaskan, militer Israel dilaporkan telah memulai penghancuran kepada dua kelas milik komunitas pengungsi Abu Nuwar yang terletak di Bedouin, wilayah C.

Akibat penghancuran tersebut, 26 anak Palestina tidak bisa memperoleh hak mendapat pendidikan.

Valent menyatakan sangat menyesalkan kejadian itu. Sebab, Abu Nuwar merupakan kawasan yang paling membutuhkan bantuan kemanusiaan di Tepi Barat.

Apalagi, kawasan itu masuk ke dalam wilayah C yang notabene merupakan milik pemerintah Israel.

Sekitar 700 orang pengungsi yang berada di sana selalu mendapat tekanan dari otoritas Israel agar meninggalkan daerah tersebut.

"Ini merupakan insiden keenam yang dilakukan tentara Israel di wilayah tersebut sejak Februari 2016," beber Valent.

Valent melanjutkan, militer Israel diduga tidak mengantongi izin untuk merobohkan institusi pendidikan yang didanai oleh Uni Eropa (UE) itu.

Baca juga : Yasser Arafat, Pemimpin Palestina yang Tak Bisa Dibunuh Israel


EditorArdi Priyatno Utomo
Komentar

Terkini Lainnya

Survei Alvara: Elektabilitas Jokowi 46,8 persen, Prabowo 27,2 persen

Survei Alvara: Elektabilitas Jokowi 46,8 persen, Prabowo 27,2 persen

Nasional
Belasan Ribu Surat Suara Pilgub Jateng di Purbalingga Rusak

Belasan Ribu Surat Suara Pilgub Jateng di Purbalingga Rusak

Regional
Kecelakaan Sepeda Motor di Madiun, Tiga Orang Tewas

Kecelakaan Sepeda Motor di Madiun, Tiga Orang Tewas

Regional
Polisi Upayakan Kasus Remaja Curi Koper di Bandara Diselesaikan di Luar Pengadilan

Polisi Upayakan Kasus Remaja Curi Koper di Bandara Diselesaikan di Luar Pengadilan

Megapolitan
Kesaksian Warga soal Ribuan E-KTP yang Tercecer di Bogor

Kesaksian Warga soal Ribuan E-KTP yang Tercecer di Bogor

Regional
Ibu di India Tak Sadar Telah Digigit Ular, Anak Meninggal Usai Menyusu

Ibu di India Tak Sadar Telah Digigit Ular, Anak Meninggal Usai Menyusu

Internasional
Petasan Meledak, Rumah Hancur dan Satu Orang Meninggal Dunia

Petasan Meledak, Rumah Hancur dan Satu Orang Meninggal Dunia

Regional
Tak Peduli Merek, DV Curi Koper Apa Saja yang Ada di Hadapannya

Tak Peduli Merek, DV Curi Koper Apa Saja yang Ada di Hadapannya

Megapolitan
Akibat Galian Resapan Air Tanpa Pembatas, Mobil Terperosok ke Lubang

Akibat Galian Resapan Air Tanpa Pembatas, Mobil Terperosok ke Lubang

Megapolitan
Remaja DV Kerap Lakukan Pencurian Koper di Bandara Sepulang Sekolah

Remaja DV Kerap Lakukan Pencurian Koper di Bandara Sepulang Sekolah

Megapolitan
Anggota Komisi II Minta Kemendgari Jamin Tak Ada Penyalahgunaan E-KTP

Anggota Komisi II Minta Kemendgari Jamin Tak Ada Penyalahgunaan E-KTP

Nasional
Remaja Curi 10 Koper di Bandara Soekarno-Hatta karena Ingin Mengoleksi

Remaja Curi 10 Koper di Bandara Soekarno-Hatta karena Ingin Mengoleksi

Megapolitan
Masuk Lewat 'Exit Gate', Begini Cara Remaja Ini Curi Koper di Bandara

Masuk Lewat "Exit Gate", Begini Cara Remaja Ini Curi Koper di Bandara

Megapolitan
Putin Isyaratkan Ingin Kembali Jabat Posisi Perdana Menteri pada 2024

Putin Isyaratkan Ingin Kembali Jabat Posisi Perdana Menteri pada 2024

Internasional
Enggan Cerita Masalahnya, Pemuda Malah Terjun ke Citarum di Hadapan Teman

Enggan Cerita Masalahnya, Pemuda Malah Terjun ke Citarum di Hadapan Teman

Regional

Close Ads X