Rusia: Sanksi AS Tidak Bisa Diterima

Kompas.com - 09/08/2018, 19:01 WIB
Jurubicara Kremlin Dmitry PeskovAFP/MAXIM SHEMETOV Jurubicara Kremlin Dmitry Peskov

MOSKWA, KOMPAS.com - Kremlin mengecam keputusan AS yang menjatuhkan sanksi baru kepada Rusia dan menyebutnya sebuah tindakan yang tidak dapat diterima.

Sanksi AS tersebut dijatuhkan sebagai tanggapan atas keterlibatan Rusia dalam kasus serangan racun saraf di Salisbury, Inggris.

Kendati demikian, Moskwa masih berharap dapat menjalin hubungan yang saling membangun dengan Washington.

Pernyataan tersebut disampaikan juru bicara Kremlin, Dmitry Peskov, sehari setelah AS menjatuhkan sanksi baru kepada Rusia.

Baca juga: AS Berlakukan Sanksi Baru untuk Rusia Terkait Kasus Racun Saraf

"Kami anggap secara tegas tidak dapat diterima mengkaitkan sanksi baru, yang kami anggap ilegal, dengan kasus di Salisbury," kata Peskov, Kamis (9/8/2018).

Peskov mengacu pada kasus percobaan pembunuhan terhadap mantan agen ganda Sergei Skripal yang terpapar racun saraf Novichok di Inggris beberapa waktu lalu.

"Namun Moskwa masih mengharapkan akan dapat membangun hubungan yang konstruktif dengan Washington," tambahnya seperti dilansir AFP.

Sebelumnya, pada Rabu (8/8/2018), pemerintah AS mengumumkan sanksi baru kepada Rusia yang diyakini terlibat dalam kasus percobaan pembunuhan mantan agen ganda dengan menggunakan racun saraf.

Tidak dijelaskan secara rinci sanksi baru AS terhadap Rusia tersebut, namun pemberlakuannya akan dimulai pada 22 Agustus 2018 mendatang.

Meski belum diberlakukan, sanksi baru tersebut dikabarkan telah berdampak pada pasar Rusia, dengan nilai mata uang rubel mencapai titik terendah dalam hampir dua tahun terakhir.

Dilaporkan BBC, sanksi yang dijatuhkan terkait dengan ekspor komponen elektronik yang sensitif dan teknologi lainnya.

Baca juga: Dampak Kebijakan Tarif Trump, Perusahaan AS Ini Berhentikan Hampir Semua Karyawannya

AS bahkan mengancam akan menjatuhkan sanksi yang lebih berat dalam 90 hari, apabila Rusia gagal memberi jaminan tidak akan menggunakan senjata kimia.

Selain itu, Rusia juga harus mendapat inspeksi langsung oleh PBB.

Sementara pemerintah Inggris, menyambut baik langlah-langkah yang diambil Washington.

Juru bicara perdana menteri Inggris mengatakan, sanksi itu telah mengirim pesan tegas kepada Rusia bahwa sikap provokatif dan sembrononya tidak diragukan.

"Terima kasih kepada Amerika Serikat karena telah berdiri teguh dengan kami dalam hal ini," kata Menteri Luar Negeri Jeremy Hunt dalam twitnya.


Terkini Lainnya

MK Segera Gelar Uji Materi soal Surat Suara untuk Pemilih Pindah TPS

MK Segera Gelar Uji Materi soal Surat Suara untuk Pemilih Pindah TPS

Nasional
Mengaku Punya Penyakit, Romahurmuziy Minta Berobat di Luar KPK

Mengaku Punya Penyakit, Romahurmuziy Minta Berobat di Luar KPK

Nasional
Bakal Jadi 'Park and Ride' untuk Stasiun MRT, Begini Kondisi Lahan Jakarta Tourisindo

Bakal Jadi "Park and Ride" untuk Stasiun MRT, Begini Kondisi Lahan Jakarta Tourisindo

Megapolitan
Wiranto: Pemilu 2019 Ajang Memilih Pemimpin, Bukan Mengadu Pemimpin

Wiranto: Pemilu 2019 Ajang Memilih Pemimpin, Bukan Mengadu Pemimpin

Nasional
Polisi Korsel Tahan 2 Pria dalam Kasus Kamera Tersembunyi di Hotel

Polisi Korsel Tahan 2 Pria dalam Kasus Kamera Tersembunyi di Hotel

Internasional
Romahurmuziy Minta Kasus yang Menjeratnya Tak Dikaitkan dengan PPP

Romahurmuziy Minta Kasus yang Menjeratnya Tak Dikaitkan dengan PPP

Nasional
Menginap di Tahanan, Romahurmuziy Habiskan Waktu dengan Baca Buku

Menginap di Tahanan, Romahurmuziy Habiskan Waktu dengan Baca Buku

Nasional
Petugas Lapas Banceuy Pergoki Napinya Ambil Narkotika di WC

Petugas Lapas Banceuy Pergoki Napinya Ambil Narkotika di WC

Regional
Pemerintah Venezuela Tahan Kepala Staf Oposisi Atas Tuduhan Terorisme

Pemerintah Venezuela Tahan Kepala Staf Oposisi Atas Tuduhan Terorisme

Internasional
Pemilu Kurang dari Sebulan, KPU Jaktim Masih Tunggu Surat Suara DPD

Pemilu Kurang dari Sebulan, KPU Jaktim Masih Tunggu Surat Suara DPD

Megapolitan
Dilaporkan ke Bawaslu karena Disebut Biarkan Hoaks, Ini Penjelasan Ma'ruf Amin

Dilaporkan ke Bawaslu karena Disebut Biarkan Hoaks, Ini Penjelasan Ma'ruf Amin

Nasional
Wali Kota Semarang Janji Bantu Perbaiki Rumah Abu di Kelenteng Tay Kak Sie yang Terbakar

Wali Kota Semarang Janji Bantu Perbaiki Rumah Abu di Kelenteng Tay Kak Sie yang Terbakar

Regional
Azan Pun Berkumandang di Seluruh Selandia Baru

Azan Pun Berkumandang di Seluruh Selandia Baru

Internasional
Memetik Pelajaran dari Pencurian Dana BOS di Mobil Kepala Sekolah di Bekasi...

Memetik Pelajaran dari Pencurian Dana BOS di Mobil Kepala Sekolah di Bekasi...

Megapolitan
Romahurmuziy Diperiksa Perdana sebagai Tersangka di KPK

Romahurmuziy Diperiksa Perdana sebagai Tersangka di KPK

Nasional

Close Ads X