Kompas.com - 09/08/2018, 12:04 WIB

SYDNEY, KOMPAS.com - Pemerintah Australia merelaksasi aturan tentang menembak kanguru di negara bagian New South Wales, yang kini dinyatakan 100 persen mengalami kekeringan.

Selama berbulan-bulan, curah hujan kecil atau bahkan tidak hujan sama sekali menyelimuti negara bagian tersebut.

Melansir dari CNN, Rabu (8/8/2018), kondisi kekeringan menyebabkan kanguru harus berkompetisi dengan hewan ternak untuk mendapat makanan dan air.

Baca juga: Kini Giliran Australia Desak Korea Utara Kembalikan Kerangka Tentara

"Ini sangat sulit, tidak ada seorang pun yang tidak berharap turunnya hujan di perternakan kami dan juga di lingkungan masyarakat," kata Menteri Industri Primer Niall Blair dalam sebuah pernyataan.

"Banyak peternak yang membawa ternak dari padang mereka, dan melihat kanguru bergerak masuk serta mengambil apa pun yang tersisa," ucapnya.

Aturan baru akan meningkatkan kuota perburuan dan akan ada lebih banyak penembak yang beroperasi di bawah lisensi tunggal.

"Jika kita tidak mengatur situasi ini, kita akan melihat puluhan ribu kanguru kelaparan dan menderita," ujar Blair.

Seperti diketahui, Australia telah lama menghadapi kondisi kering dan menyengat, terutama di wilayah pedalaman, jauh dari area pantai yang populer di kalangan wisatawan.

Universitas Melbourne bahkan menyebut kekeringan kali ini bisa menjadi yang terburuk dalam 400 tahun terakhir.

Kekeringan juga memukul hasil produksi pertanian karena kurangnya tanaman, air, dan makanan ternak.

Baca juga: Seorang Tentara Australia Terjebak Lima Hari di Gunung Selandia Baru

Peternak kesulitan memberi makan ternak. Banyak yang terpaksa menjual atau menyembelih ternak, sehingga mempengaruhi industri peternakan yang baru pulih.

Petani juga terpaksa membuldoser ladang mereka, menyebabkan seluruh keluarga tidak memperoleh penghasilan.

Selain itu , stres juga berpotensi menimpa kalangan petani. Penelitian Universitas Newcastle mengungkap, petani berusia di bawah 35 tahun rentan terhadap stres dan dampak negatif dari kekeringan.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Sumber CNN
 
Pilihan Untukmu


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.