Kotoran Manusia yang Menggunung Jadi Masalah di Everest

Kompas.com - 06/08/2018, 16:40 WIB
Pendaki meninggalkan sampah di Gunung Everest science alertPendaki meninggalkan sampah di Gunung Everest
|

Produk akhir dari proses ini adalah gas metana yang bisa digunakan untuk memasak atau penerangan. Selain itu sisanya bisa digunakan sebagai pupuk.

"Cara mengubah barang yang menjijikkan menjadi dua produk yang bisa digunakan warga Nepal," ujar Porter.

Sayangnya, kata Porter, para pendaki kerap menggunakan antibiotik sehingga awalnya dia khawatir antibiotik di dalam kotoran akan memengaruhi kemampuan mikroorganisme untuk mengubah kotoran menjadi metana.

Namun, Porter melanjutkan sebuah digester mini di Universitas Kathmandu sukses mengubah kotoran manusia yang berasal dari kamp pendaki menjadi gas metana.

Meski demikian, tim masih harus menguji apakah sisa proses ini bebas dari mikroorganisme jahat sehingga aman jika digunakan sebagai pupuk.

Porter mengatakan, mereka akan melakukan uji coba limbah proses biogas itu  tahun ini. Dan jika terbukti berbahaya maka rencana selanjutkan adalan menyaring zat-zat tidak baik itu dengan menggunakan sistem septik bawah tanah.

Porter memperkirakan digester pertama akan memakan biaya sekitar 500.000 dolar AS atau sekitar Rp 7,2 miliar.

Biaya semahal itu lebih disebabkan karena ongkos untuk membawa benda-benda itu ke Gorak Shep di ketinggian 5.100 meter dari permukaan laut.

Yongji Doma dari SPCC berharap proyek ini akan sukses sehingga masalah kotoran manusia di gunung tertinggi di dunia itu bisa teratasi.

Baca juga: Pendakian Kedelapan, Pendaki Asal Jepang Nobukazu Kuriki Tewas di Gunung Everest

"Solusi ini amat inovatif untuk mengatasi masalah kotoran manusia dalam jangka panjang, sebab saat ini cara kami melakukannya tidak baik, tidak berkelanjutan," ujar Doma.

Sementara bagi Porter upayanya ini adalah bagian dari membayar utang kepada rakyat Nepal.

"Saya juga menjadi bagian dari masalah ini, sehingga saya harap kini kami bisa menjadi bagian dari solusi," tambah dia.

Halaman:
Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Sumber CNN
Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Internasional
Virus Corona di Iran Menyebar Cepat, 54 Orang Meninggal

Virus Corona di Iran Menyebar Cepat, 54 Orang Meninggal

Internasional
Paus Fransiskus Muncul untuk Pertama Kalinya sejak Dikabarkan Sakit

Paus Fransiskus Muncul untuk Pertama Kalinya sejak Dikabarkan Sakit

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X