Kotoran Manusia yang Menggunung Jadi Masalah di Everest

Kompas.com - 06/08/2018, 16:40 WIB
Pendaki meninggalkan sampah di Gunung Everest science alertPendaki meninggalkan sampah di Gunung Everest
|

Yangji Doma dari SPCC sepakat bahwa cara manajemen kotoran manusia di Gunung Everest adalah sebuah problem.

"Kami memastikan kotoran tidak dibuang di gletser. Namun, masalah utamanya adalah di sama amat dingin sehingga kotoran itu tak cepat terurai," ujar Yangji.

Akhirnya Porter bersama rekannya sesama pendaki Dan Mazur menjalankan proyek biogas Gunung Everest hampir delapan tahun lalu untuk mencoba mengurangi kerusakan lingkungan ini.

Selama bertahun-tahun, Porter dan Mazur memikirkan ide untuk memasang sebuah biogas digester di Gorak Shep untuk mengubah kotoran manusia menjadi gas metana.

Cara ini digunakan di seluruh dunia dan mudah dibuat. Namun, sulit dioperasikan di tempat yang amat tinggi dengan suhu di bawah nol derajat Celcius.

Hal itu terjadi karena proses untuk mengubah kotoran menjadi gas metana membutuhkan bakteri di dalam sampah organik.

"Dan mikroorganisme hidup ini butuh suhu yang hangat," papar Porter.

Proyek biogas Gunung Everest ini rencananya menggunakan panel surya untuk mentransmisikan panas ke dalam digester.

Mereka juga menggunakan baterai untuk menyimpan energi di saat matahari tidak bersinar.

Produk akhir dari proses ini adalah gas metana yang bisa digunakan untuk memasak atau penerangan. Selain itu sisanya bisa digunakan sebagai pupuk.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Sumber CNN
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Trump kepada Pemimpin Tertinggi Iran: Dia Harus Hati-hati dengan Ucapannya

Trump kepada Pemimpin Tertinggi Iran: Dia Harus Hati-hati dengan Ucapannya

Internasional
Iran Siap Bernegosiasi dengan Siapa Pun Kecuali AS

Iran Siap Bernegosiasi dengan Siapa Pun Kecuali AS

Internasional
Dituduh Selingkuh, Penis Pria di Ukraina Dipasang Penjepit Logam oleh Istri

Dituduh Selingkuh, Penis Pria di Ukraina Dipasang Penjepit Logam oleh Istri

Internasional
Trump Pilih Orang yang Makzulkan Bill Clinton sebagai Tim Pengacaranya

Trump Pilih Orang yang Makzulkan Bill Clinton sebagai Tim Pengacaranya

Internasional
Pemimpin Tertinggi Iran Pimpin Shalat Jumat untuk Pertama Kalinya dalam 8 Tahun

Pemimpin Tertinggi Iran Pimpin Shalat Jumat untuk Pertama Kalinya dalam 8 Tahun

Internasional
Bunuh Suami dengan Obat Tetes Mata, Wanita Ini Dipenjara 25 Tahun

Bunuh Suami dengan Obat Tetes Mata, Wanita Ini Dipenjara 25 Tahun

Internasional
Arab Saudi Bayar Rp 6,8 Triliun untuk Biaya Tempatkan Pasukan AS

Arab Saudi Bayar Rp 6,8 Triliun untuk Biaya Tempatkan Pasukan AS

Internasional
Seorang Pria Hilang, Diduga Tewas Dimakan Babi Peliharaannya

Seorang Pria Hilang, Diduga Tewas Dimakan Babi Peliharaannya

Internasional
Seorang Wanita Ditangkap Setelah Bugil di Bandara AS

Seorang Wanita Ditangkap Setelah Bugil di Bandara AS

Internasional
Tahan Bantuan untuk Ukraina, Pemerintah AS Langgar Aturan

Tahan Bantuan untuk Ukraina, Pemerintah AS Langgar Aturan

Internasional
'Ulama' ISIS Berbobot 136 Kg Ditangkap Polisi Irak

"Ulama" ISIS Berbobot 136 Kg Ditangkap Polisi Irak

Internasional
AS Sebut 11 Orang Tentara Terluka dalam Serangan Iran di 2 Markasnya

AS Sebut 11 Orang Tentara Terluka dalam Serangan Iran di 2 Markasnya

Internasional
Bocah 9 Tahun Diperkosa dan Dijadikan Budak Seks oleh ISIS

Bocah 9 Tahun Diperkosa dan Dijadikan Budak Seks oleh ISIS

Internasional
Trump Yakin Sidang Pemakzulan Dirinya di Senat Bakal Berlangsung Cepat

Trump Yakin Sidang Pemakzulan Dirinya di Senat Bakal Berlangsung Cepat

Internasional
Sidang Bersejarah Pemakzulan Trump di Level Senat AS Dimulai

Sidang Bersejarah Pemakzulan Trump di Level Senat AS Dimulai

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X