Kompas.com - 17/07/2018, 18:34 WIB
Ilustrasi media sosial ViewApartIlustrasi media sosial

KAIRO, KOMPAS.com - Parlemen Mesir telah meloloskan rancangan undang-undang yang akan mengizinkan kepada pihak berwenang untuk mengawasi para pengguna media sosial.

Pengawasan tersebut bertujuan untuk memerangi penyebaran berita palsu melalui media sosial.

Melansir dari The New Arab, rancangan undang-undang tersebut telah didukung oleh dua pertiga dari total 596 anggota parlemen dalam sidang yang digelar Senin (16/7/2018).

Selanjutnya, rancangan undang-undang akan dikirimkan kepada Presiden Abdel Fattah al-Sisi untuk disahkan.

Di bawah aturan undang-undang baru tersebut, pemilik akun media sosial yang memiliki lebih dari 5.000 followers bakal ditempatkan di bawah pengawasan Dewan Agung Mesir untuk Regulasi Media.

Baca juga: Pemerintah Mesir Perpanjang Keadaan Darurat Negara hingga 3 Bulan

Media sosial yang akan terpengaruh oleh undang-undang tersebut nantinya mencakup akun media sosial, situs web dan blog.

Berdasarkan undang-undang tersebut, dewan akan diberi wewenang untuk menangguhkan hingga memblokir akun pribadi apa pun yang dianggap telah menerbitkan atau menyiarkan berita palsu maupun informasi yang menghasut pelanggaran hukum, mengajak pada kekerasan atau menyebarkan kebencian.

Surat kabar pemerintah, Al-Ahram telah menerbitkan rincian rancangan undang-undang tersebut, termasuk yang telah diubah yakni mengenai penahanan jurnalis.

Dalam Pasal 29, sebelumnya menyatakan wartawan dapat dipenjara sambil menunggu proses pengadilan jika mereka dinyatakan bersalah karena menghasut kekerasan atau kebencian atau diskriminasi melalui tulisan mereka.

Namun dalam rancangan yang disetujui parlemen terdapat perubahan pada hukuman yang tidak akan dikenakan atas pelanggaran melalui publikasi kecuali telah terbukti.

Perubahan ini dipandang sebagai isyarat niat baik yang berusaha memastikan wartawan tidak akan ditahan tanpa pandang bulu oleh pihak berwenang kecuali pelanggarannya telah terbukti.

Baca juga: Mengaku Alami Pelecehan di Mesir, Perempuan Lebanon Ditahan

Parlemen juga memperkenalkan pasal baru yang menyatakan bahwa siapa pun yang mengimpor pemancar satelit di luar saluran resmi seperti otoritas media yang dikelola negara dapat dipenjara selama lima tahun.

Rancangan undang-undang pengawasan media sosial ini mendapat kecaman dari kelompok hak asasi manusia domestik dan internasional yang menyebutnya pelanggaran kebebasan berekspresi oleh pemerintah Presiden Sisi.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.