Jaga Diplomasi dengan Pyongyang, Korsel Tangguhkan Latihan Pertahanan Sipil - Kompas.com

Jaga Diplomasi dengan Pyongyang, Korsel Tangguhkan Latihan Pertahanan Sipil

Kompas.com - 11/07/2018, 23:42 WIB
Tentara Korea Selatan saat mengikuti latihan pertahanan sipil nasional di gedung Majelis Nasional di Seoul pada Agustus 2017.AFP / JUNG YEON-JE Tentara Korea Selatan saat mengikuti latihan pertahanan sipil nasional di gedung Majelis Nasional di Seoul pada Agustus 2017.

SEOUL, KOMPAS.com - Korea Selatan telah menangguhkan program latihan pertahanan sipilnya demi menjaga atmosfir positif diplomasi nuklir dengan Korea Utara.

Melansir dari Japan Times, keputusan menangguhkan sementara latihan sipil nasional yang bertujuan untuk persiapan menghadapi serangan dari Korea Utara itu telah diantisipasi sebelumnya.

Sebelumnya, AS dan Korsel juga sepakat menghentikan latihan militer tahunan mereka, menyusul pertemuan puncak yang telah berlangsung antara Presiden Donald Trump dengan Kim Jong Un.

Baca juga: Jepang Tangguhkan Latihan Simulasi Evakuasi Serangan Rudal Korea Utara

Selama berlangsungnya latihan pertahanan sipil yang dilakukan setiap tahun di bulan Agustus itu, jalanan di kota-kota besar di Korea Selatan akan berhenti sejenak dengan bunyi sirine tanda serangan udara.

Mobil-mobil berhenti, warga akan berbondong-bondong menuju gedung-gedung dan stasiun kereta bawah tanah, sementara pegawai negeri akan diungsikan dari kantor mereka.

Menteri Keamanan Dalam Negeri, Kim Boo-kyum mengatakan, penangguhan latihan sipil nasional adalah sebagai tindak lanjut dari penangguhan latihan militer seiring perubahan hubungan kedua Korea.

"Pemerintah dan militer akan bekerja sama merancang program pertahanan sipil baru yang akan diluncurkan tahun depan yang akan lebih ditujukan untuk mempersiapkan warga dari bencana alam dan serangan teroris," ujarnya.

Latihan pertahanan sipil nasional yang diberi nama "Ulchi" tersebut telah dimulai sejak 1968, satu tahun setelah upaya pembunuhan diktator Korea Selatan Park Chun-hee oleh komando Korea Utara yang gagal.

Korea Selatan memiliki hampir 19.000 selter evakuasi, kebanyakan di stasiun kereta bawah tanah dan tempat parkir.

Meski demikian hasil survei yang pernah dilakukan menunjukkan jika banyak warga Korea Selatan bahkan tidak mengetahui lokasi penampungan terdekat dari tempat tingga mereka.

Baca juga: Korea Selatan Lakukan Diplomasi Basket ke Korea Utara


Komentar

Terkini Lainnya


Close Ads X