Praktik Sewa Rahim Ilegal, 32 Perempuan Hamil di Kamboja Ditangkap

Kompas.com - 06/07/2018, 17:01 WIB
Perempuan di Kamboja ditangkap karena keterlibatan mereka dalam bisnis sewa rahim ilegal. Foto ini menunjukkan mereka berada di luar pengadilan kota Phnom Penh, Kamboja, pada 25 Juni 2018. (AFP/Tang Chhin Sothy) Perempuan di Kamboja ditangkap karena keterlibatan mereka dalam bisnis sewa rahim ilegal. Foto ini menunjukkan mereka berada di luar pengadilan kota Phnom Penh, Kamboja, pada 25 Juni 2018. (AFP/Tang Chhin Sothy)

PHNOM PENH, KOMPAS.com - Sebanyak 32 perempuan hamil di Kamboja ditangkap polisi pada Jumat (6/7/2018) atas dugaan terlibat dalam bisnis sewa rahim ilegal.

Sementara itu, lima orang lainnya, termasuk seorang warga China, ditangkap dan dikenakan tuduhan melakukan perdagangan manusia.

Mereka ditangkap dalam penggerebekan di dua apartemen di Phnom Penh, setelah polisi melakukan penyelidikan terhadap operasi bisnis tersebut selama lebih dari satu tahun.

Baca juga: Syal Tenun Sepanjang 1.149 Meter di Kamboja Pecahkan Rekor Guinness


"Kami menemukan 33 ibu pengganti (surrogacy), sebagian sudah melahirkan, sebagian masih hamil," kata kepala polisi unit anti-perdagangan manusia Keo Thea, seperti dikutip dari AFP.

Para perempuan itu mendapat upah 10.000 dollar AS atau Rp 143 juta sebagai ibu pengganti bagi klien dari China.

Ibu pengganti yang ditangkap berusia 20 hingga 30 tahun, dan sudah menikah, serta sebagian janda. Beberapa dari mereka sedang hamil anatara 7 hingga 8 bulan.

"Mereka (makelar) memiliki jaringan untuk meyakinkan perepuan menjadi ibu pengganti dengan upah sejumlah uang," ucap Keo Thea.

Channel News Asia melaporkan, sebagian ibu pengganti akan tetap berada di kaboja sampai melahirkan. Sementara, sebagian lagi akan dibawa ke China untuk melahirkan di sana.

"Makelar menggunakan jaringan mereka untuk membawa ibu pengganti ke China, di mana bayi ditinggalkan di sana, kemudian para ibu kembali ke Kamboja setelah melahirkan," ujarnya.

Baca juga: Pangeran Kamboja Diterbangkan ke Bangkok untuk Jalani Perawatan

Kamboja telah menjadi tujuan internasional yang populer bagi pasangan tidak subur yang ingin memiliki bayi melalui sewa rahim komersial.

Namun, praktik tersebut menjadi ilegal di Kamboja mulai 2016. Selain Kamboja, Thailand dan India juga telah melarang surrogacy komersial, menyusul serangkaian kasus yang menimbulkan kekhawatiran tentang eksploitasi.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Izinkan Artis Masuk Kokpit dan Pegang Kendali Pesawat, Pilot Dilarang Terbang Seumur Hidup

Izinkan Artis Masuk Kokpit dan Pegang Kendali Pesawat, Pilot Dilarang Terbang Seumur Hidup

Internasional
Pemerintah Berencana Berlakukan Pajak WhatsApp, Warga Lebanon Gelar Unjuk Rasa

Pemerintah Berencana Berlakukan Pajak WhatsApp, Warga Lebanon Gelar Unjuk Rasa

Internasional
Ledakan Bom di Masjid Afghanistan saat Shalat Jumat, 28 Jemaah Tewas

Ledakan Bom di Masjid Afghanistan saat Shalat Jumat, 28 Jemaah Tewas

Internasional
Gara-gara Postingan Facebook, Pria Pakistan Ini Dijatuhi Hukuman Penjara 5 Tahun

Gara-gara Postingan Facebook, Pria Pakistan Ini Dijatuhi Hukuman Penjara 5 Tahun

Internasional
Kucingnya Dibunuh, Wanita di Rusia Mutilasi Teman Serumah

Kucingnya Dibunuh, Wanita di Rusia Mutilasi Teman Serumah

Internasional
Qantas Uji Coba Penerbangan Langsung Terlama dari New York ke Sidney selama 19 Jam

Qantas Uji Coba Penerbangan Langsung Terlama dari New York ke Sidney selama 19 Jam

Internasional
Ubah Kota di Meksiko Jadi Medan Perang, Anak Gembong Narkoba El Chapo Dibebaskan

Ubah Kota di Meksiko Jadi Medan Perang, Anak Gembong Narkoba El Chapo Dibebaskan

Internasional
Pembunuh Pacar yang Jadi Penyebab Demonstrasi Hong Kong Setuju Kembali ke Taiwan

Pembunuh Pacar yang Jadi Penyebab Demonstrasi Hong Kong Setuju Kembali ke Taiwan

Internasional
Hilang 2 Tahun Lalu, Kotak Hitam Jet Tempur Milik Angkatan Udara Taiwan Baru Ditemukan

Hilang 2 Tahun Lalu, Kotak Hitam Jet Tempur Milik Angkatan Udara Taiwan Baru Ditemukan

Internasional
Kasus Keluarga Belanda Bersembunyi Menunggu 'Hari Kiamat', Pria Austria yang Ditahan Mengklaim Lebih Hebat dari Yesus

Kasus Keluarga Belanda Bersembunyi Menunggu "Hari Kiamat", Pria Austria yang Ditahan Mengklaim Lebih Hebat dari Yesus

Internasional
Anak Gembong Narkoba El Chapo Ditahan, Polisi Meksiko Baku Tembak dengan Pria Bersenjata

Anak Gembong Narkoba El Chapo Ditahan, Polisi Meksiko Baku Tembak dengan Pria Bersenjata

Internasional
174 Negara Pilih Indonesia Jadi Anggota Dewan HAM PBB

174 Negara Pilih Indonesia Jadi Anggota Dewan HAM PBB

Internasional
Diawasi Putin, Rusia Gelar Uji Coba 3 Sistem Rudal Balistik Antarbenua

Diawasi Putin, Rusia Gelar Uji Coba 3 Sistem Rudal Balistik Antarbenua

Internasional
Polisi Belanda Tahan Ayah Keluarga yang Bersembunyi Menunggu 'Hari Kiamat'

Polisi Belanda Tahan Ayah Keluarga yang Bersembunyi Menunggu "Hari Kiamat"

Internasional
Ketika Trump Bandingkan Kurdi Suriah dan Turki seperti Anak Kecil

Ketika Trump Bandingkan Kurdi Suriah dan Turki seperti Anak Kecil

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X