Pangeran Kamboja Diterbangkan ke Bangkok untuk Jalani Perawatan

Kompas.com - 18/06/2018, 21:09 WIB
Pangeran Kamboja Norodom Ranariddh. (AFP/Tang Chhin Sothy) Pangeran Kamboja Norodom Ranariddh. (AFP/Tang Chhin Sothy)

PHNOM PENH, KOMPAS.com - Pangeran Kamboja yang mengalami kecelakaan mobil pada Minggu (17/6/2018) lalu, telah diterbangkan ke Bangkok, Thailand, guna mendapatkan perawatan.

Pangeran Norodom Ranariddh (74), mantan perdana menteri Kamboja, yang juga saudara tiri dari Raja Norodom Sihamoni, mengalami patah tulang rusuk dan cedera pada kaki, setelah mobil yang ditumpanginya bertabrakan dengan sebuah taksi yang melaju dari arah berlawanan.

"Pangeran diterbangkan ke Thailand untuk mendapat perawatan sebagai tindakan pencegahan," kata Sekretaris Jenderal Partai Funcinpec, Yim Savy, dilansir AFP, Senin (18/6/2018).

Baca juga: Mobilnya Ditabrak Taksi, Pangeran Kamboja Terluka dan Sang Istri Tewas

Akibat kecelakaan yang terjadi di distrik Prey Nop, sekitar pukul 09.00 waktu setempat tersebut, istri pangeran, Ouk Phalla, meninggal dunia setelah sempat mendapat perawatan di rumah sakit. Sementara tujuh orang, termasuk pangeran, mengalami luka-luka.

Saat insiden terjadi, mobil yang ditumpangi pangeran beserta istri sedang dalam konvoi kampanye.

Sementara jenazah istri pangeran, Ouk Phalla, telah dimakamkan pada Senin (18/6/2018). Pihak kepolisian telah menyelidiki kasus kecelakaan tersebut.

"Kami hanya ingin mengetahui penyebab sebuah konvoi kendaraan yang dikawal mobil sirine bisa mengalami kecelakaan," kata salah seorang pejabat senior dari partai Funcinpec.

Dia menambahkan, kondisi pangeran sesaat setelah insiden cukup serius, namun sekjen partai menyebut pangeran masih bisa berbicara normal.

Pangeran Norodom Ranariddh merupakan pemimpin Partai Funcinpec yang akan bersaing dalam pemilihan nasional pada 29 Juli mendatang, meski ada kekhawatiran akan jalannya pemilihan yang tidak adil setelah kelompok oposisi utama, Partai Penyelamat Nasional Kamboja (CNRP) dilarang mulai akhir tahun lalu.

Baca juga: Lebih dari 200 Orang Keracunan Air Minum di Kamboja, 13 Tewas



Sumber AFP
Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X