Jalankan Sanksi, AS Bertekad Pangkas Ekspor Minyak Iran hingga Nol

Kompas.com - 03/07/2018, 23:57 WIB
Pemerintah AS bersikeras akan memangkas ekspor minyak Iran hingga ke tingkat nol sebagai bentuk sanksi atas program nuklir Teheran. THE NEW ARAB / GETTYPemerintah AS bersikeras akan memangkas ekspor minyak Iran hingga ke tingkat nol sebagai bentuk sanksi atas program nuklir Teheran.

WASHINGTON, KOMPAS.com - Amerika Serikat tetap bertekad untuk memangkas ekspor minyak Iran hingga ke level nol demi memaksa perubahan sikap negara tersebut. Keputusan yang mendapat penolakan dari negara-negara pengimpor minyak.

Disampaikan pejabat senior AS Brian Hook yang mengarahkan digelarnya negosiasi dengan negara-negara sekutu terkait strategi melawan Iran, Washington meyakini cadangan minyak di dunia cukup untuk menggantikan pasukan dari Iran.

Hook menambahkan, sanksi sekunder AS kepada perusahaan-perusahaan yang berurusan dengan Iran akan mulai berdampak pada 6 Agustus untuk perdagangan mobil dan logam, serta mulai 4 Npvember untuk transaksi minyak dan perbankan.

Baca juga: Iran Tak akan Pertahankan Kesepakatan Nuklir yang Tidak Menguntungkan

Sejumlah sanksi yang diberikan itu telah menjadi kebijakan AS sejak Presiden Donald Trump menarik diri dari kesepakatan nuklir 2015 pada awal Mei lalu.

Ultimatum yang dijatuhkan AS turut berkontribusi dalam peningkatan harga minyak dunia, namun Trump meyakini hal tersebut dapat diimbangi dengan meningkatnya produksi minyak Arab Saudi.

"Tujuan kami adalah untuk meningkatkan tekanan kepada rezim Iran dengan mengurangi pendapatan dari penjualan minyak mentah hingga nol," kata Hook, yang menjabat sebagai Direktur Kebijakan dan Perencanaan Departemen Luar Negeri AS.

"Kini kami bekerja untuk meminimalkan gangguan terhadap pasar global. Kami percaya akan adanya cadangan minyak dunia yang memadai," tambahnya seperti dilansir The New Arab.

Sementara sanksi perbankan yang akan kembali berlaku pada 4 November, menurut Hook akan semakin mengunci aset Iran di luar negeri.

Kebijakan sanksi tersebut kemungkinan akan mendapat bersetujuan dari perusahaan-perusahaan Eropa, meskipun pemerintahan Inggris, Perancis dan Jerman yang mendukung kesepakatan nuklir Iran 2015 terus membujuk AS untuk tetap dalam perjanjian.

Baca juga: Israel Serukan Koalisi Militer Arab dan Barat Melawan Iran

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Internasional
Virus Corona di Iran Menyebar Cepat, 54 Orang Meninggal

Virus Corona di Iran Menyebar Cepat, 54 Orang Meninggal

Internasional
Paus Fransiskus Muncul untuk Pertama Kalinya sejak Dikabarkan Sakit

Paus Fransiskus Muncul untuk Pertama Kalinya sejak Dikabarkan Sakit

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X