Iran Tak akan Pertahankan Kesepakatan Nuklir yang Tidak Menguntungkan

Kompas.com - 13/06/2018, 16:16 WIB
Presiden Iran Hassan Rouhani menghadiri pertemuan kabinet di Ibu Kota Teheran, Minggu (31/12/2017). AFP PHOTO / IRANIAN PRESIDENCY / HOPresiden Iran Hassan Rouhani menghadiri pertemuan kabinet di Ibu Kota Teheran, Minggu (31/12/2017).

TEHERAN, KOMPAS.com - Presiden Iran Hassan Rouhani pada Selasa (12/3/2018), mengatakan bahwa Teheran tidak akan mempertahankan Kesepakatan Nuklir 2015 jika tidak mendatangkan keuntungan bagi negaranya.

Rouhani, dalam komunikasi telepon dengan Presiden Perancis Emmanuel Macron, meminta kepada negara-negara Eropa untuk menemukan cara memberi kompensasi kepada Iran jika mereka ingin mempertahankan kesepakatan tersebut.

Selain AS yang telah memutuskan mundur dari Kesepakatan Nuklir 2015, lima negara penandatangan lainnya, yakni Perancis, Inggris, Jerman, Rusia, dan China sepakat untuk mempertahankannya.

Baca juga: Pemimpin Tertinggi Iran Perintahkan Peningkatan Kapasitas Pengayaan Uranium

"Kita tidak boleh membiarkan pencapaian besar diplomasi ini dihancurkan oleh tindakan sepihak orang lain yang tidak sesuai dengan janji mereka," kata Rouhani dalam situs resminya.

Presiden AS Donald Trump memutuskan meninggalkan kesepakatan nuklir tersebut yang disebutnya banyak kekurangan karena tetap memberikan keuntungan kepada Iran dan tidak mencegah Teheran memiliki senjata nuklir.

Keputusan Trump yang menarik AS membuat Inggris, Perancis dan Jerman harus berjuang memastikan Iran mendapat insentif yang cukup untuk tetap bertahan pada kesepakatan itu.

Kantor Presiden Macron mengatakan, pihaknya terus berupaya meyakinkan kepada Rouhani bahwa Perancis dan negara Eropa lainnya tetap berkomitmen pada kesepakatan itu.

"Presiden memberi tahu pada Presiden Rouhani tentang perkembangan yang telah dilakukan Perancis. Dia mengharap bahwa Iran, pada bagiannya, akan memenuhi kewajibannya tanpa ambiguitas," kata pernyataan kantor presiden Macron.

Pejabat Perancis mengindikasikan, sisa penandatangan kesepakatan akan segera berkumpul dan bertemu di Wina.

Baca juga: Iran Sampaikan 4 Tuntutan Perjanjian Nuklir kepada Sekutu AS

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Internasional
Virus Corona di Iran Menyebar Cepat, 54 Orang Meninggal

Virus Corona di Iran Menyebar Cepat, 54 Orang Meninggal

Internasional
Paus Fransiskus Muncul untuk Pertama Kalinya sejak Dikabarkan Sakit

Paus Fransiskus Muncul untuk Pertama Kalinya sejak Dikabarkan Sakit

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X