AS Tuduh Korea Utara Tingkatkan Produksi Bahan Bakar Nuklir

Kompas.com - 30/06/2018, 14:03 WIB
Tentara Korea Utara berjaga di dekat roket Unha-3 yang akan diluncurkan dari Stasiun Peluncuran Satelit Sohae di Tongchang-ri, April 2012. AFP / PEDRO UGARTETentara Korea Utara berjaga di dekat roket Unha-3 yang akan diluncurkan dari Stasiun Peluncuran Satelit Sohae di Tongchang-ri, April 2012.

WASHINGTON, KOMPAS.com - Badan intelijen AS menuduh Korea Utara tengah meningkatkan produksi bahan bakar persenjataan nuklirnya.

Dalam laporan yang disiarkan NBC News, pada Jumat (29/6/2018), dengan mengutip pernyataan dari pejabat AS, Pyongyang masih terus melakukan pengayaan uranium untuk persenjataan nuklir di sejumlah lokasi rahasia.

Pejabat yang tak diidentifikasi itu  menyebut Korea Utara sengaja merahasiakan hal tersebut sembari mencari pengakuan dalam pembicaraan nuklir dengan AS.

Pernyataan yang dikeluarkan media tersebut, dengan mengutip sumber pejabat AS, seolah bertentangan dengan pernyataan Presiden AS Donald Trump dalam twitnya usai pertemuan dengan Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un pada 12 Juni lalu.

Baca juga: Korut Diduga Masih Lakukan Pekerjaan Infrastruktur di Situs Penelitian Nuklir

Beberapa hari usai pertemuan, Trump mengatakan bahwa Korea Utara sudah tak lagi menjadi ancaman nuklir bagi dunia.

Dilansir SCMP, laporan NBC yang mengutip pernyataan dari lima pejabat AS mengatakan, dalam beberapa bulan terakhir Korea Utara telah meningkatkan pengayaan uranium untuk senjata nuklirnya, bahkan ketika mereka sedang dalam keterikatan diplomasi dengan AS.

Masih menurut laporan tersebut, badan intelijen AS menyebut Korea Utara memiliki lebih dari satu situs nuklir rahasia selain fasilitas di Yongbon.

"Ada bukti tak terbantahkan yang menunjujkkan mereka tengah mencoba menipu AS," kata salah satu sumber dikutip NBC.

CIA menolak berkomentar atas laporan NBC. Badan AS itu mengatakan tidak dapat memberi konfirmasi maupun komentar terkait informasi intelijen. Begitu pun dengan Gedung Putih yang menolak permintaan untuk berkomentar.

Laporan NBC tersebut telah meningkatkan keraguan terhadap upaya Korea Utara dalam menyerahkan program persenjataan nuklirnya.

Salah satu pejabat senior intelijen AS mengatakan, keputusan Korea Utara untuk menangguhkan uji coba nuklir dan rudalnya adalah hal tak terduga.

"Namun upaya sedang dilakukan untuk menipu kami tentang jumlah fasilitas, jumlah persenjataan, dan jumlah rudal. Kami terus mengawasi dengan ketat," ujar pejabat tersebut.

Baca juga: Trump Sebut Korea Utara Hancurkan 4 Situs Uji Coba Nuklir Terbesar

Trump dengan Kim dalam pertemuan tingkat tinggi sebelumnya telah sepakat untuk bekerja sama menuju denuklirisasi Semenanjung Korea. Tapi dalam pernyataan yang ditandatangani bersama tidak memberikan rincian terkait waktu dan bagaimana denuklirisasi akan dilakukan.

Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo mengatakan akan segera kembali ke Korea Utara sebelum terlalu lama untuk menyempurnakan komitmen yang dibuat dalam pertemuan Kim-Trump.



Sumber SCMP
Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kisah Tiga Negara Penikmat Reklamasi

Kisah Tiga Negara Penikmat Reklamasi

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Internasional
Virus Corona di Iran Menyebar Cepat, 54 Orang Meninggal

Virus Corona di Iran Menyebar Cepat, 54 Orang Meninggal

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X