China Janjikan Bantuan Rp 1,4 Triliun untuk Modernisasi Militer Kamboja

Kompas.com - 19/06/2018, 20:05 WIB
Menteri Pertahanan China Wei Fenghe (kanan) saat bertemu dengan Menteri Pertahanan Kamboja Tea Banh dalam eksebisi militer di Phnom Penh.SCMP / AFP Menteri Pertahanan China Wei Fenghe (kanan) saat bertemu dengan Menteri Pertahanan Kamboja Tea Banh dalam eksebisi militer di Phnom Penh.

PHNOM PENH, KOMPAS.com - Pemerintah China menjanjikan akan memberikan bantuan kepada Kamboja sebesar lebih dari 100 juta dolar AS (sekitar Rp 1,4 triliun). Bantuan tersebut untuk memodernisasi militer negara kerajaan itu.

Janji tersebut disampaikan Menteri Pertahanan China Wei Fenghe dalam kunjungannya ke Kamboja selama empat hari sejak Minggu (17/6/2018).

Selama kunjungannya ke negara Asia Tenggara tersebut, Wei bertemu dengan rekan Kambojanya, Tea Banh dan menghadiri eksebisi militer di Phnom Penh.

Dia juga bertemu dengan Perdana Menteri Kamboja Hun Sen untuk menyampaikan salam dari Presiden Xi Jinping.

Baca juga: Modernisasi Militer, China Tambah Senjata Nuklirnya

"Menteri Wei telah menjanjikan akan memberikan dukungan, melatih dan membantu reformasi militer Kamboja agar dapat dimodernisasi seperti negara lain," kata juru bicara Kementerian Pertahanan Kamboja, Jenderal Chhum Socheat.

Dalam pertemuan antara menteri pertahanan, kedua negara sepakat meningkatkan kerja sama di bidang militer, termasuk akan menggelar latihan militer bersama di masa depan.

Selain itu, angkatan laut China juga berencana melakukan kunjungan ke Kamboja pada tahun depan.

Selama kunjungan menteri pertahanan China tersebut, Kamboja meminta kepada Beijing untuk memberi bantuan dalam penyediaan peralatan taktis, hingga tempat pelatihan.

Berbeda dengan China, kemitraan militer Kamboja dengan sejumlah negara asing saat ini ditunda, termasuk latihan militer dengan AS dan dengan Australia.

Kamboja justru telah mengagendakan latihan militer bersama dengan China dan diberi tajuk Naga Emas pada 2019 mendatang.

Baca juga: Militer China dan Kamboja Gelar Latihan Bersama



Terkini Lainnya

Mesir Kecam Pernyataan Erdogan yang Sebut Morsi 'Dibunuh'

Mesir Kecam Pernyataan Erdogan yang Sebut Morsi "Dibunuh"

Internasional
Diceraikan Lewat WhatsApp, Perempuan Ini Lapor Polisi

Diceraikan Lewat WhatsApp, Perempuan Ini Lapor Polisi

Internasional
Kisah Pemasangan Layanan Telepon Komersial Pertama di Dunia..

Kisah Pemasangan Layanan Telepon Komersial Pertama di Dunia..

Internasional
Iran Tembak Jatuh Sebuah 'Drone' Milik Amerika Serikat

Iran Tembak Jatuh Sebuah "Drone" Milik Amerika Serikat

Internasional
Dikejar Polisi Hutan, 2 Pemburu Badak Tewas Menabrak Kambing

Dikejar Polisi Hutan, 2 Pemburu Badak Tewas Menabrak Kambing

Internasional
Mahathir: Dakwaan Pembunuhan terhadap 4 Tersangka atas Jatuhnya MH17 Konyol

Mahathir: Dakwaan Pembunuhan terhadap 4 Tersangka atas Jatuhnya MH17 Konyol

Internasional
'Rezim Kim Jong Un Bakal Hancur dalam 20 Tahun'

"Rezim Kim Jong Un Bakal Hancur dalam 20 Tahun"

Internasional
Reporter TV Basah Kuyup Dikencingi Singa di Tengah Wawancara

Reporter TV Basah Kuyup Dikencingi Singa di Tengah Wawancara

Internasional
Menyelinap ke Rumah Kosong untuk Mandi, Pria di Thailand Tewas Tersetrum

Menyelinap ke Rumah Kosong untuk Mandi, Pria di Thailand Tewas Tersetrum

Internasional
Seorang Pria Penggal Anjing Temannya karena Berutang Uang Sewa

Seorang Pria Penggal Anjing Temannya karena Berutang Uang Sewa

Internasional
Rawat Tubuh Ho Chin Minh yang Diawetkan, Vietnam Panggil Ilmuwan Rusia

Rawat Tubuh Ho Chin Minh yang Diawetkan, Vietnam Panggil Ilmuwan Rusia

Internasional
Inspirasi Morse di Atas Kapal hingga Alat Bantu Polisi, Ini Sisi Lain Telegraf

Inspirasi Morse di Atas Kapal hingga Alat Bantu Polisi, Ini Sisi Lain Telegraf

Internasional
Tim Pembunuh Khashoggi Sempat Berdiskusi Cara Membawa Jenazahnya

Tim Pembunuh Khashoggi Sempat Berdiskusi Cara Membawa Jenazahnya

Internasional
Seoul Desak Pyongyang Segera Gelar Pertemuan Antar-Korea Keempat

Seoul Desak Pyongyang Segera Gelar Pertemuan Antar-Korea Keempat

Internasional
Pistol 'Pembunuh' Vincent van Gogh Terjual Rp 2,6 Miliar dalam Lelang

Pistol "Pembunuh" Vincent van Gogh Terjual Rp 2,6 Miliar dalam Lelang

Internasional

Close Ads X