Foto Pertemuan Trump dan Kim Dipajang di Gedung Putih

Kompas.com - 19/06/2018, 14:48 WIB
Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un (kiri) bersalaman dengan Presiden AS Donald Trump pada pertemuan bersejarah antara AS-Korea Utara, di Hotel Capella di Pulau Sentosa, Singapura, Selasa (12/6/2018). Pertemuan ini merupakan yang pertama kalinya bagi pemimpin kedua negara dan menjadi momentum negosiasi untuk mengakhiri kebuntuan permasalahan nuklir yang telah terjadi puluhan tahun. AFP PHOTO/THE STRAIT TIMES/KEVIN LIMPemimpin Korea Utara Kim Jong Un (kiri) bersalaman dengan Presiden AS Donald Trump pada pertemuan bersejarah antara AS-Korea Utara, di Hotel Capella di Pulau Sentosa, Singapura, Selasa (12/6/2018). Pertemuan ini merupakan yang pertama kalinya bagi pemimpin kedua negara dan menjadi momentum negosiasi untuk mengakhiri kebuntuan permasalahan nuklir yang telah terjadi puluhan tahun.

WASHINGTON DC, KOMPAS.com - Cairnya hubungan Amerika Serikat (AS) dan Korea Utara (Korut) memberi perubahan pada dekorasi Gedung Putih.

Newsweek memberitakan Senin (18/6/2018), di sisi Barat atau West Wing dipasang foto pertemuan Presiden Donald Trump dan Pemimpin Korut Kim Jong Un.

Trump dan Kim bertemu di Hotel Capella, Singapura, Selasa pekan lalu (12/6/2018), dan menghasilkan kesepakatan antara lain denuklirisasi.

Baca juga: Trump Beri Nomor Teleponnya ke Kim Jong Un

Jurnalis Wall Street Journal, Michael Bender dalam kicauannya di Twitter berkata, foto-foto tersebut menggeser gambar pertemuan Presiden Perancis Emmanuel Macron.

"Beberapa pekan lalu, dinding di West Wing ini dipenuhi foto antara Trump dengan Macron, salah satu sekutu utama AS," ujar Bender.

Tidak hanya pertemuan Trump dan Kim, di sana juga dipasang foto lain yang masih ada kaitannya dengan negeri komunis itu.

Selain empat foto Kim dan Trump, terdapat gambar Trump menerima kunjungan pejabat senior Korut, Kim Yong Chol, 1 Juni lalu.

Selama 90 menit pertemuan, Kim Yong Chol yang merupakan tangan kanan menyerahkan sepucuk amplop raksasa yang diyakini berisi ajakan Kim ke Trump untuk berkunjung ke Pyongyang.

Adapun sisanya adalah ketika Trump menyambut tiga warga negara AS yang dibebaskan oleh Kim setelah ditahan pada 2015 dan 2017.

Ketika bertemu dengan Kim, Trump menyatakan pemimpin yang dipercaya berusia 36 tahun tersebut sebagai sosok yang pintar dan negosiator tangguh.

Bahkan, ketika kembali dari Singapura, Trump terus memuji Kim meski yang bersangkutan dituding melakukan pelanggaran kemanusiaan.

Dalam wawancara dengan Fox News pekan lalu, Trump sempat mengatakan seharusnya orang menghormati dirinya seperti rakyat Korut menghormati Kim.

"Kim adalah kepala negara, pemimpin yang kuat. Dia berbicara dan rakyatnya setia mendengarkan. Saya ingin rakyat saya melakukan hal demikian," kata Trump.

Presiden 72 tahun asal Partai Republik tersebut kemudian mengklarifikasi bahwa apa yang diucapkannya hanyalah bentuk candaan.

Baca juga: Trump: Sejak Saya Menjabat, Dunia Jadi Lebih Aman



Sumber Newsweek
Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X