Kompas.com - 06/06/2018, 07:07 WIB

PARIS, KOMPAS.com - Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu tetap bersilang pendapat dengan Presiden Perancis Emmanuel Macron terkait Iran dan kesepakatan nuklir 2015.

Bertemu di Paris dalam rangkaian tur Eropa yang dilakukan Netanyahu, Selasa (5/6/2018), kedua pihak tetap berpegang teguh pada pendirian masing-masing.

Netanyahu terus menyampaikan pendapatnya yang menentang Iran dalam keberadaannya di Suriah, maupun terkait kesepakatan nuklir yang membatasi pengayaan uranium Teheran.

Netanyahu yang sehari sebelumnya bertemu Kanselir Jerman Angela Merkel di Berlin, kembali menyebut Iran telah memiliki persenjataan nuklir yang dapat menjadi ancaman bagi dunia.

"Dokumen yang kami temukan di Iran baru-baru ini membuktikan bahwa Teheran telah berbohong kepada dunia tentang program nuklir mereka."

Baca juga: Israel Ungkap Bukti Dokumen Rencana Program Nuklir Iran kepada Inggris

"Saya percaya saat ini adalah waktu yang tepat untuk menerapkan tekanan maksimum kepada Iran dan memastikan program nuklir mereka tidak terus berkembang," ujar Netanyahu dalam konferensi pers bersama usai bertemu Macron di Istana Elysee, Selasa (5/6/2018).

Sementara, sangat bertolak belakang dengan Israel, Presiden Macron menegaskan jika Perancis akan terus bekerja mempertahankan kesepakatan yang sudah ada.

Menurutnya, menjaga kesepakatan nuklir yang ditandatangani pada 2015 lalu tersebut adalah cara terbaik untuk mengendalikan aktivitas nuklir Iran.

Dia menambahkan, tidak melihat kemungkinan meninggalkan kesepakatan tersebut dapat membawa pada perdamaian di Timur Tengah dan juga dunia.

"Bagaimana mungkin tidak adanya kontrol dan komitmen sama sekali dapat lebih baik daripada kerangka kerja dalam kesepakatan 2015?" kata Macron dilansir Al Arabiya.

Netanyahu menentang kesepakatan nuklir Iran 2015 dan mendukung langkah Presiden AS Donald Trump yang mengumumkan mundur dari perjanjian tersebut.

Baca juga: Netanyahu: Iran Bisa Picu Gelombang Pengungsi Baru ke Eropa

Pekan ini, Netanyahu sengaja melakukan rangkaian tur Eropa selama tiga hari dengan mengunjungi Jerman, Perancis dan Inggris untuk membujuk para pemimpin negara-negara tersebut agar mendukung Israel dan menekan Iran.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Sumber Al Arabiya
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.