Hamas Sebut Kesepakatan Gencatan Senjata dengan Israel Telah Dicapai

Kompas.com - 31/05/2018, 10:03 WIB
Tentara Israel bersiaga di dekat perbatasan dengan Jalur Gaza, Palestina (foto: ilustrasi).
ReutersTentara Israel bersiaga di dekat perbatasan dengan Jalur Gaza, Palestina (foto: ilustrasi).

GAZA CITY, KOMPAS.com - Pemimpin Hamas di Gaza pada Rabu (30/5/2018) menyatakan, kesepakatan gencatan senjata dengan Israel telah disepakati untuk mengakhiri pertempuran terbesar sejak perang 2014.

Seperti diketahui, militer Israel meluncurkan puluhan serangan udara di Gaza sebagai balasan atas aksi serangan roket dan mortir dari jalur Gaza.

Pejabat senior Hamas, Khalil Al Hayya, mengatakan seorang mediator dari Mesir telah menjadi penengah, setelah perlawanan berhasil menangkal agresi.

Baca juga: Israel dan Gaza Terlibat Pertempuran Terbesar sejak Perang 2014

Dia mengatakan, kelompok militan di Gaza akan memenuhi komitmen gencatan senjata.

Menteri Dalam Negeri Israel Aryeh Deri mengatakan kepada Radio Militer Israel, ketenangan akan kembali pulih. Namun, militer akan bertindak jika Hamas kembali menyerang.

"Jika situasi akan tenang, kami akan menjawabnya dengan tenang pula," katanya.

"Jika mereka melepaskan kendali, maka akan ada serangan yang sangat menyakitkan," ucapnya.

Dalam pertempuran kemarin, ada lebih dari 35 serangan udara oleh Israel yang menargetkan kelompok Hamas dan Jihad Islam.

Jet tempur Israel menyerang tujuh lokasi keberadaan Hamas dan Jihad Islam, termasuk enam area gabungan militer, gudang amunisi, pasukan angkatan laut, dan markas dari teror.

Sebelumnya, sekitar 70 roket dan mortir ditembakkan ke wilayah Israel pada Selasa (29/5/2018) pagi.

Baca juga: Belasan Perahu Tinggalkan Gaza Coba Terobos Blokade Israel

Setidaknya ada 25 proyektil yang dihalau oleh sistem pertahanan Israel. Militer Israel menyatakan, tiga tentaranya terluka akibat serangan dari Gaza.

Secara terpisah, warga Palestina mengerahkan perahu dari Gaza untuk memprotes blokade Israel.

Pasukan Israel kemudian menghentikan dan menangkap perahu yang mendekati batas blokade.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Sumber ABC News
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Polemik Transisi Kekuasaan Mahathir, Anwar Ibrahim Minta Perdebatannya Dihentikan

Polemik Transisi Kekuasaan Mahathir, Anwar Ibrahim Minta Perdebatannya Dihentikan

Internasional
Singapura Umumkan Kasus Pertama Virus Corona

Singapura Umumkan Kasus Pertama Virus Corona

Internasional
Alarm Kebakaran Menyala, 59 Penerbangan di Bandara Changi Terganggu

Alarm Kebakaran Menyala, 59 Penerbangan di Bandara Changi Terganggu

Internasional
Ludahi Pizza Pelanggan, Pria di Turki Terancam Dipenjara 18 Tahun

Ludahi Pizza Pelanggan, Pria di Turki Terancam Dipenjara 18 Tahun

Internasional
Cegah Penyebaran Virus Corona, 2 Kota di China Ditutup

Cegah Penyebaran Virus Corona, 2 Kota di China Ditutup

Internasional
Hadapi Virus Corona, Singapura Isolasi Pengunjung China yang Terkena Penumonia

Hadapi Virus Corona, Singapura Isolasi Pengunjung China yang Terkena Penumonia

Internasional
Kisah Pengantin Pesanan di China: Terpaksa Hamil agar Bisa Pulang ke Indonesia

Kisah Pengantin Pesanan di China: Terpaksa Hamil agar Bisa Pulang ke Indonesia

Internasional
Pesawat Hercules C-130 Jatuh Saat Padamkan Kebakaran Hutan di Australia, 3 Orang Tewas

Pesawat Hercules C-130 Jatuh Saat Padamkan Kebakaran Hutan di Australia, 3 Orang Tewas

Internasional
Ingin Pulang ke Myanmar, Pembantu Ini Celupkan Tangan Anak Majikan ke Air Mendidih

Ingin Pulang ke Myanmar, Pembantu Ini Celupkan Tangan Anak Majikan ke Air Mendidih

Internasional
Jenderal AS Sebut ISIS Bakal Bangkit jika Mereka Keluar dari Irak

Jenderal AS Sebut ISIS Bakal Bangkit jika Mereka Keluar dari Irak

Internasional
Manajer Sidang Pemakzulan: Trump Menipu guna Menangi Pilpres AS 2020

Manajer Sidang Pemakzulan: Trump Menipu guna Menangi Pilpres AS 2020

Internasional
Pemakzulan Trump: Demokrat Tolak Tawaran 'Pertukaran Saksi'

Pemakzulan Trump: Demokrat Tolak Tawaran "Pertukaran Saksi"

Internasional
Tak Sengaja Berikan Kunci Mobil Saat Kampanye, Politisi Peru Ini Minta Bantuan Netizen

Tak Sengaja Berikan Kunci Mobil Saat Kampanye, Politisi Peru Ini Minta Bantuan Netizen

Internasional
Berkunjung ke Gereja di Yerusalem, Presiden Perancis Berteriak ke Keamanan Israel

Berkunjung ke Gereja di Yerusalem, Presiden Perancis Berteriak ke Keamanan Israel

Internasional
[POPULER INTERNASIONAL] Kesaksian Pengantin Pesanan China | Gadis di Gresik Tulis Surat ke PM Australia

[POPULER INTERNASIONAL] Kesaksian Pengantin Pesanan China | Gadis di Gresik Tulis Surat ke PM Australia

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X