Zimbabwe Dijadwalkan Gelar Pemilihan Presiden pada 30 Juli

Kompas.com - 30/05/2018, 21:31 WIB
Presiden Zimbabwe Emmerson Mnangagwa, menghadiri Forum CEO Afrika pada 27 Maret 2018 di Abidjan. (AFP/Sia Kambou) Presiden Zimbabwe Emmerson Mnangagwa, menghadiri Forum CEO Afrika pada 27 Maret 2018 di Abidjan. (AFP/Sia Kambou)

HARARE, KOMPAS.com - Pemerintah Zimbabwe resmi mengumumkan akan menggelar pemilihan umum untuk presiden dan parlemen baru pada 30 Juli 2018.

Pemilihan tersebut menjadi yang pertama sejak pengunduran diri Robert Mugabe yang telah berkuasa selama 37 tahun, pada November 2017 lalu.

Pengumuman jadwal pemilihan tersebut disampaikan pengganti Mugabe, Emmerson Mnangagwa dalam lembaran pemerintahan resmi, Rabu (30/5/2018).

"Senin, 30 Juli 2018 akan menjadi hari pemilihan untuk Presiden, anggota majelis nasional dan pemilihan anggota dewan," tulis pengumuman Presiden Mnangagwa.


Baca juga: Uni Eropa Bakal Pantau Pemilu Presiden Zimbabwe

Mnangagwa yang sejak lama menjadi tangan kanan Mugabe, mengisi posisi presiden sementara setelah ditinggalkan Mugabe.

Dalam pemilu mendatang, Mnangagwa akan berhadapan dengan partai oposisi utama, Partai Gerakan untuk Perubahan Demokratis (MDC), yang dipimpin Nelson Chamisa.

"Kami memiliki tugas besar di depan kami. Tugas untuk menggerakkan orang-orang dan mencari dukungan untuk memperoleh suara," kata Mnangagwa dalam pertemuan Partai ZANU-PF yang berkuasa.

"Apa pun masalah yang akan kami hadapi, kami akan tetap fokus pada pemilihan yang akan datang," tambahnya.

Partai oposisi, MDC menerima penetapan tanggal pemilihan namun menyerukan untuk dilakukannya reformasi pemilihan sebelum dilangsungkannya pemilu.

"Kami siap untuk bertarung dan kami tahu kami akan menang," kata juru bicara MDC, Douglas Mwonzora.

Ditambahkan Mwonzora, partainya juga mengharapkan adanya pengawasan eksternal terhadap daftar nama pemilih, serta peliputan media yang tidak memihak salah satu partai.

Jika dalam putaran pertama pemilihan tidak didapatkan calon yang mendapat suara mayoritas, maka akan dilangsungkan putaran kedua pada 8 September.

Baca juga: Keluar pada 2003, Zimbabwe Ingin Kembali Jadi Anggota Persemakmuran

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Sumber AFP
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Gelapkan Uang Restoran demi Putrinya yang Sakit, Pria Singapura Dihukum Penjara

Gelapkan Uang Restoran demi Putrinya yang Sakit, Pria Singapura Dihukum Penjara

Internasional
Tantang Petarung MMA, Ahli Wing Chun Ini KO dalam 72 Detik

Tantang Petarung MMA, Ahli Wing Chun Ini KO dalam 72 Detik

Internasional
Terungkap, Selir Raja Thailand Dicopot karena Ingin Seperti Permaisuri

Terungkap, Selir Raja Thailand Dicopot karena Ingin Seperti Permaisuri

Internasional
Dianggap Tak Setia, Selir Raja Thailand Dicopot

Dianggap Tak Setia, Selir Raja Thailand Dicopot

Internasional
Cegah Mencontek, Sekolah di India Pakaikan Muridnya Kardus di Kepala Saat Ujian

Cegah Mencontek, Sekolah di India Pakaikan Muridnya Kardus di Kepala Saat Ujian

Internasional
Erdogan Tuduh Negara Barat Mendukung 'Teroris' di Suriah

Erdogan Tuduh Negara Barat Mendukung "Teroris" di Suriah

Internasional
Mantan Penyelundup Narkoba Ini Pernah Nyaris Dibunuh karena Ganti Saluran TV

Mantan Penyelundup Narkoba Ini Pernah Nyaris Dibunuh karena Ganti Saluran TV

Internasional
Restoran di Belgia Ini Sajikan Air Minum Daur Ulang dari Toilet

Restoran di Belgia Ini Sajikan Air Minum Daur Ulang dari Toilet

Internasional
Bayi Ini Dikubur Hidup-hidup di Lempeng Beton, Polisi China Buru Orangtuanya

Bayi Ini Dikubur Hidup-hidup di Lempeng Beton, Polisi China Buru Orangtuanya

Internasional
Protes Pembatasan Pers, Koran Australia Kompak 'Rahasiakan' Halaman Depan

Protes Pembatasan Pers, Koran Australia Kompak "Rahasiakan" Halaman Depan

Internasional
Bar di Jepang Ini Hanya Izinkan Pengunjung untuk Datang Sendiri

Bar di Jepang Ini Hanya Izinkan Pengunjung untuk Datang Sendiri

Internasional
Menhan China: Tak Ada yang Bisa Mencegah Penyatuan Kembali China dengan Taiwan

Menhan China: Tak Ada yang Bisa Mencegah Penyatuan Kembali China dengan Taiwan

Internasional
Restoran Khusus Indomie Bakal Dibuka di Singapura

Restoran Khusus Indomie Bakal Dibuka di Singapura

Internasional
Pemimpin Hong Kong Kunjungi Masjid yang Disiram Meriam Air Polisi

Pemimpin Hong Kong Kunjungi Masjid yang Disiram Meriam Air Polisi

Internasional
Ribuan Pengungsi Rohingya di Bangladesh Sepakat Pindah ke Pulau di Teluk Benggala

Ribuan Pengungsi Rohingya di Bangladesh Sepakat Pindah ke Pulau di Teluk Benggala

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X