Sebelum Jumpa Kim Jong Un, Trump Dijadwalkan Bertemu PM Jepang

Kompas.com - 29/05/2018, 07:57 WIB
Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe (kiri) berjabat tangan dengan Presiden AS Donald Trump usai pertemuan di Mar-a-Lago, Palm Beach, Florida, Rabu (18/4/2018). AFP/JOE RAEDLEPerdana Menteri Jepang Shinzo Abe (kiri) berjabat tangan dengan Presiden AS Donald Trump usai pertemuan di Mar-a-Lago, Palm Beach, Florida, Rabu (18/4/2018).

WASHINGTON DC, KOMPAS.com - Presiden Amerika Serikat Donald Trump akan bertemu Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe, sebelum berjumpa dengan pemimpin Korea Utara Kim Jong Un yang direncanakan pada 12 Juni 2018 di Singapura.

Trump dan Abe pada Senin (28/5/2018) sepakat untuk meminta Korea Utara secara sepenuhnya membongkar senjara nuklir dan menyudahi program rudal balistiknya.

Abe dan Trump telah berbicara melalui sambungan telepon, sehari setelah para delegasi AS dan Korea Utara bertemu di zona demiliterisasi Korea, di desa Panmunjom, untuk mempersiapkan pertemuan puncak Trump dan Kim Jong Un.

Baca juga: Jelang Pertemuan AS-Korea Utara, Kenapa Jepang Justru Khawatir?

"Keduanya membahas perkembangan terakhir di Korea Utara dan menegaskan mereka akan bertemu lagi untuk melanjutkan koordinasi, sebelum pertemuan yang diharapkan antara AS dan Korea Utara," kata pernyataan Gedung Putih.

"Presiden dan perdana menteri menegaskan keinginan bersama untuk mencapai pembongkaran lengkap dan permanen terhadap senjata nuklir, kimia dan biologi Korea Utara serta program rudal balistik," imbuhnya.

Sebelumnya, pemerintah Jepang khawatir apabila ancaman keamanan dari Korea Utara terhadap Jepang, termasuk peluncuran rudal jarak pendek dan menengah, tidak akan dibicarakan dalam pertemuan AS-Korea Utara.

Abe cemas jika Presiden AS Donald Trump akan fokus pada permasalahan rudal balistik antarbenua ( ICBM) dan mengabaikan misil jarak dekat yang mengancam Jepang.

"Saya khawatir kalau rudal jarak menengah dan pendek, yang merupakan jenis rudal yang mengancam Jepang, mungkin tidak dibicarakan dalam pertemuan itu, di mana fokusnya mungkin terbatas pada ICBM," ucapnya.

Baca juga: Presiden Korsel Kemungkinan Ikut dalam Pertemuan Trump-Kim Jong Un

Sebelumnya, rudal jarak menengah Hwasong-12, juga ditembakkan oleh Korea Utara melewati Jepang.

Rudal terbang melintasi wilayah udara Jepang dan jatuh di Samudera Pasifik hingga memicu kepanikan warga di Jepang utara, pada 3 September 2017.



Sumber AFP
Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X