Mahathir Akan Tinjau Ulang Proyek Kereta Cepat Singapura-Kuala Lumpur

Kompas.com - 23/05/2018, 18:00 WIB
Politisi senior Malaysia, Mahathir Mohamad dari koalisi Pakatan Harapan, menyapa sejumlah pendukungnya setelah memberikan suaranya dalam pemilhan umum, di tempat pemungutan suara di Alor Setar, Malaysia, Rabu (9/5/2018). Pemilu yang berlangsung hari ini menjadi pertarungan sengit Perdana Menteri Petahana Najib Razak, dan mantan PM Mahathir Mohamad. AFP PHOTO/JEWEL SAMADPolitisi senior Malaysia, Mahathir Mohamad dari koalisi Pakatan Harapan, menyapa sejumlah pendukungnya setelah memberikan suaranya dalam pemilhan umum, di tempat pemungutan suara di Alor Setar, Malaysia, Rabu (9/5/2018). Pemilu yang berlangsung hari ini menjadi pertarungan sengit Perdana Menteri Petahana Najib Razak, dan mantan PM Mahathir Mohamad.

KUALA LUMPUR, KOMPAS.com - Perdana Menteri Malaysia Mahathir Mohamad pada Rabu (23/5/2018) menyatakan, bakal meninjau ulang rencana mega proyek kereta cepat Singapura- Kuala Lumpur (HSR).

Dia akan memberikan keputusan terkait nasib proyek tersebut dengan segera, tanpa menyebutkan waktunya.

Mantan perdana menteri Malaysia Najib Razak pada 2016 meneken rencana pembangunan kereta cepat sejauh 350 km yang bakal menghubungkan Singapura dan Malaysia.

Baca juga: Kurangi Pengeluaran Negara, Gaji Menteri Malaysia Dipangkas 10 Persen


Proyek itu diperkirakan bakal menghabiskan dana senilai 50 miliar ringgit atau Rp 178,3 triliun dan bisa memangkas waktu perjalanan Singapura-Kuala Lumpur menjadi 90 menit.

Namun, belum juga sempat merealisasikannya, Najib harus terguling dalam pemilihan umum Malaysia dan digantikan oleh pemimpin oposisi Mahathir.

Pria berusia 92 tahun itu juga akan menghapus keberadaan Komisi Transportasi Publik Darat (Spad) yang memimpin negosiasi proyek kereta cepat Singapura-Kuala Lumpur (HSR).

Direktur eksekutif perusahaan MyHSR, Mohd Nur Ismal Mohamed Kamal, pada awal bulan ini mengatakan, Malaysia bisa kehilangan pendapatan nasional hingga 209 miliar ringgit atau Rp 745,3 triliun, jika proyek HSR dibatalkan.

Mega proyek lainnya yang bakal ditinjau ulang kabinet baru Malaysia adalah jalur kereta pesisir timur untuk mengubungkan kawasan pesisir timur hingga barat.

Pemerintah Malaysia ingin meyakinkan kesepakatan proyek tersebut dilakukan secara transparan.

Baca juga: Mahathir Evaluasi Semua Mega Proyek yang Dirancang Najib Razak

Selain itu, Mahathir juga menyatakan, pemerintah akan meninjau kembali pencarian pesawat maskapai Malaysia Airlines MH370.

Reformasi kebijakan lainnya adalah memangkas gaji menteri pada kabinet pemerintah sebesar 10 persen.

"Kami fokus pada masalah keuangan negara. Kami menemukan gaji menteri lebih rendah dari pegawai negeri berpangkat tinggi. Tapi kami akan memangkas gaji menteri sebesar 10 persen," katanya.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Mantan Penyelundup Narkoba Ini Pernah Nyaris Dibunuh karena Ganti Saluran TV

Mantan Penyelundup Narkoba Ini Pernah Nyaris Dibunuh karena Ganti Saluran TV

Internasional
Restoran di Belgia Ini Sajikan Air Minum Daur Ulang dari Toilet

Restoran di Belgia Ini Sajikan Air Minum Daur Ulang dari Toilet

Internasional
Bayi Ini Dikubur Hidup-hidup di Lempeng Beton, Polisi China Buru Orangtuanya

Bayi Ini Dikubur Hidup-hidup di Lempeng Beton, Polisi China Buru Orangtuanya

Internasional
Protes Pembatasan Pers, Koran Australia Kompak 'Rahasiakan' Halaman Depan

Protes Pembatasan Pers, Koran Australia Kompak "Rahasiakan" Halaman Depan

Internasional
Bar di Jepang Ini Hanya Izinkan Pengunjung untuk Datang Sendiri

Bar di Jepang Ini Hanya Izinkan Pengunjung untuk Datang Sendiri

Internasional
Menhan China: Tak Ada yang Bisa Mencegah Penyatuan Kembali China dengan Taiwan

Menhan China: Tak Ada yang Bisa Mencegah Penyatuan Kembali China dengan Taiwan

Internasional
Restoran Khusus Indomie Bakal Dibuka di Singapura

Restoran Khusus Indomie Bakal Dibuka di Singapura

Internasional
Pemimpin Hong Kong Kunjungi Masjid yang Disiram Meriam Air Polisi

Pemimpin Hong Kong Kunjungi Masjid yang Disiram Meriam Air Polisi

Internasional
Ribuan Pengungsi Rohingya di Bangladesh Sepakat Pindah ke Pulau di Teluk Benggala

Ribuan Pengungsi Rohingya di Bangladesh Sepakat Pindah ke Pulau di Teluk Benggala

Internasional
Bubarkan Demonstran, Polisi Hong Kong 'Tak Sengaja' Tembakkan Meriam Air ke Arah Masjid

Bubarkan Demonstran, Polisi Hong Kong "Tak Sengaja" Tembakkan Meriam Air ke Arah Masjid

Internasional
Patuhi Kesepakatan Gencatan Senjata, Pasukan Kurdi Suriah Tinggalkan 'Zona Aman'

Patuhi Kesepakatan Gencatan Senjata, Pasukan Kurdi Suriah Tinggalkan "Zona Aman"

Internasional
Mutiara Berusia 8.000 Tahun Bakal Dipamerkan Pertama Kali di Abu Dhabi

Mutiara Berusia 8.000 Tahun Bakal Dipamerkan Pertama Kali di Abu Dhabi

Internasional
Hadiri Pelantikan Jokowi, Ini Kerja Sama Bilateral yang Ingin Ditingkatkan PM Singapura

Hadiri Pelantikan Jokowi, Ini Kerja Sama Bilateral yang Ingin Ditingkatkan PM Singapura

Internasional
Berusaha Bunuh Pasukan SAS Inggris, ISIS Pasang Bom Bunuh Diri di Bra

Berusaha Bunuh Pasukan SAS Inggris, ISIS Pasang Bom Bunuh Diri di Bra

Internasional
Mahathir Tiba di Jakarta untuk Hadiri Pelantikan Jokowi-Ma'ruf Amin

Mahathir Tiba di Jakarta untuk Hadiri Pelantikan Jokowi-Ma'ruf Amin

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X