Kompas.com - 23/05/2018, 18:00 WIB

KUALA LUMPUR, KOMPAS.com - Perdana Menteri Malaysia Mahathir Mohamad pada Rabu (23/5/2018) menyatakan, bakal meninjau ulang rencana mega proyek kereta cepat Singapura-Kuala Lumpur (HSR).

Dia akan memberikan keputusan terkait nasib proyek tersebut dengan segera, tanpa menyebutkan waktunya.

Mantan perdana menteri Malaysia Najib Razak pada 2016 meneken rencana pembangunan kereta cepat sejauh 350 km yang bakal menghubungkan Singapura dan Malaysia.

Baca juga: Kurangi Pengeluaran Negara, Gaji Menteri Malaysia Dipangkas 10 Persen

Proyek itu diperkirakan bakal menghabiskan dana senilai 50 miliar ringgit atau Rp 178,3 triliun dan bisa memangkas waktu perjalanan Singapura-Kuala Lumpur menjadi 90 menit.

Namun, belum juga sempat merealisasikannya, Najib harus terguling dalam pemilihan umum Malaysia dan digantikan oleh pemimpin oposisi Mahathir.

Pria berusia 92 tahun itu juga akan menghapus keberadaan Komisi Transportasi Publik Darat (Spad) yang memimpin negosiasi proyek kereta cepat Singapura-Kuala Lumpur (HSR).

Direktur eksekutif perusahaan MyHSR, Mohd Nur Ismal Mohamed Kamal, pada awal bulan ini mengatakan, Malaysia bisa kehilangan pendapatan nasional hingga 209 miliar ringgit atau Rp 745,3 triliun, jika proyek HSR dibatalkan.

Mega proyek lainnya yang bakal ditinjau ulang kabinet baru Malaysia adalah jalur kereta pesisir timur untuk mengubungkan kawasan pesisir timur hingga barat.

Pemerintah Malaysia ingin meyakinkan kesepakatan proyek tersebut dilakukan secara transparan.

Baca juga: Mahathir Evaluasi Semua Mega Proyek yang Dirancang Najib Razak

Selain itu, Mahathir juga menyatakan, pemerintah akan meninjau kembali pencarian pesawat maskapai Malaysia Airlines MH370.

Reformasi kebijakan lainnya adalah memangkas gaji menteri pada kabinet pemerintah sebesar 10 persen.

"Kami fokus pada masalah keuangan negara. Kami menemukan gaji menteri lebih rendah dari pegawai negeri berpangkat tinggi. Tapi kami akan memangkas gaji menteri sebesar 10 persen," katanya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.