Mahathir Evaluasi Semua Mega Proyek yang Dirancang Najib Razak

Kompas.com - 22/05/2018, 13:27 WIB
Perdana Menteri terpilih Malaysia Mahathir Mohamad menggelar konferensi pers, Kamis siang (10/5) di Hotel Sheraton, Petaling Jaya, Selangort setelah memimpin koalisi oposisi Pakatan Harapan meraih kemenangan mengejutkan di pemilu Malaysia (9/5/2018). ST PHOTO: KUA CHEE SIONGPerdana Menteri terpilih Malaysia Mahathir Mohamad menggelar konferensi pers, Kamis siang (10/5) di Hotel Sheraton, Petaling Jaya, Selangort setelah memimpin koalisi oposisi Pakatan Harapan meraih kemenangan mengejutkan di pemilu Malaysia (9/5/2018).
|

KUALA LUMPUR, KOMPAS.com - Pemerintahan PM Mahathir Mohamad akan mengevaluasi sejumlah mega proyek yang dirancang di masa pemerintahan Najib Razak.

Sejumlah mega proyek itu antara lain adalah kereta cepat Singapura-Kuala Lumpur dan jaringan kereta api yang menghubungkan pantai timur dan barat Malaysia bernilai 14 miliar dolar AS.

Menteri Perekonomian Mohamed Azmin Ali, seperti dikutip kantor berita Bernama pada Selasa (22/5/2018) menambahkan, pemerintah memastikan berbagai proyek di masa depan akan transparan dan terbuka.

Baca juga: Utang Malaysia Rp 3.500 Triliun Jadi Pekerjaan Besar bagi Mahathir


"Tak ada penunjukan langsung," kata Azmin Ali.

Sebelumnya, PM Mahathir telah berjanji akan mengevaluasi semua proyek yang telah disetujui pemerintahan Najib, termasuk proyek East Coast Rail Line.

Proyek ini rencananya akan menghubungkan pantai timur Malaysia ke Kuala Lumpur dan jalur perkapalan strategis di pantai barat negeri itu.

Sementara, proyek kereta cepat Kuala Lumpur-Singapura yang melintasi empat negara bagian diharapkan bisa mendorong pertumbuhan ekonomi di kawasan tersebut.

Daerah-daerah yang diharap mendapatkan manfaat adalah yang berada di sekitar stasiun yaitu Bandar Malaysia, Putrajaya, Seremban, Melaka ke Muar, Batu Pahat, dan Iskandar Puteri.

Jaringan kereta ini diharapkan memberi pemasukan kepada negara sebesar 21 miliar ringgit atau hampir Rp 75 triliun untuk GDP Malaysia dan Singapura.

Selain itu pembangunan jaringan rel kereta api cepat tersebut diharapkan menciptakan 110.000 lapangan keja pada 2060.

Azmin Ali mengatakan, kesepakatan memang sudah diteken Malaysia dan Singapura tetapi itu tak berarti perjanjian tersebut tak bisa dievaluasi.

Baca juga: Istri Mahathir Mohamad Khawatir dengan Kesehatan Suaminya

"Tentu saja kami harus menegosiasikan ulang beberapa hal. Kam ingin menyaksikan apakah seluruh proses ini transparan atau tidak," kata Azmin.

"Sehingga tugas saya adalah membentuk tim dan menggelar diskusi. Dan, kita kemungkinan harus menegosiasikan ulang pekan ini," dia menegaskan.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Cegah Mencontek, Sekolah di India Pakaikan Muridnya Kardus di Kepala Saat Ujian

Cegah Mencontek, Sekolah di India Pakaikan Muridnya Kardus di Kepala Saat Ujian

Internasional
Erdogan Tuduh Negara Barat Mendukung 'Teroris' di Suriah

Erdogan Tuduh Negara Barat Mendukung "Teroris" di Suriah

Internasional
Mantan Penyelundup Narkoba Ini Pernah Nyaris Dibunuh karena Ganti Saluran TV

Mantan Penyelundup Narkoba Ini Pernah Nyaris Dibunuh karena Ganti Saluran TV

Internasional
Restoran di Belgia Ini Sajikan Air Minum Daur Ulang dari Toilet

Restoran di Belgia Ini Sajikan Air Minum Daur Ulang dari Toilet

Internasional
Bayi Ini Dikubur Hidup-hidup di Lempeng Beton, Polisi China Buru Orangtuanya

Bayi Ini Dikubur Hidup-hidup di Lempeng Beton, Polisi China Buru Orangtuanya

Internasional
Protes Pembatasan Pers, Koran Australia Kompak 'Rahasiakan' Halaman Depan

Protes Pembatasan Pers, Koran Australia Kompak "Rahasiakan" Halaman Depan

Internasional
Bar di Jepang Ini Hanya Izinkan Pengunjung untuk Datang Sendiri

Bar di Jepang Ini Hanya Izinkan Pengunjung untuk Datang Sendiri

Internasional
Menhan China: Tak Ada yang Bisa Mencegah Penyatuan Kembali China dengan Taiwan

Menhan China: Tak Ada yang Bisa Mencegah Penyatuan Kembali China dengan Taiwan

Internasional
Restoran Khusus Indomie Bakal Dibuka di Singapura

Restoran Khusus Indomie Bakal Dibuka di Singapura

Internasional
Pemimpin Hong Kong Kunjungi Masjid yang Disiram Meriam Air Polisi

Pemimpin Hong Kong Kunjungi Masjid yang Disiram Meriam Air Polisi

Internasional
Ribuan Pengungsi Rohingya di Bangladesh Sepakat Pindah ke Pulau di Teluk Benggala

Ribuan Pengungsi Rohingya di Bangladesh Sepakat Pindah ke Pulau di Teluk Benggala

Internasional
Bubarkan Demonstran, Polisi Hong Kong 'Tak Sengaja' Tembakkan Meriam Air ke Arah Masjid

Bubarkan Demonstran, Polisi Hong Kong "Tak Sengaja" Tembakkan Meriam Air ke Arah Masjid

Internasional
Patuhi Kesepakatan Gencatan Senjata, Pasukan Kurdi Suriah Tinggalkan 'Zona Aman'

Patuhi Kesepakatan Gencatan Senjata, Pasukan Kurdi Suriah Tinggalkan "Zona Aman"

Internasional
Mutiara Berusia 8.000 Tahun Bakal Dipamerkan Pertama Kali di Abu Dhabi

Mutiara Berusia 8.000 Tahun Bakal Dipamerkan Pertama Kali di Abu Dhabi

Internasional
Hadiri Pelantikan Jokowi, Ini Kerja Sama Bilateral yang Ingin Ditingkatkan PM Singapura

Hadiri Pelantikan Jokowi, Ini Kerja Sama Bilateral yang Ingin Ditingkatkan PM Singapura

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X