Biografi Tokoh Dunia: Christopher Columbus, Penemu "Dunia Baru"

Kompas.com - 23/05/2018, 17:00 WIB
Christopher Columbus, pelaut Italia yang dianggap sebagai pembuka jalan kolonisasi Eropa di Benua Amerika. via HistoryChristopher Columbus, pelaut Italia yang dianggap sebagai pembuka jalan kolonisasi Eropa di Benua Amerika.

KOMPAS.com - Merupakan seorang navigator handal, Christopher Columbus dikenal sebagai pelaut Eropa yang menemukan rute ke Benua Amerika.

Dia melakukan empat kali penjelajahan melintasi Atlantik antara 1492 hingga 1504, dan singgah di Kepulauan Karibia.

Namanya dikenal sebagai penemu "Dunia Baru". Sebuah istilah bagi pendudukan dan eksplorasi Eropa yang dilakukan di Benua Amerika.

Dilansir dari berbagai sumber, berikut merupakan biografi dari pelaut yang berasal dari Republik Genoa, Italia tersebut.

Baca juga: Sebut Penemu Benua Amerika Bukan Columbus, Tulisan Murid SD Jadi Viral

1. Masa Kecil
Columbus (ejaan Italia Cristoforo Colombo) dilahirkan pada 31 Oktober 1451 di Genoa. Ayahnya, Domenico Colombo, merupakan seorang pedagang wol.

Ketika remaja, Columbus mendapat pekerjaan sebagai awak di sebuah kapal dagang, dan berada di laut hingga 1470 ketika kapal dagang asal Perancis menyerang.

Kapalnya tenggelam. Namun dia berhasil lolos dengan berpegangan papan kayu, dan mengapung hingga sampai ke Lisbon, Portugal.

Di Lisbon, Columbus mempelajari matematika, astronomi, katografi, dan ilmu navigasi. Dia juga membuat rencana yang bakal mengubah dunia.

Di 1473, Columbus magang sebagai agen bisnis di keluarga-keluarga terpandang Genoa. Antara lain Keluarga Centurione, Di Negro, dan Spinola.

Dia ambil bagian dalam pengiriman kargo berharga ke Rropa Utara. Kemudian dia pergi menuju Galway, Irlandia sebelum ke Lisbon di 1477.

Di sana, dia bertemu saudaranya, Bartolomeo, dan mereka tinggal hingga 1485. Columbus lalu menikah dengan putri Gubernur Porto Santo, Bartolomeo Perestrello, Fillipa Moniz.

Baca juga: Hari Ini dalam Sejarah: Christoforus Columbus Wafat

2. Penjelajahan Pertama
Di masa Kekaisaran Mongol berkuasa, orang Eropa bisa bepergian dengan Aman ke Asia untuk melakukan perdagangan.

Namun, tantangan mulai dirasakan pedagang Eropa setelah Kekaisaran Konstantinopel jatuh ke tangan Kerajaan Ottoman Turki pada 1453.

Tantangan itu kemudian disikapi bangsa Portugis dengan melakukan penjelajahan via laut. Bartolomeu Dias menemukan Tanjung Harapan di Afrika pada 1488.

Namun, Columbus muda mempunyai ide berbeda. Dia mengusulkan agar penjelajahan dilakukan dari sisi barat lewat Samudra Atlantik alih-alih menyusuri Afrika.

Dalam argumennya, Columbus berujar kalau lingkar Bumi tidak sebesar yang dibayangkan orang saat itu. Jadi, perjalanan menggunakan kapal di atas kertas seharusnya adalah hal mudah.

Columbus mengajukan proposal itu ke Inggris dan Portugal. Namun, baru di 1491, rencananya diterima penguasa Spanyol, Raja Ferdinand dari Aragon dan Ratu Isabella dari Castile.

Baca juga: Apakah Bangsa China Sudah Temukan Amerika Jauh Sebelum Columbus?

Setahun kemudian, lewat kontrak yang disepakati keduanya, Columbus diperkenankan untuk mengambil 10 persen dari harta yang dia temukan.

Kemudian di setiap daerah baru yang ditemukan, Columbus bakal menjadi gubernur, dan juga status diberikan status kebangsawanan.

Baik Columbus dan Ferdinand-Isabella mempunyai tujuan yang sama. Yakni kekuasaan yang besar dan nama yang mashyur.

Perjalanan menuju Asia resmi dimulai pada 3 Agustus 1492 dengan menggunakan tiga kapal yang diberi Raja Ferdinand dan Ratu Isabella, Nina, Pinta, dan Santa Maria.

Columbus mendarat di kepulauan yang kini bernama Canary. Dia memperbaiki kapal, dan menyuplai perbelakan di Gran Canaria.

Kemudian dia bertolak dari San Sebastian de La Gomera, dan pada 12 Oktober 1492, seorang kru bernama Rodrigo de Triana melihat daratan.

Dia melaporkan temuannya kepada kapten Pinta, Martin Alonso Pinzon, yang kemudian memberi tahu Columbus via tembakan meriam.

Columbus mengonfirmasi pulau itu, dan menamainya San Salvador atau Sang Juru Selamat, pulau tersebut kini dalam wilayah Kepulauan Bahama.

Dia bertemu dengan penduduk asli seperti orang Lucayan, Taino, dan Arawak yang semuanya ramah dan menyukai perdamaian.

Columbus kemudian menjelajahi timur laut Kuba pada 28 Oktober. Sebulan berselang, Martin Pinzon berinisiatif melakukan ekspedisi hingga ke pulau bernama Babeque.

Pinzon melakukan inisiatif itu setelah mendengar dari penduduk asli bahwa kawasan di sana terkenal akan hasil emasnya.

Di Hispaniola yang masuk dalam Kepulauan Karibia, kapal Santa Maria mengalami kerusakan parah pada Desember 1492, sehingga terpaksa ditinggalkan.

Bangkai kapal tersebut menjadi sasaran meriam dua kapal tersisa untuk memberi hiburan bagi para penduduk asli Bahama.

Atas izin kepala suku setempat, Columbus meninggalkan sekitar 39 orang, dan membangun permukiman di La Navidad, wilayah yang kini masuk ke dalam Haiti di Maret 1493.

Baca juga: Rusia Berambisi Mulai Kolonisasi Bulan pada 2030

3. Penjelajahan Selanjutnya
Enam bulan kemudian, Columbus kembali ke Amerika. Tiba di La Navidad, dia melihat permukiman yang dibangun hancur tanpa diketahui penyebabnya.

Dia lalu meninggalkan dua saudaranya, Bartolomeo dan Diego, di La Navidad untuk membangun kembali kawasan tersebut.

Columbus lalu bertolak ke barat, dan melakukan ekspedisi untuk menemukan emas, barang berharga, maupun rempah-rempah.

Sebagai bagian dari janjinya kepada Ratu Isabella, Columbus mengirim 500 budak sebagai hadiah. Namun, pemberian tersebut membuat sang ratu merasa ngeri.

Menurut dia, para budak yang ditemukan Columbus tidak boleh dijadikan budak. Karena itu, dia kemudian mengembalikan pemberian itu.

Di Mei 1498, Columbus berlayar melintasi Samudra Atlantik untuk ketiga kalinya, mengunjungi Trinidad dan daratan utama Amerika Selatan sebelum kembali ke La Navidad.

Di La Navidad, Columbus harus memadamkan pemberontakan yang dilakukan koloni melawan dua saudara Columbus yang dianggap brutal dan salah mengelola wilayah.

KOndisinya yang begitu parah membuat Spanyol terpaksa mengirim gubernur baru untuk memulihkan keadaan. Columbus ditangkap, dan dipulangkan paksa ke Spanyol.

Baca Juga: Menguak Riwayat Berbagai Pesan Dalam Botol yang Mengarungi Dunia

Menguak Riwayat Berbagai Pesan Dalam Botol yang Mengarungi Dunia

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Menguak Riwayat Berbagai Pesan Dalam Botol yang Mengarungi Dunia", https://internasional.kompas.com/read/2018/03/11/19110071/menguak-riwayat-berbagai-pesan-dalam-botol-yang-mengarungi-dunia.
Penulis : Veronika Yasinta
Editor : Veronika Yasinta

4. Tuduhan atas Perilaku Sewenang-wenang
Pada Oktober 1499, Raja Ferdinand dan Ratu Isabella mendengar kabar kalau Columbus dituduh sebagai pemimpin yang inkompeten dan tiran.

Mereka merespon dengan mengirim Francisco de Bobadilla untuk menggantikan Columbus. Dia sampai ketika Columbus tengah melaksanakan ekspedisi ketiga.

Sesampainya di ibu kota Santo Domingo, Bobadillal langsung menerima keluhan dari warga koloni mengenai kekejaman yang dilakukan Columbus dan saudaranya.

Bobadilla kemudian menyampaikan kepada raja kalau Columbus diduga menyiksa, dan membunuh orang yang tidak disukai, lalu memutilasinya.

Mendengar laporan Bobadilla, Columbus dan saudaranya langsung ditangkap atas tuduhan penyalahgunaan wewenang sebagai gubernur.

Baca Juga: Sampai Mati Kristoforus Kolombus Tak Menemukan Pulau Rempah

Mereka dipenjara selama enam pekan sebeum kemudian dibebaskan. Tak lama kemudian, mereka dipanggil ke istana untuk mendengarkan pembelaan mereka.

Di 1502, Columbus dibebaskan dari segala tuduhan. Namun, konsekuensinya, gelar kebangsawanan serta jabatannya sebagai Gubernur Hindia Barat dicabut.

5. Penjelajahan Terakhir
Columbus mengajukan permintaan kepada Raja Ferdinand agar diizinkan melakukan satu penjelajahan lagi. Permintaan itu disetujui.

Pada 11 Mei 1502, dia melepas sauh dari Cadiz degan tujuan mencari Selat Malaka berbekal empat kapal di bawah bendera utama Santa Maria.

Badai menghantam Columbus dan kru-nya sehingga mereka terpaksa merapat ke Hispaniola pada 29 Juni 1502. Namun, gubernur yang baru menolaknya.

Setelah berhenti di Jamaika, Columbus berlayar menuju Amerika Tengah, dan sampai di Isla de Pinos atau Gunaja yang terletak di Honduras pada 30 Juli 1502.

14 Agustus 1502, dia mendarat di Puerto Castilla, dan menghabiskan dua bulan untuk menjelajahi Honduras, Nikaragua, dan Kosta Rika, sebelum sampai di Almirante, Panama, pada 16 Oktober 1502.

Baca Juga: Sifilis Masuk Eropa Lewat Ekspedisi Colombus?

Di Panama, Columbus mendengar dari Ngobe adanya emas dan selat yang menuju ke kawasan perairan lain. Namun, dia diperingatkan kaum Quibian untuk tidak melintasi wilayah mereka.

6 April 1503, kapalnya terdampar di Sungai Belen. Di saat bersamaa, garnisun yang dia dirikan pada Januari diserang oleh Quibian.

Keberuntungan makin tidak memihak Columbus dan kru-nya setelah kapal mereka rusak terkena cacing kapal akibat berlayar di perairan tropis.

Columbus meninggalkan Hispaniola menuju ke utara pada 16 April 1503. Di 10 Mei, dia menemukan Kepulauan Cayman, dan menamainya Las Tortugas.

Kapal mereka yang kerusakannya semakin parah memaksanya untuk mendarat di St Ann's Bay, Jamaika, pada 25 Juni 1503.

Selama setahun, Columbus dan anak buahnya bertahan di Jamaika. Seorang awak bernama Diego Mendez kemudian membuat kano demi meminta bantuan ke Hispaniola.

Namun, gubernur yang baru, Nicolas de Ovando y Caceres, menolak mentah-mentah permintaan itu, dan menghalangi setiap bantuan yang hendak diberikan.

Columbus terpaksa memutar otak agar anak buahnya tidak mati kelaparan. Dia lalu mengandalkan bantuan dari para penduduk asli Jamaika.

Caranya, dia memprediksi bakal terjadi gerhana bulan pada 29 Februari 1504 menggunakan daftar perbintangan yang disusun Abraham Zacuto.

Bantuan akhirnya datang, di mana Columbus dan anak buahnya kemudian tiba dengan selamat di Sanlucar, Spanyol, pada 7 November 1504.

Baca juga: Biografi Tokoh Dunia: Leif Eriksson, Orang Eropa Pertama Capai Amerika Utara

6. Kematian
Saat masa penjelajahan pertama, Columbus yang sudah berusia 41 tahun menderita suatu penyakit yang diduga encok.

Beberapa tahun sesudahnya, dia menderita flu dan demam yang menyebabkan terjadi pendarahan di matanya, dan encok yang semakin sering melanda.

Pada 20 Mei 1506, Columbus meninggal dunia di Valladolid dalam usia 54 tahun. Jenazahnya awalnya dikuburkan di Valladolid.

Kemudian, dipindah ke pemakaman La Cartuja di Seville atas permintaan putra Columbus, Diego Colon yang menjadi Gubernur Hispaniola.

Pada 1542, jenazahnya dipindahkan ke Colonial Santo Domingo di Republik Dominika. Kemudian bergeser ke Havana, Kuba, ketika Spanyol menyerang Hispaniola.

Saat pecah Perang Spanyol-Amerika Serikat di 1898, jenazah Columbus kemudian dikembalikan ke Spanyol, dan dimakamkan di Katedral Seville.

Baca juga: Biografi Tokoh Dunia: Sir Arthur Conan Doyle, Pencipta Sherlock Holmes



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kisah Tiga Negara Penikmat Reklamasi

Kisah Tiga Negara Penikmat Reklamasi

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Internasional
Virus Corona di Iran Menyebar Cepat, 54 Orang Meninggal

Virus Corona di Iran Menyebar Cepat, 54 Orang Meninggal

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X