Vatikan Imbau Biarawati Kurangi Bermain Media Sosial - Kompas.com

Vatikan Imbau Biarawati Kurangi Bermain Media Sosial

Kompas.com - 17/05/2018, 11:29 WIB
Seorang biarawati sedang menelepon menggunakan ponsel.Daily Mail Seorang biarawati sedang menelepon menggunakan ponsel.

VATIKAN, KOMPAS.com - Di zaman digital ini, media sosial sudah menjadi begian hidup hampir semua orang, termasuk para biarawati Katolik.

Namun, kegemaran para biarawati bermain medsos membuat Vatikan gerah dan meminta mereka mengurangi kebiasaan itu.

Vatikan mengatakan, sebanyak 38.000 biarawati dianggap terlalu banyak mengunggah status media sosial dan membaca berita sehingga mengganggu tugas utama mereka yaitu berdoa.

Dalam sebuah dokumen berjudul "Cor Orans" atau "Hati yang Berdoa", para biarawati diminta untuk mengaplikasikan Konstitusi Apostolik Paus Fransiskus yang diterbitkan pada 2016.

Baca juga: Pemerintah Filipina Deportasi Biarawati asal Australia

Konstitusi itu sebenarnya merupakan panduan tentang cara hidup di biara, selain membicarakan tentang topik hukum, administrasi, dan spiritual.

Dan, meski aturan itu tidak melarang para biarawati bermain media sosial, tetapi diharap para biarawati itu menggunakan medsos dengan bijak.

Panduan itu memperingatkan akan kemungkinan hilangnya makna kontemplasi sunyi ketika biara dipenuhi suara, berita, dan kata-kata.

Para biarawati harus menggunakan media sosial dengan bijak sebab tujuan mereka hidup di biara adalah untuk melakukan kontemplasi dengan komunikasi seperlunya.

"Jangan menjadikan media sosial menjadi kebiasaan untuk membuang waktu atau melarikan diri dari tuntutan hidup membiara."

"Jangan jadikan media sosial menjadi perusak pekerjaan kalian atau menjadi penghalang kehidupan yang kalian dedikasikan untuk komtemplasi," lanjut panduan itu.

Baca juga: Biarawati Pahlawan saat Perang Dunia II Meninggal di Usia 103 Tahun

Dokumen tersebut disampakan dalam sebuah jumpa pers di Vatikan pada Selasa (15/5/2018) oleh Uskup Jose Rodriguez Carballo.

Carballi menambahkan, dokumen itu dibuat setelah Vatikan melakukan konsultasi dengan sejumlah biara terkait peningkatan kehidupan yang lebih baik bagi para biarawan.




Close Ads X