Pemerintah Filipina Deportasi Biarawati asal Australia

Kompas.com - 25/04/2018, 10:29 WIB
Biarawati asal Australia Patricia Fox diwawancara media pada 17 april 2018, di Manila, Filipina. (AFP/Ted Aljibe) Biarawati asal Australia Patricia Fox diwawancara media pada 17 april 2018, di Manila, Filipina. (AFP/Ted Aljibe)

MANILA, KOMPAS.com - Pemerintah Filipina memerintahkan biarawati asal Australia untuk meninggalkan negara tersebut dalam waktu 30 hari.

Biro imigrasi Filipina menarik kembali visa misionaris patricia Anne Fox (71) karena bergabung dalam aksi protes terhadap pemerintah.

Fox merupakan seorang biarawati yang bergabung dalam misi pencari fakta internasional di Filipina selatan pada awal bulan ini untuk menyelidiki pelanggaran terhadap hak-hak petani dan masyarakat adat.

"Dia diketahui terlibat dalam akitivitas yang tidak sesuai dengan ketentuan dan persyaratan pada visanya," tulis kepala biro imigrasi Jaime Morente dalam surat perintah tersebut.


Baca juga : Duterte Perintahkan Penahanan Biarawati asal Australia

Fox yang telah berada di Filipina selama lebih dari 27 tahun itu harus keluar dari negara itu dalam tempo 30 hari.

Pengajuan visa misionarisnya, yang akan berakhir pada September 2018, dibatalkan pada Senin (23/4/2018).

Juru bicara imigrasi menyatakan Fox masih bisa mengunjungi Filipina dengan menggunakan visa turis.

Pengacara Fox, Jobert Pahilga mengatakan akan mengajukak pertimbangan kembali terkait kasus yang menjerat kliennya.

"Dia tidak berpartisipasi dalam aktivisan politik. Dia seorang biarawati," katanya.

Baca juga : Duterte: Filipina Siap Menerima Pengungsi Genosida Myanmar

Sebelumnya, Presiden Filipina Rodrigo Duterte secara pribadi memerintahkan penahanan seorang biarawati asal Australia.

Fox sempat ditahan Biro Imigrasi pada Senin (16/4/2018) atas dugaan terlibat dalam aktivitas politik. Kemudian, dia dibebaskan tanpa dikenai tuntutan pada hari berikutnya.

"Bukan militer yang menahan biarawati, tetapi itu perintah saya," kata Duterte.

"Saya memerintahkan investigasi karena perilakunya yang tidak tertib," ucapnya.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pelaku Baku Tembak New Jersey Sengaja Targetkan Supermarket Yahudi

Pelaku Baku Tembak New Jersey Sengaja Targetkan Supermarket Yahudi

Internasional
Melawan Saat Diperkosa, Gadis 23 Tahun di India Dibakar Hidup-hidup

Melawan Saat Diperkosa, Gadis 23 Tahun di India Dibakar Hidup-hidup

Internasional
Tanggapi Isu Pemakzulan, Trump Digambarkan Tim Kampanye sebagai Thanos

Tanggapi Isu Pemakzulan, Trump Digambarkan Tim Kampanye sebagai Thanos

Internasional
Di Pengadilan PBB, Aung San Suu Kyi Bantah Myanmar Lakukan Genosida atas Rohingya

Di Pengadilan PBB, Aung San Suu Kyi Bantah Myanmar Lakukan Genosida atas Rohingya

Internasional
Mahathir Siratkan Serahkan Kekuasaan ke Anwar Ibrahim Setelah KTT APEC 2020

Mahathir Siratkan Serahkan Kekuasaan ke Anwar Ibrahim Setelah KTT APEC 2020

Internasional
Dua Pasal Pemakzulan Trump Resmi Dirilis, Apa Isinya?

Dua Pasal Pemakzulan Trump Resmi Dirilis, Apa Isinya?

Internasional
Kisah Azura Luna, WNI asal Kediri yang Disebut Lakukan Penipuan di Hong Kong

Kisah Azura Luna, WNI asal Kediri yang Disebut Lakukan Penipuan di Hong Kong

Internasional
Hadir di Sidang PBB, Aung San Suu Kyi Bakal Bela Myanmar soal Tuduhan Genosida Rohingya

Hadir di Sidang PBB, Aung San Suu Kyi Bakal Bela Myanmar soal Tuduhan Genosida Rohingya

Internasional
Buntut Penembakan Pangkalan AL Pensacola, AS Tangguhkan Pelatihan bagi Militer Arab Saudi

Buntut Penembakan Pangkalan AL Pensacola, AS Tangguhkan Pelatihan bagi Militer Arab Saudi

Internasional
Baku Tembak 'Panas' Terjadi di New Jersey, 6 Orang Tewas

Baku Tembak "Panas" Terjadi di New Jersey, 6 Orang Tewas

Internasional
Gara-gara Tanggal Wisuda, Calon Sarjana Usia 9 Tahun Ini Keluar dari Universitas

Gara-gara Tanggal Wisuda, Calon Sarjana Usia 9 Tahun Ini Keluar dari Universitas

Internasional
[POPULER INTERNASIONAL] China Larang Kantor Pemerintah Pakai Komputer Asing | Penembakan Massal di Rumah Sakit Ceko

[POPULER INTERNASIONAL] China Larang Kantor Pemerintah Pakai Komputer Asing | Penembakan Massal di Rumah Sakit Ceko

Internasional
Menlu Retno Ajak Guatemala Gabung CPOPC

Menlu Retno Ajak Guatemala Gabung CPOPC

Internasional
Erdogan: Jika Diundang, Turki Bakal Kerahkan Pasukan ke Libya

Erdogan: Jika Diundang, Turki Bakal Kerahkan Pasukan ke Libya

Internasional
Penembakan Massal di Rumah Sakit Ceko, 6 Orang Tewas

Penembakan Massal di Rumah Sakit Ceko, 6 Orang Tewas

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X